Trump Izinkan Presiden Iran Masoud Pezeshkian Hadiri Sidang Majelis Umum PBB di New York

Trump Izinkan Presiden Iran Masoud Pezeshkian Hadiri Sidang Majelis Umum PBB di New York

SUARARAKYAT.CO — Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengizinkan delegasi inti Iran, termasuk Presiden Masoud Pezeshkian dan Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi, hadir di Sidang Majelis Umum PBB di New York pada 22-28 September. Izin itu datang di tengah perang yang sudah berjalan tujuh bulan antara kedua negara, dengan jumlah delegasi Teheran dibatasi lebih kecil dari tahun lalu. Para diplomat Iran juga dikenai larangan membeli sejumlah barang selama berada di AS.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri AS mengatakan kepada BBC bahwa perwakilan Iran dapat mengikuti High Level Week Majelis Umum PBB. Ia menyebut keputusan itu sebagai bagian dari kewajiban AS sebagai negara tuan rumah.

"Sesuai dengan kewajiban kami sebagai negara tuan rumah, delegasi inti dari rezim Iran akan dapat menghadiri Pekan Tingkat Tinggi Majelis Umum PBB," ucapnya.

Pembatasan Lebih Ketat Dibanding Tahun Lalu

Jumlah delegasi Teheran yang diizinkan hadir dipangkas. Para delegasi juga dilarang membeli produk-produk AS tertentu selama berada di New York.

"Delegasi akan dikenakan pembatasan perjalanan dan akan menghadapi larangan pembelian barang mewah dan barang lainnya sesuai kebijakan kami. Jumlah delegasi lebih kecil daripada tahun lalu," kata juru bicara tersebut.

Aturan serupa sebenarnya sudah diterapkan pada kehadiran Iran tahun lalu. Ketika itu, diplomat Iran dilarang berbelanja di toko grosir seperti Costco.

Mereka juga wajib meminta izin AS sebelum membeli barang mewah, mulai dari perhiasan, alkohol, hingga mobil.

Alasan di Balik Larangan Belanja

Juru bicara Kemlu AS Tommy Pigott menyatakan pembatasan tahun ini bertujuan mencegah diplomat Teheran berbelanja besar-besaran. Menurutnya, rakyat Iran sendiri tengah menghadapi kekurangan air dan listrik, penindasan brutal, serta inflasi yang meroket.

"Kita tidak akan membiarkan elite rezim Iran mengeksploitasi Sidang Umum PBB untuk pesta belanja mewah yang dibiayai oleh penderitaan rakyat Iran, sementara rezim tersebut menyalurkan kekayaan Iran untuk mendukung proksi terorisnya," tulis Pigott di X.

Perang Tujuh Bulan dan Ancaman Trump

AS dan Iran telah berperang selama tujuh bulan terakhir. Belum ada tanda-tanda konflik akan berakhir.

Negosiasi damai kedua pihak berjalan alot seiring intensnya ancaman Trump terhadap Iran. Terbaru, Trump mengaku sedang mengambil keputusan besar yang akan menentukan apakah ia bakal membinasakan Iran atau tidak.

"Saya akan mengambil keputusan besar. Apakah saya ingin turun tangan dan membinasakan mereka atau tidak," kata Trump kepada Axios.

Jadwal Debat Umum dan Pidato Iran

Sidang Majelis Umum PBB ke-81 saat ini sedang berlangsung. Debat Umum, inti dari acara tahunan ini, dijadwalkan dimulai Selasa, 22 September.

Sejumlah pemimpin diagendakan berbicara pada hari Selasa, termasuk Trump, Perdana Menteri Inggris Andy Burnham, dan Presiden Prancis Emmanuel Macron. Pada Rabu, giliran pemimpin Ukraina, Suriah, dan Iran yang diperkirakan menyampaikan pidato.

Kehadiran Pezeshkian di forum itu akan menjadi salah satu momen paling disorot, mengingat hubungan kedua negara yang masih berada di jalur konfrontasi.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index