Wisata Kuliner Jadi Alasan 58 Persen Wisman Kunjungi Indonesia

Wisata Kuliner Jadi Alasan 58 Persen Wisman Kunjungi Indonesia
Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana [FOTO: NET].

JAKARTA - Kementerian Pariwisata mengungkapkan bahwa sebanyak 58,34 persen wisatawan mancanegara (wisman) menyambangi Indonesia guna mengeksplorasi kekayaan wisata kuliner atau gastronomi lokal.

"Data Badan Pusat Statistik (BPS) menyebut bahwa 58,34 persen dari wisatawan yang berkunjung ke Indonesia pada tahun 2025 melakukan aktivitas wisata kuliner atau gastronomi," kata Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana dalam konferensi pers Wonderful Indonesia Gastronomy (WIG) 2026 di Jakarta, Selasa (15/9/2026).

Indonesia sebagai negara kepulauan dengan lebih dari 17 ribu pulau dinilainya memiliki keanekaragaman kuliner berkarakter unik yang berakar dari tradisi lokal, hasil bumi, serta kebudayaan yang bertumbuh selama berabad-abad. 

Dari sudut pandang gastronomi di Indonesia, ranah kuliner membawahi ekosistem yang amat luas mulai dari kalangan peternak, nelayan, produsen, juru masak, pelaku bisnis, hingga masyarakat yang menjaga dan melestarikan tradisi pangan dari generasi ke generasi.

Sementara dari kacamata pariwisata, Widiyanti menjelaskan bahwa gastronomi sanggup menjembatani setiap orang untuk mendalami budaya, tradisi, serta narasi suatu daerah, sehingga memicu hasrat untuk melakukan perjalanan ke lokasi tersebut.

"Salah satu satu aset terbesar Indonesia sebagai destinasi wisata yaitu warisan gastronomi yang begitu kaya dan berakar kuat pada budaya masyarakat," ujar Widiyanti.

Potensi di sektor kuliner ini, menurut penjelasannya, dapat dioptimalkan demi mendongkrak arus kunjungan wisatawan mancanegara ke Tanah Air, yang mana sepanjang rentang Januari-Juli 2026 telah menembus 8,98 juta orang. Kementerian Pariwisata membidik target kunjungan wisman pada tahun ini dapat menyentuh angka 16 hingga 17 juta kunjungan.

Guna meningkatkan pemaparan (exposure) dan memperkokoh posisi wisata kuliner Indonesia sebagai daya pikat pariwisata di arena global, Kementerian Pariwisata mengusung agenda unggulan berkolaborasi dengan Indonesia Gastronomy Network (IGN) bertajuk "Wonderful Indonesia Gastronomy (WIG)". Program tersebut mengajak para pelancong untuk mendalami dan menelusuri akar budaya lokal lebih jauh.

Di tahun ini, gelaran WIG 2026 bakal mengusung tema "From Local Roots to Global Recognition". Rangkaian agenda utamanya dipusatkan di Solo dan Yogyakarta mulai 26 September hingga 4 Oktober 2026.

Kegiatan tersebut akan mengekspos asal-usul bahan dan hidangan, kearifan lokal, tradisi, filosofi di balik makanan, hingga strategi menerjemahkan kekayaan tersebut ke dalam pengalaman gastronomi era modern.

Deputi Bidang Pemasaran Kemenpar Ni Made Ayu Marthini menilai bahwa data pergerakan wisman tersebut menjadi bukti sahih bahwa daya tarik kuliner efektif menggenjot volume kunjungan wisatawan.

"Ini bukan saja menarik wisatawan mancanegara untuk datang, tetapi, juga langsung mengenai UMKM-UMKM," kata Made.

Melalui program WIG, Made mengutarakan niat Kementerian Pariwisata untuk mempromosikan keanekaragaman kuliner Indonesia sekaligus mendorong partisipasi aktif UMKM agar makin dikenal secara luas.

Kementerian Pariwisata pun aktif menjalin sinergi dengan Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) guna menggelar aneka agenda seperti festival kuliner di berbagai pusat perbelanjaan yang menyajikan promo dan potongan harga khusus agar memicu pengunjung berbelanja lebih banyak.

"Kalau di mal itu pujaseranya rata-rata makanan Indonesia ya, bukan restorannya, itu salah satu cara," tambah Made.

Di sisi lain, Ketua Indonesia Gastronomy Network Vita Datau mengamati bahwa tren wisata kuliner di Indonesia saat ini mengarah pada sajian hidangan yang bermutu tinggi.

Adapun bagi kalangan wisatawan, kecenderungan tren biasanya bergeser secara dinamis menyelaraskan preferensi personal tiap individu. Terlebih dengan masifnya peran generasi Z dan milenial yang rajin mengunggah keunikan kuliner Nusantara melalui kanal media sosial.

"Misalnya ia suka makanan pedas, dia akan mengarah pada (tempat yang menjual makanan) Manado, begitu misalnya," ucap dia.

Atas dasar itu, dia mendorong Kementerian Pariwisata agar bersedia memberikan pembinaan bagi para pelaku usaha demi meningkatkan kualitas produk agar bisa naik kelas, serta mengemas kuliner sebagai bagian dari atraksi pariwisata yang memikat bagi para wisatawan.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index