Valor Mortis Tetapkan Harga USD 40 demi Bersaing di Rilisan Oktober yang Padat

Jumat, 18 September 2026 | 08:22:00 WIB

SUARARAKYAT.CO — Valor Mortis, game soulslike orang pertama dari pencipta Ghostrunner, resmi dijual dengan harga USD 40 saat meluncur 13 Oktober mendatang. Strategi harga tersebut ditempuh agar pemain tetap bisa membeli game ini bersamaan dengan deretan judul besar lain yang rilis di bulan yang sama.

Valor Mortis menjadi salah satu dari sedikit game baru alias original IP yang berani meluncur pada musim gugur tahun ini. Keputusan itu diambil di tengah jadwal rilis yang sangat padat, terutama karena kehadiran GTA 6 yang membuat banyak penerbit memilih menunda peluncuran.

Penerbit Lyrical Games menyadari betul risiko tersebut. CEO mereka, Blake Rochkind, menyebut bahwa jadwal pengembangan yang ada membuat pihaknya harus menerima kondisi yang tidak ideal.

"Berdasarkan jadwal pengembangan, kartu yang kami dapatkan adalah kami menjadi satu-satunya IP baru yang meluncur musim gugur ini," kata Rochkind kepada The Game Business.

Oktober yang Penuh Sesak

Bulan Oktober memang menjadi medan pertempuran bagi sejumlah judul besar. Ace Combat 8, Gears of War: E-Day, Star Wars: Galactic Racer, dan Modern Warfare 4 dijadwalkan rilis pada bulan yang sama.

Di luar barisan game dari penerbit besar, masih ada sejumlah judul lain yang ikut meramaikan. Mulai dari game Hellraiser baru, Silver Pines, proyek terbaru Jonathan Blow, Planet Zoo 2, remaster Tales of Eternia, hingga peluncuran versi 1.0 Enshrouded.

Remake Final Fantasy dalam format 2D-HD juga disebut akan hadir di periode yang sama. Kondisi ini membuat persaingan di Oktober jauh lebih ketat dibanding November yang hanya diisi segelintir judul.

Strategi Harga sebagai "Game Pendamping"

Lyrical Games memilih harga USD 40 untuk Valor Mortis. Angka itu jauh lebih murah dibanding harga standar game blockbuster yang biasanya dijual USD 70.

Rochkind mengaku terinspirasi dari seorang pengembang yang pernah berbicara dengannya. Pengembang tersebut sukses menjual game seharga USD 30, yang jika disesuaikan hari ini setara USD 40.

"Satu hal yang dia katakan dan benar-benar membekas bagi saya adalah: 'Kami tidak pernah menyesal menjadi game pendamping. Kami tidak pernah menyesal menetapkan harga game kami sebagai sesuatu yang bisa Anda beli bersamaan dengan game lain,'" ujar Rochkind.

Dengan harga tersebut, Lyrical Games berharap Valor Mortis bisa menjadi pilihan yang mudah diambil pemain di tengah tumpukan game mahal. Strategi ini dikenal dengan istilah "and game", yakni game yang dibeli sebagai tambahan, bukan pengganti judul utama.

Kualitas sebagai Modal Utama

Valor Mortis digarap oleh tim pengembang di balik seri Ghostrunner. Game ini menyebut dirinya sebagai soulslike orang pertama, genre yang terkenal sulit dieksekusi dengan baik.

Meski konsepnya terdengar berisiko, demo terbaru Valor Mortis mendapat sambutan positif. Penilaian itu muncul karena game ini dinilai berhasil menghadirkan pertarungan jarak dekat orang pertama yang solid.

Rochkind menegaskan pihaknya cukup percaya diri dengan kualitas Valor Mortis. Namun ia mengakui bahwa keputusan terburuk adalah tidak mempertaruhkan semua yang dimiliki.

"Hal terburuk yang bisa kami lakukan adalah tidak mendorong semua chip kami ke tengah meja dan berkata, 'Kami ingin ini menjadi game yang bisa Anda mainkan bersamaan dengan game hebat lainnya,'" katanya.

Bukan Pesaing GTA 6

Menariknya, Valor Mortis justru memilih bersaing dengan empat game blockbuster lain di Oktober ketimbang berhadapan langsung dengan GTA 6. Pilihan ini dianggap lebih masuk akal secara komersial.

Satu-satunya pesaing berat di November adalah remake Ocarina of Time dari Nintendo. Judul itu juga menjadi game yang dihindari banyak penerbit bijak karena potensi kanibalisasi pasar.

Baik Valor Mortis maupun remake Ocarina of Time disebut tidak akan dirilis untuk platform PC. Valor Mortis sendiri dijadwalkan meluncur pada 13 Oktober mendatang.

Terkini