Polda Banten Dampingi Psikososial Keluarga Kru KM Arupadatu I di Hari Kesembilan SAR

Rabu, 16 September 2026 | 22:37:00 WIB

SUARARAKYAT.CO — Tim psikologi Polda Banten memperluas pendampingan kesehatan jiwa kepada keluarga penumpang dan kru KM Arupadatu I yang masih hilang di perairan Selat Sunda. Pendampingan berjalan sejak hari kedua operasi SAR dan dirancang berlanjut meski masa pencarian diperpanjang. Kepala Kantor SAR Banten menyatakan strategi pencarian akan dievaluasi pada Kamis (17/9).

Kepolisian Daerah Banten mengintensifkan layanan pendampingan kesehatan psikososial bagi keluarga jurnalis dan kru kapal cepat KM Arupadatu I. Langkah itu diambil seiring operasi SAR yang memasuki hari kesembilan tanpa hasil.

Ketua Tim Trauma Healing Psikologi Polda Banten IPTU Nurhafid menyatakan kehadiran tim psikologi bertujuan mencegah trauma berat dan gangguan kecemasan akut pada keluarga korban. Menurut dia, kemungkinan itu terjadi sangat kecil, tetapi pencegahan tetap dijalankan.

Asesmen: Keluarga di Tingkat Stres Sedang

Hasil asesmen sementara menunjukkan kondisi psikologis keluarga masih berada pada tingkat stres sedang. Nurhafid menyebut keluarga korban belum memerlukan intervensi obat-obatan atau penanganan psikiatri.

"Kami mendampingi dan mendengarkan mereka, baik ayah, ibu, keluarga atau saudara dari penumpang kapal. Ya sejak hari kedua operasi sampai sekarang tim kami datangi mereka semua atau mereka datang ke posko kami," kata Nurhafid di Posko Utama SAR Carita, Pandeglang, Rabu.

Pendampingan dijalankan personel bagian Psikologi Biro SDM Polda Banten secara berkelanjutan. Tim akan terus memantau kondisi keluarga meski operasi SAR gabungan nanti dinyatakan selesai.

"Selama ini kami menggunakan pendampingan terus-menerus, juga melibatkan jajaran Polres hingga fasilitas kesehatan di tingkat kecamatan setelah operasi selesai, begitu," ujarnya.

Tim SAR dan Jurnalis Lapangan Juga Dapat Penguatan Mental

Selain keluarga korban, tim psikologi memberikan penguatan mental bagi personel tim SAR gabungan. Rekan-rekan jurnalis yang bertugas meliput langsung kegiatan pencarian di lapangan juga mendapat pendampingan serupa.

Nurhafid mengonfirmasi kebosanan yang diperkuat kelelahan fisik dialami tidak hanya keluarga, tetapi juga tim SAR dan jurnalis. Semua pihak dinilainya menyimpan ekspektasi dan harapan besar atas keberhasilan operasi yang penuh dinamika ini.

"Kecapean, bosan, kangen keluarga itu ditemukan dalam operasi, makanya mereka juga perlu penguatan atau pendampinganlah. Ya, dalam kondisi ini kami banyak mendengarkan apa yang mereka rasakan, jadi teman ngobrol saja, sehingga mereka lega dan siap kembali bertugas," ungkapnya.

Area Pencarian Capai 3.439 NM Persegi, Nihil Hasil

Operasi SAR hari kesembilan terhadap rombongan jurnalis dan kru kapal cepat KM Arupadatu I dinyatakan nihil. Total luas area pencarian hari itu mencakup 3.439 nautical mile (NM) persegi.

Kawasan pencarian meliputi pesisir sekitar Gunung Anak Krakatau di wilayah Banten dan Lampung hingga Pulau Enggano, Provinsi Bengkulu. Delapan penumpang KM Arupadhatu 1 masih dalam pencarian di perairan Selat Sunda.

Kepala Kantor SAR Banten Al Amrad mengatakan strategi pencarian akan terus diperbarui untuk memaksimalkan sisa masa perpanjangan operasi. Berdasarkan jadwal sebelumnya, masa perpanjangan berakhir Kamis (17/9).

"Kami akan evaluasi besok bagaimana. Terima kasih bapak-Ibu sekalian, rekan-rekan jurnalis masih setia menunggu. Masih tetap dengan harapan yang sama, kita semua, semoga ada tanda-tanda korban segera ditemukan," kata Al Amrad.

Terkini