Kemdiktisaintek dan Kemendes PDT Jajaki Skema Kampus Pendamping Desa Tematik

Kamis, 17 September 2026 | 11:18:00 WIB

SUARARAKYAT.COKementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi bersama Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal menjajaki kerja sama yang mempertemukan kapasitas perguruan tinggi dengan kebutuhan spesifik tiap desa. Penjajakan itu mencakup penelitian dan pengabdian masyarakat yang disesuaikan dengan potensi setempat, dari pertanian hingga ekonomi kreatif. Kolaborasi ini juga membuka ruang bagi mahasiswa dan dosen memperkuat Tridarma Perguruan Tinggi lewat kerja lapangan.

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto menyatakan pihaknya tengah mencocokkan fakultas atau program studi yang relevan dengan kebutuhan masing-masing desa. Skema itu disiapkan agar pendampingan tidak berjalan seragam, melainkan mengikuti karakteristik wilayah yang berbeda-beda.

"Kita lakukan matching antara kampus dan desa, fakultas mana yang relevan untuk membantu desa. Ini kita sesuaikan dengan kebutuhan masing-masing desa," kata Brian dalam keterangan di Jakarta, Kamis.

Pendampingan Tematik Sesuai Potensi Wilayah

Kemdiktisaintek menyebut ada sejumlah skema pendampingan yang bisa dipakai perguruan tinggi. Pendekatan tematik dipilih supaya keahlian kampus tersalurkan tepat sasaran.

  • Pertanian dan peternakan untuk desa dengan basis lahan atau ternak
  • Perikanan bagi wilayah pesisir dan desa yang mengandalkan sektor kelautan
  • Ekonomi kreatif untuk desa dengan produk kerajinan atau industri rumahan
  • Budaya bagi desa yang mengembangkan potensi adat dan pariwisata berbasis tradisi

Dengan cara itu, fakultas atau program studi yang punya keahlian di bidang tertentu bisa diterjunkan ke desa yang memang sedang mengembangkan sektor tersebut. Brian menilai kolaborasi ini dapat mempertemukan sumber daya dan keahlian perguruan tinggi dengan potensi desa secara lebih tepat sasaran.

Desa Tematik Jadi Ruang Kolaborasi

Gagasan tersebut disambut baik Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto. Menurutnya, ada peluang untuk mempertemukan sumber daya perguruan tinggi dengan program pengembangan desa yang sudah berjalan, salah satunya lewat desa tematik.

"Program desa tematik yang sudah berjalan sangat bermanfaat, seperti desa ekspor, pendapatan masyarakat meningkat pesat," ujar Yandri.

Desa tematik dinilai bisa menjadi ruang kolaborasi bagi kampus, baik dalam pendampingan maupun pengembangan pengetahuan dan inovasi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat setempat.

Mahasiswa dan Dosen Terlibat Sesuai Kompetensi

Kerja sama ini juga membuka ruang bagi perguruan tinggi untuk memperkuat pelaksanaan Tridarma Perguruan Tinggi. Pengalaman pembelajaran dan penelitian berbasis persoalan lapangan menjadi salah satu jalur yang ditawarkan.

Mahasiswa dan dosen dapat terlibat sesuai kompetensi masing-masing. Desa berperan sebagai mitra dalam mengembangkan program yang relevan dengan kebutuhan setempat.

Ke depan, kedua kementerian akan mengeksplorasi lebih lanjut bentuk kolaborasi yang dapat mempertemukan program pengembangan desa dengan kapasitas perguruan tinggi. Sinergi itu diharapkan memberi manfaat bagi kedua pihak sekaligus memperkuat peran kampus dalam pembangunan berbasis potensi dan kebutuhan masyarakat di daerah.

Terkini