Apkarindo Dorong Hilirisasi Karet demi Dongkrak Kesejahteraan Petani

Apkarindo Dorong Hilirisasi Karet demi Dongkrak Kesejahteraan Petani
Asosiasi Petani Karet Indonesia (Apkarindo) [FOTO: NET].

JAKARTA - Asosiasi Petani Karet Indonesia (Apkarindo) mendorong langkah hilirisasi industri karet supaya para petani tidak melulu bergantung pada penjualan bahan mentah.

Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Apkarindo Irfan Ahmad Fauzi mengutarakan, pengembangan sektor industri pengolahan amat dibutuhkan guna menciptakan nilai tambah sekaligus memperkokoh industri perkaretan nasional.

“Karet tidak boleh berhenti sebagai bahan mentah. Kami harus mendorong transformasi karet dari hulu sampai hilir,” ujar Irfan dalam rilisnya, Selasa (15/9/2026).

Menurut Irfan, Indonesia memegang peranan sebagai salah satu produsen karet terbesar di tingkat global. Kendati demikian, sektor perkebunan karet nasional sejauh ini masih didominasi oleh perkebunan rakyat.

Jutaan kepala keluarga petani menggantungkan mata pencaharian mereka pada komoditas tersebut. Maka dari itu, penguatan produktivitas beserta akses pasar dinilai teramat krusial demi mengatrol tingkat kesejahteraan mereka.

“Kebangkitan karet rakyat bukan hanya tentang meningkatkan produksi, tetapi juga menciptakan nilai tambah,” katanya.

Merujuk pelbagai sumber, patokan harga bahan olah karet pada tingkat petani berada dalam kisaran Rp15.000 sampai Rp20.500 per kilogram, bergantung pada persentase kadar karet kering, kualitas mutu, letak wilayah, hingga mekanisme penjualannya.

Menjadi Jembatan Petani dan Industri

Irfan mengungkapkan, jajaran kepengurusan Apkarindo masa bakti 2026–2031 mengusung deretan agenda utama, mulai dari memperkuat kelembagaan organisasi petani, menggenjot produktivitas lahan perkebunan, hingga memperluas jaringan kemitraan strategis.

Apkarindo turut berkomitmen mempererat jalinan hubungan antara kalangan petani, jajaran pemerintah, pelaku industri, serta konsumen pasar.

“Kami harus bekerja bersama. Kami harus memperkuat organisasi dan hadir di tengah petani. Kami harus menjadi jembatan antara petani, pemerintah, industri, dan pasar,” tegasnya.

Ia menandaskan bahwasanya agenda pengukuhan pengurus bukanlah sebatas agenda seremonial organisasi semata, melainkan pijakan awal dari ikhtiar membangkitkan kembali sektor perkebunan karet rakyat.

“Momentum hari ini merupakan awal dari sebuah amanah besar, yakni membangkitkan kembali kejayaan perkebunan karet rakyat Indonesia,” kata Irfan.

Pada perhelatan tersebut, pihak Apkarindo turut mengumandangkan Deklarasi Menuju Kemandirian Petani, Produktivitas Nasional, dan Ketahanan Energi Nasional.

Irfan menaruh harapan agar nakhoda kepengurusan baru mampu menjadi pemicu kebangkitan para petani sekaligus memperkuat fondasi industri karet nasional.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index