Danantara Targetkan Investasi Rp1.200 Triliun Demi Ekonomi 6%

Danantara Targetkan Investasi Rp1.200 Triliun Demi Ekonomi 6%
Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara). (Foto: NET)

JAKARTA — Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) diminta untuk meningkatkan gelombang penanaman modal secara signifikan demi merealisasikan target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 6% yang tercantum dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027.

Agenda tersebut menjadi salah satu pokok pembahasan utama dalam forum koordinasi antara Menteri Keuangan, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas, pejabat sementara Gubernur Bank Indonesia (BI), serta Chief Operating Officer (COO) Danantara bersama jajaran pimpinan DPR pada Senin (31/8/2026).

COO Danantara, Dony Oskaria, mengungkapkan bahwa pertemuan itu secara garis besar mengulas konsolidasi terkait asumsi makro dalam RAPBN 2027, di mana pertumbuhan ekonomi menjadi salah satu variabel kunci yang memengaruhi postur penerimaan, pengeluaran, hingga defisit anggaran negara.

Seiring penetapan target pertumbuhan ekonomi 6% pada tahun mendatang, sektor investasi diproyeksikan untuk memegang kendali yang jauh lebih dominan, sehingga BPI Danantara didorong agar memberikan stimulus lebih kuat terhadap arus penanaman modal.

"Danantara membahas rencana investasi. Desain investasi yang akan kami lakukan 2026-2027. Kenapa? Karena ini kan dalam rangka untuk pertumbuhan. Salah satu komponen yang paling signifikan dalam pertumbuhan itu kan nama investasi," ujar Dony kepada wartawan saat dimintai konfirmasi di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (31/8/2026).

Dukungan serupa turut disuarakan oleh pimpinan Komisi XI DPR. Wakil Ketua Komisi XI DPR, Fauzi Amro, menyampaikan bahwa penanaman modal akan memegang peranan krusial dalam ambisi mengerek naik pertumbuhan ekonomi hingga menyentuh level 6%.

Target ambisius tersebut selaras dengan ketetapan yang dicanangkan oleh Presiden Prabowo Subianto melalui dokumen RAPBN dan Nota Keuangan 2027, yang kini memperoleh dukungan penuh dari seluruh unsur pemangku kepentingan terkait.

Politisi dari Partai Nasdem tersebut menjelaskan bahwa Danantara mengemban target nilai investasi sebesar Rp1.200 triliun pada tahun 2027, meski dirinya tidak memaparkan rincian alokasi sektoral tersebut secara mendalam.

"Danantara merumuskan Rp1.200 triliun dari mana saja investasinya, rinciannya bukan kami, global saja. Kalau kami inginnya investasi Rp1.200 triliun ini sangat mendukung pertumbuhan ekonomi. Yang disampaikan itu menjadi patokan kami menyusun pertumbuhan," tuturnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi XI DPR lainnya, Mohammad Hekal, dalam kesempatan terpisah mengemukakan bahwa pihak parlemen berupaya memastikan seluruh strategi pencapaian pertumbuhan ekonomi 6% dapat berjalan secara sinkron lintas kementerian dan lembaga negara.

Langkah penyelarasan tersebut menjadi landasan utama mengapa unsur pemerintah, Bank Indonesia, hingga Danantara dilibatkan secara aktif dalam rangkaian diskusi strategis bersama parlemen.

"Danantara sekarang kami libatkan dalam pembicaraan. Kan yang menjalankan investasi dari sisi pemerintah porsi besarnya ada di Danantara. Jadi kami juga mau sinkronkan pemahaman itu," tuturnya.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index