SUARARAKYAT.CO — Neurolog anak RSCM memastikan siswi yang diduga keracunan Makan Bergizi Gratis di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, tidak mengalami gangguan fungsi otak. Pemeriksaan menyeluruh terhadap Febiona Purba menunjukkan kondisi kognitifnya kembali normal setelah mendapat penanganan psikiatri.
Neurolog anak RSCM, Setyo Handryastuti, memeriksa pasien secara langsung melalui wawancara dengan pasien dan keluarga, mengkaji data perawatan sebelumnya, serta melakukan pemeriksaan fisik dan neurologis.
Pemeriksaan juga mencakup elektroensefalografi (EEG) untuk melihat aktivitas listrik di otak pasien.
Hasil Pemeriksaan: Tidak Ada Gangguan Fungsi Otak
"Insya allah saya bisa pastikan tidak ada gangguan fungsi otak pada yang pertama. Jadi ananda bisa aktivitas kembali, ceria kembali," kata Prof Handry.
Pasien atas nama Febiona Purba juga mendapat penanganan dari tim psikiatri untuk memeriksa kondisi mental dan fungsi kognitifnya.
Dokter spesialis kedokteran jiwa (psikiater) Tjhin Wiguna menyatakan kondisi pasien saat ini cukup baik dan emosinya relatif stabil. Menurutnya, pasien masih mengalami kegelisahan sesekali.
"Kondisinya kita lihat saat ini cukup baik, cukup stabil, emosinya cukup stabil meski kadang-kadang ada kegelisahan. Kami berharap semakin hari bisa semakin stabil," ucap Tjhin.
Kronologi Rujukan Dua Pasien ke Jakarta
Dua anak diduga keracunan MBG, Febiona Purba dan Agnes Parulina, dirujuk ke RSCM pada Sabtu (12/9). Setibanya di RSCM, keduanya ditempatkan di ruang rawat biasa dan tidak memerlukan perawatan intensif.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin langsung mengumpulkan tim ahli di RSCM untuk memeriksa pasien. Langkah itu diambil sesuai arahan Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka yang meninjau langsung korban dalam kunjungan kerja ke Sumatera Utara.
Keberangkatan pasien ke Jakarta diantar langsung oleh Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution di Bandara Internasional Kualanamu, Deliserdang.
Keluhan Hilang Ingatan yang Dilaporkan Orang Tua
Rujukan pasien ke Jakarta salah satunya karena Febiona diduga mengalami hilang ingatan usai mengonsumsi MBG. Hal ini disampaikan langsung oleh orang tua Febiona, Elvinus.
"Pas awal dirawat itu belum (ada gangguan ingatan). Selama pulang dari Rumah Sakit Umum masih biasa, normal. Tapi setelah sampai rumah, dia kejang, kami bawa ke RS Haji, di situlah dia mulai omongannya udah kayak anak-anak," kata Elvinus pada Senin (7/9).
Menurut laporan Elvinus, sebelumnya Febiona tidak dapat mengenali orang-orang di sekitar, seperti keluarga dan teman-teman sekelas.
Ia mengaku awalnya tidak menerima laporan adanya gangguan ingatan yang dialami anaknya. Elvinus baru mengetahui hal itu ketika Febiona sudah dirawat inap.
Penanganan Lanjutan dan Pemulihan Pasien
Tim RSCM menyatakan pasien dapat kembali beraktivitas seperti biasa. Pemulihan fungsi kognitif Febiona menjadi perhatian utama tim medis selama perawatan.
Penanganan psikiatri akan terus dilakukan untuk memastikan stabilitas emosi pasien. Keluarga diminta mendampingi proses pemulihan agar kondisi Febiona semakin membaik.
Kasus dugaan keracunan MBG di Kabupaten Karo masih dalam penelusuran pihak berwenang. Pemerintah daerah belum merilis hasil investigasi terkait penyebab pasti keluhan yang dialami para korban.