SUARARAKYAT.CO — Badan Pengelola BUMN menyiapkan dana Rp 456 miliar dari Danantara untuk melanjutkan pembangunan 12 titik proyek hunian LRT City yang selama ini terbengkalai. Langkah ini diambil setelah sejumlah konsumen menuntut kepastian atas unit yang belum rampung. Identifikasi lokasi dan kelayakan proyek akan dimulai pekan ini.
Badan Pengelola Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN) memastikan dana segar Rp 456 miliar dari Danantara Indonesia bakal dipakai membangun kembali 12 titik proyek LRT City. Proyek yang dikembangkan PT Adhi Commuter Properti Tbk (ADCP), anak usaha PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI), itu sebelumnya berhenti di tengah jalan dan meninggalkan banyak konsumen tanpa kejelasan.
Wakil Kepala BP BUMN Aminuddin Ma'ruf menyatakan pihaknya belum mempertimbangkan opsi pengembalian dana kepada pembeli. Pihaknya masih menunggu hasil inventarisasi menyeluruh sebelum menentukan langkah lanjutan.
Dua Belas Titik, Sebagian Belum Tersentuh
Dari 12 lokasi yang masuk daftar, sejumlah titik bahkan sama sekali belum dibangun. Aminuddin menyebut seluruhnya tetap masuk rencana penyelesaian tanpa terkecuali.
"Memang kita ada rencana membangun semuanya, di 12 unit, di 12 titik itu, di 12 lokasi. Ada juga (dari 12 proyek itu) yang sama sekali belum dibangun," kata Aminuddin, dikutip Kamis (17/9).
BP BUMN akan memetakan lokasi satu per satu untuk menentukan prioritas. Dua kriteria utama yang dipakai: kelayakan proyek dan tingkat keterjualan unit yang sudah berjalan.
"Nanti minggu ini sampai minggu depan, saya rencana keliling lokasi itu. Nanti kita identifikasi yang pertama, (proyek) yang pasti yang sangat layak untuk dilanjutkan. Yang kedua juga (proyek yang) memang (tingkat) keterjualannya sudah paling banyak," ujar dia.
Menunggu Hasil Inventarisasi Korban
BP BUMN sudah menggelar pertemuan dengan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), PT Adhi Karya, dan perwakilan konsumen LRT City. Forum itu menyepakati tenggat inventarisasi jumlah korban proyek pada awal Oktober mendatang.
Seluruh pihak berkomitmen mengawal penyelesaian kasus sesuai lini waktu yang disepakati. Aminuddin menegaskan belum ada opsi refund lantaran proses pendataan masih berjalan.
"Kita belum ada pilihan untuk itu (pengembalian dana/refund). Nanti sekali lagi, kami menunggu hasil dari inventaris," ujar dia.
Dana Disiapkan Sejak Akhir Agustus
Danantara Indonesia menyatakan telah menyiapkan Rp 456 miliar sejak akhir Agustus 2026. Dana itu dialokasikan khusus untuk menuntaskan permasalahan proyek hunian LRT City yang dikembangkan ADCP.
Langkah ini menjadi ujian bagi BP BUMN dalam menangani proyek properti BUMN yang mangkrak. Publik akan menilai apakah intervensi Rp 456 miliar mampu memulihkan kepercayaan konsumen terhadap proyek berbasis transit oriented development tersebut.
Identifikasi lokasi pekan ini akan menjadi penentu arah penyelesaian. Jika proyek dengan keterjualan tinggi didahulukan, sebagian konsumen bisa segera mendapat kepastian unit, sementara titik lain menyusul bergantung hasil inventarisasi awal Oktober.