Studi Sebut Gelombang Pencurian "Kia Boys" Bisa Berlanjut Hingga 2040-an

Studi Sebut Gelombang Pencurian

SUARARAKYAT.CO — Pencurian mobil Kia dan Hyundai yang tak dilengkapi immobilizer elektronik diprediksi masih terjadi hingga dua dekade ke depan. Riset terbaru memperkirakan pencurian Sonata di Los Angeles baru turun di bawah 10 unit per tahun pada 2042. Perbaikan total lewat recall pada 2024 pun hanya memangkas sekitar 12 bulan dari periode rawan tersebut.

Sebuah studi yang diterbitkan Agustus 2026 menyoroti pola pencurian yang menjangkiti sejumlah model Kia dan Hyundai tanpa sistem immobilizer elektronik. Sistem itu berfungsi mencegah mesin menyala tanpa kunci yang benar. Kerentanan ini pertama kali ditemukan pencuri pada 2020, lalu menyebar cepat setelah video tutorial pencuriannya viral di media sosial.

Peneliti memusatkan analisis pada Los Angeles. Di kota itu, Hyundai Sonata tercatat dicuri sekitar 38 unit per pekan sepanjang 2017 hingga 2019. Dari pola tersebut, tim memperkirakan berapa lama masalah ini akan bertahan.

Dasar Proyeksi Dua Dekade ke Depan

Proyeksi hingga 2040-an tidak disusun asal-asalan. Peneliti merujuk pengalaman model lain yang pernah punya celah keamanan serupa, termasuk sejumlah Honda Civic dan Toyota Camry. Kedua model itu tetap jadi sasaran bertahun-tahun setelah versi barunya dilengkapi immobilizer.

Faktor kedua adalah perpindahan kepemilikan. Mobil Hyundai dan Kia yang rentan bakal semakin terkonsentrasi di komunitas berpenghasilan rendah seiring kendaraan tua dijual kembali. Berdasarkan pola itu, peneliti memperkirakan pencurian Sonata tahunan turun di bawah 100 unit pada 2039 dan di bawah 10 unit pada 2042.

Recall 2024 Hanya Memangkas Setahun

Tim peneliti juga menguji satu skenario hipotetis. Andaikan kedua pabrikan menarik seluruh kendaraan terdampak lewat recall pada 2024 dan memperbaiki kerentanannya secara total, angka pencurian tahun itu memang turun drastis.

Namun efeknya tidak sebesar yang dibayangkan. Periode rawan pencurian hanya berkurang sekitar 12 bulan. Dalam skenario itu, pencurian baru turun di bawah 10 unit pada 2041, bukan 2042.

Cara Hyundai dan Kia Menanggapi

Hyundai dan Kia akhirnya menutup celah keamanan tersebut dan menghadapi konsekuensi hukumnya. Keduanya tidak langsung menarik kendaraan terdampak lewat recall. Hyundai berargumen pada 2023 bahwa mobil-mobil itu sudah memenuhi standar keselamatan federal, dan pencurian terjadi bukan karena malfungsi atau cacat produksi.

Sebagai gantinya, Hyundai menawarkan peningkatan perangkat lunak gratis untuk memperbaiki sistem alarm pabrik dan logika starter pengapian. Pabrikan itu juga bekerja sama dengan aparat penegak hukum untuk membagikan kunci setir dan menyediakan kit keamanan bagi sebagian kendaraan terdampak.

Kia menempuh langkah serupa lewat pembaruan perangkat lunak gratis bagi kendaraan yang dibuat tanpa immobilizer mesin. Pembaruan itu mengubah cara kerja alarm dan pengapian, termasuk mewajibkan kunci hadir untuk menyalakan mesin. Kia mulai menyediakan pembaruan pada Februari 2023, lalu memperluasnya ke lebih banyak model pada bulan-bulan berikutnya. Kia turut ambil bagian dalam pembagian kunci setir bagi pemilik kendaraan terdampak.

Bagi pemilik Kia dan Hyundai generasi lama, temuan ini jadi pengingat bahwa risiko pencurian belum hilang meski pabrikan sudah merilis perbaikan. Kendaraan yang belum menerima pembaruan perangkat lunak tetap jadi sasaran empuk.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index