SUARARAKYAT.CO — UBTech resmi mengoperasikan pabrik robot humanoid pertama di dunia di Liuzhou, Guangxi, dengan kapasitas produksi 10.000 unit per tahun. Fasilitas ini memproduksi seri Walker S dan Cruzr, dan sebagian besar lini produksinya dijalankan oleh robot otonom serta kendaraan tanpa pengemudi. Pabrik ini jadi gambaran awal bagaimana manufaktur robot bisa berjalan hampir tanpa campur tangan manusia.
Yang membuat pabrik ini berbeda: sebagian besar proses produksinya dijalankan oleh robot otonom dan kendaraan tanpa pengemudi. Robot Cruzr Y1 dan Cruzr S2 menangani bongkar muat material, penumpukan, serta pengangkutan. Robot kolaboratif masuk ke tahap perakitan akhir bersama operator manusia, didukung kendaraan otonom dan meja kerja berputar.
Gudang Tiga Dimensi Otomatis Penuh
UBTech juga meluncurkan gudang tiga dimensi otomatis penuh pertama di industri. Fasilitas ini mampu menyimpan 112 robot dalam ruang seluas 65 meter persegi. Klaimnya, gudang tersebut memanfaatkan ruang 50% lebih efisien dibanding fasilitas dengan luas lantai serupa.
Kenapa UBTech Bisa Bangun Pabrik Ini
Wakil Presiden UBTech, Fang Jianxin, menyebut rantai pasok China jadi fondasi utama. "This foundation is rooted in the many engineers, scientists and application scenarios China has accumulated over the past 10 to 20 years, which has formed a very strong supply chain base, manufacturing capability and research and development capacity," ujarnya.
China memang sedang menggenjot produksi robot nasional. Biro Statistik Nasional China mencatat output mencapai 98.677 unit pada Juli, naik 30,2% dari tahun sebelumnya. Sepanjang Januari–Juli 2026, total produksi menyentuh 635.056 unit atau tumbuh 28,5% year on year.
Robot yang Membuat Robot
Konsep robot membangun robot bukan hal baru. Perusahaan 1X pernah merilis video proses produksinya, sementara Agibot mengklaim robot A3 Ultra-nya kini beralih dari produksi massal ke penerapan nyata. Agibot menyebut A3 Ultra sudah dipakai di hotel, dealer mobil, supermarket, dan inspeksi metro.
Dengan pabrik UBTech sebagai pembuka jalan, pabrik otonom berpotensi menyebar ke berbagai negara. Bagi industri manufaktur global, ini sinyal bahwa tenaga kerja robot bukan lagi konsep masa depan — sudah berjalan di lini produksi hari ini.