SUARARAKYAT.CO — Proyek Fable reboot yang digarap Playground Games selama satu dekade nyaris tak bernasib seperti studio lain di bawah Microsoft. Direktur permainan itu menyebut Fable dianggap bagian vital dari DNA Xbox, alasan utama proyek ini bertahan di tengah gelombang penutupan studio dan pemutusan hubungan kerja massal di divisi gim Microsoft.
Microsoft sepanjang beberapa tahun terakhir menutup sejumlah studio dan memangkas ribuan pengembang demi membenahi bisnis gimnya. Arkane Austin dan Tango Gameworks termasuk yang terdampak, meski Tango sempat diselamatkan Krafton sebelum akhirnya diakuisisi ulang. Di tengah pola itu, Fable justru lolos dari pemangkasan.
Ralph Fulton, salah satu pendiri Playground sekaligus direktur Fable, memberi penjelasan sederhana soal mengapa proyeknya bertahan. Menurut dia, Fable punya posisi yang tidak dimiliki banyak waralaba lain di bawah naungan Xbox.
Fable Dianggap Setara Halo dan Gears of War
"Saya sungguh berpikir Fable adalah gim yang penting," kata Fulton kepada The Guardian. "Yang melindungi kami selama siklus pengembangan panjang adalah begitu banyak orang di dalam Xbox memandang Fable sebagai bagian vital dari DNA platform."
Pernyataan itu menempatkan Fable sejajar dengan Halo dan Gears of War sebagai merek besar Xbox. Karakter dan identitas visual waralaba ini dianggap terlalu berharga untuk dipertaruhkan lewat penutupan studio.
Pola pemangkasan Microsoft selama ini memang tidak menyentuh waralaba yang tampil di banner atau stan pameran Gamescom. Studio yang ditutup cenderung yang tidak punya ikon besar di atas panggung.
Klaim Fulton: Fable Penting untuk Industri Gim Secara Keseluruhan
Fulton tidak berhenti pada posisi Fable di dalam Xbox. Dia menilai waralaba ini punya arti lebih luas bagi industri gim secara keseluruhan.
"Saya akan melangkah lebih jauh dan mengatakan ini penting bagi gim video secara keseluruhan. Fable menawarkan kombinasi elemen yang tidak ada di tempat lain," ujarnya.
Klaim itu masuk akal bila melihat sejarah seri Fable. Trilogi original garapan Lionhead Studios dikenal karena memadukan RPG aksi, sistem moralitas, dan dunia fantasi Inggris yang khas. Tidak banyak gim yang mencoba formula serupa dengan skala produksi besar.
Tekanan Industri di Balik Siklus Pengembangan Sepuluh Tahun
Fable reboot pertama kali diumumkan pada 2020, tetapi pengerjaannya disebut sudah berjalan sejak sekitar 2017. Rentang waktu selama itu membuat proyek ini rawan dibatalkan, terutama di perusahaan yang sedang gencar efisiensi.
Microsoft sendiri belum merilis tanggal pasti peluncuran Fable. Informasi terakhir menyebut gim ini masuk jadwal rilis 2026, tanpa detail bulan atau platform spesifik di luar Xbox Series X|S dan PC.
Bagi pemain Indonesia, kabar ini relevan karena Fable termasuk waralaba yang punya basis penggemar loyal di komunitas RPG konsol. Kalau proyek ini benar rilis tahun depan, itu jadi salah satu judul besar yang bisa mengisi daftar belanja gim akhir tahun.
Yang jelas, Fulton dan timnya kini bekerja dengan beban ganda: memenuhi ekspektasi penggemar lama dan membuktikan bahwa keputusan Xbox mempertahankan mereka memang tepat.