Jawa Tengah Raih Juara II MTQ Nasional XXXI, Lompat dari Peringkat 16

Jawa Tengah Raih Juara II MTQ Nasional XXXI, Lompat dari Peringkat 16
Jawa Tengah Raih Juara II MTQ Nasional XXXI, Lompat dari Peringkat 16

SUARARAKYAT.CO — Kafilah Jawa Tengah menutup MTQ Nasional XXXI 2026 sebagai juara II nasional, melompat dari posisi ke-16 pada edisi sebelumnya di Kalimantan Timur. Pencapaian itu diraih sekaligus saat provinsi ini bertindak sebagai tuan rumah perhelatan yang berlangsung hingga penutupan di Lapangan Pancasila, Simpang Lima, Kota Semarang.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyebut lompatan peringkat itu sebagai hasil persiapan serius yang dilakukan jauh sebelum gelaran dimulai. Kafilah Jawa Tengah menjalani pembinaan intensif di asrama, pelatihan, hingga pemberian materi dari tim pembina.

Pembinaan kafilah dilakukan di bawah arahan Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen, yang juga menjabat Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur'an (LPTQ) Jawa Tengah.

"Alhamdulillah. Jawa Tengah sukses. Dari peringkat 16 menjadi peringkat dua nasional. Ini usaha yang luar biasa sekali," kata Ahmad Luthfi dalam keterangan tertulis, Minggu (20/9/2026).

Lompatan 14 Peringkat dalam Satu Edisi

Pada MTQ Nasional edisi sebelumnya di Kalimantan Timur, kafilah Jawa Tengah hanya menempati peringkat ke-16. Posisi runner-up tahun ini menandai kenaikan 14 peringkat sekaligus.

Menteri Agama Nasaruddin Umar menilai capaian tersebut sebagai bukti bahwa pembinaan LPTQ di Jawa Tengah berjalan efektif. Menurutnya, hasil itu sekaligus menegaskan hubungan antara usaha dan hasil yang diraih.

"Ini suatu bukti bahwa di mana ada usaha, di situ pasti ada hasil; di mana ada perjuangan, di situ ada janji yang sangat disimpan," katanya.

Tuan Rumah Tanpa Protes, Kaligrafi Berbasis IT Jadi Sorotan

Nasaruddin juga mengapresiasi penyelenggaraan MTQ Nasional XXXI di Jawa Tengah yang berjalan tanpa isu atau protes terkait pelaksanaan maupun dewan hakim. Menurutnya, hal itu jarang terjadi pada perhelatan berskala nasional.

Jawa Tengah juga memperlombakan banyak cabang dan kategori, salah satunya kaligrafi yang memanfaatkan teknologi informasi. Keberagaman kategori itu disebut menambah bobot kompetisi tahun ini.

"Selamat untuk perhelatan MTQ Nasional yang luar biasa ini. Saya kira pemerintah provinsi Jawa Tengah sudah langsung hilang capeknya karena terjadi prestasi yang luar biasa," ujar Nasaruddin.

Jateng Diminta Pertahankan Tren di Jakarta 2027

Gelaran berikutnya, MTQ Nasional XXXII, akan berlangsung di DKI Jakarta pada 2027. Nasaruddin berharap standar penyelenggaraan yang dicapai Jawa Tengah bisa menjadi rujukan bagi tuan rumah selanjutnya.

Ia juga mendorong Jawa Tengah mempertahankan tren prestasinya, bahkan menargetkan posisi juara umum yang tahun ini diraih Kalimantan Timur. Menurutnya, potensi kandidat juara dari provinsi ini masih besar mengingat banyaknya kota pesantren di wilayah tersebut.

"Mudah-mudahan nanti Jawa Tengah bisa mempertahankan, kalau perlu bisa meraih posisi juara umum. Jawa Tengah sangat potensial, di sini kota pesantren dan potensi-potensi kandidat juara itu banyak sekali," jelasnya.

Gubernur Luthfi menutup dengan ucapan terima kasih kepada pemerintah pusat atas kepercayaan yang diberikan kepada Jawa Tengah sebagai tuan rumah. Ia menyebut suksesnya perhelatan sebagai hasil kolaborasi antara pemerintah provinsi, Kota Semarang, dan kabupaten/kota lain di sekitarnya.

"Saya mewakili masyarakat Jawa Tengah mengucapkan terima kasih. Ini kolaborasi provinsi dengan Kota Semarang dan kabupaten/kota lain," ucapnya.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index