Saham SRTG Diborong Edwin Soeryadjaya 1,3 Juta di Harga Rp1.785

Saham SRTG Diborong Edwin Soeryadjaya 1,3 Juta di Harga Rp1.785

SUARARAKYAT.CO — Komisaris sekaligus pengendali PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG), Edwin Soeryadjaya, kembali memborong 1,3 juta saham SRTG di harga rata-rata Rp1.785 per saham pada 14-15 September 2026. Nilai transaksi itu mencapai Rp2,3 miliar dan menambah porsi kepemilikannya di emiten investasi tersebut.

Langkah itu tercatat dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI). Setelah transaksi tersebut, porsi kepemilikan Edwin di SRTG menjadi 35,935%.

Deretan Aksi Beli Sebelumnya

Pembelian 1,3 juta saham bukan aksi pertama Edwin di SRTG. Sebelumnya, ia membeli 1,02 juta saham atau setara 0,01% dengan harga rata-rata Rp1.815 per saham.

Transaksi tersebut berlangsung pada 10-11 September 2026 dan menelan dana sekitar Rp1,8 miliar. Pola akumulasi serupa juga terlihat pada awal tahun.

Pada 2 Februari 2026, Edwin membeli 488.700 saham SRTG di harga Rp1.629 per saham. Dua hari kemudian, 4 Februari 2026, ia menambah 1.045.000 saham dengan harga Rp1.608 per saham.

Harga Beli Terus Naik

Jika dibandingkan, harga rata-rata pembelian terbaru Rp1.785 per saham lebih tinggi dari harga pada Februari 2026 yang berada di kisaran Rp1.608-Rp1.629. Kenaikan harga beli itu menunjukkan akumulasi tetap berlanjut meski harga saham sudah bergerak naik.

Seluruh saham yang dibeli merupakan saham biasa. Dalam keterbukaan informasi, transaksi tersebut dilakukan untuk tujuan investasi.

Arti Kepemilikan 35,935%

Dengan porsi 35,935%, Edwin tetap tercatat sebagai pengendali SRTG. Status komisaris sekaligus pengendali membuat setiap perubahan kepemilikannya wajib dilaporkan ke otoritas bursa.

Laporan semacam ini biasanya menjadi perhatian pelaku pasar karena memberi gambaran arah pandangan manajemen terhadap prospek emiten. Namun, laporan kepemilikan tidak otomatis menjadi sinyal beli atau jual bagi investor lain.

Bagi pembaca pasar modal, yang perlu dicatat adalah pola akumulasi yang konsisten: dari 488.700 saham pada Februari hingga 1,3 juta saham pada September 2026. Rentang harga belinya pun bergerak dari Rp1.608 ke Rp1.785 per saham.

Sejauh mana aksi borong ini berlanjut akan terlihat dari keterbukaan informasi berikutnya di BEI.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index