JAKARTA - Bloomberg Global Health Index kembali merilis daftar negara dengan tingkat kesehatan terbaik di dunia.
Indeks ini menilai negara berdasarkan faktor risiko kesehatan, ketersediaan air bersih, malnutrisi, penyebab kematian utama, serta rata-rata harapan hidup warganya.
Skor maksimal mencapai 100, dan negara dengan skor tinggi menunjukkan keberhasilan dalam melindungi kesehatan masyarakat melalui sistem layanan kesehatan berkualitas dan kebijakan preventif yang efektif.
Laporan terbaru menunjukkan bahwa lima negara teratas berhasil mencapai skor tinggi karena kombinasi gaya hidup sehat, sistem kesehatan yang terkelola baik, serta kebijakan publik yang menekankan pencegahan penyakit.
Sementara itu, Indonesia menempati posisi 109 dari 197 negara dengan skor 68,84, menunjukkan masih banyak ruang untuk perbaikan. Berikut ulasan lebih mendetail tentang lima negara dengan kesehatan terbaik menurut Bloomberg Global Health Index 2025.
Pola Makan Mediterania Mendongkrak Kesehatan Spanyol
1. Spanyol
Menempati peringkat teratas dengan skor 92,75. Keunggulan Spanyol tidak lepas dari pola makan Mediterania yang kaya akan minyak zaitun, buah, sayur, dan makanan segar. P
rogram pengendalian perokok yang ketat juga berperan dalam menjaga kualitas kesehatan warga. Sistem kesehatan publik yang baik memungkinkan masyarakat mendapatkan layanan medis berkualitas tanpa hambatan, sekaligus meningkatkan kesadaran akan pola hidup sehat.
Selain itu, pemerintah Spanyol aktif menjalankan kampanye pencegahan penyakit kronis dan menyediakan fasilitas olahraga publik. Semua faktor ini mendorong warga Spanyol memiliki harapan hidup yang tinggi serta risiko kesehatan rendah.
2. Italia
Berhasil meraih skor 91,59, hanya sedikit di bawah Spanyol. Seperti Spanyol, masyarakat Italia mengadopsi pola makan Mediterania sebagai gaya hidup sehari-hari. Pemerintah juga menjalankan program pencegahan penyakit secara agresif, termasuk vaksinasi dan edukasi tentang penyakit yang bisa dicegah.
Kombinasi gaya hidup sehat dan kebijakan preventif menjadikan warga Italia memiliki risiko kematian akibat penyakit yang bisa dicegah lebih rendah dibanding banyak negara lain. Penekanan pada pola makan sehat dan olahraga rutin turut mendongkrak kualitas hidup masyarakat.
3. Jepang
Menjadi satu-satunya negara Asia yang masuk daftar lima besar dengan skor 91,38. Jepang dikenal memiliki harapan hidup tertinggi di dunia.
Masyarakat Jepang secara konsisten rutin berolahraga, menjaga pola makan seimbang, dan fokus pada pencegahan penyakit sejak dini.
Program kesehatan pemerintah Jepang, termasuk pemeriksaan kesehatan berkala dan edukasi gaya hidup sehat, memastikan penduduk tetap produktif dan risiko penyakit kronis dapat ditekan. Budaya hidup disiplin di Jepang turut mendukung keberhasilan ini.
4. Swiss
Meraih skor 90,93, dengan sistem kesehatan yang dikelola oleh setiap negara bagian secara efektif. Pendanaan layanan kesehatan bersumber dari iuran sosial, premi peserta, dan pajak lokal. Keberadaan pemandangan alam yang indah memudahkan warga untuk melakukan aktivitas fisik rutin, mendukung kesehatan mental, dan menurunkan tingkat stres.
Selain itu, Swiss menekankan pendidikan kesehatan publik dan kampanye hidup aktif. Hal ini memperkuat kesadaran warga untuk menjaga kesehatannya sendiri sekaligus memanfaatkan layanan kesehatan berkualitas yang tersedia.
5. Singapura
Memperoleh skor 89,29 berkat sistem kesehatan efisien yang didukung subsidi pemerintah. Pemerintah menerapkan regulasi ketat terkait rokok dan polusi, serta mendorong program olahraga dan pemeriksaan kesehatan dini. Kampanye pencegahan obesitas dan penyakit lain dilakukan secara masif, sehingga risiko kesehatan penduduk dapat ditekan.
Fokus Singapura pada inovasi pelayanan kesehatan, integrasi data medis, dan akses yang mudah ke fasilitas kesehatan membantu menjaga kualitas hidup warganya tetap tinggi, meski negara ini memiliki kepadatan penduduk yang tinggi.
Pelajaran untuk Indonesia
Indonesia berada di posisi 109 dari 197 negara, dengan skor 68,84. Tantangan utama meliputi harapan hidup sehat yang masih rendah, prevalensi obesitas, tingginya angka depresi, dan tingkat kebahagiaan warga yang belum optimal.
Posisi ini menunjukkan perlunya investasi lebih besar dalam layanan kesehatan publik, kampanye edukasi masyarakat, dan strategi pencegahan penyakit.
Kelima negara teratas membuktikan bahwa kombinasi gaya hidup sehat, kebijakan preventif, dan sistem layanan kesehatan yang terkelola baik dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Indonesia dapat mengambil pelajaran dari strategi mereka, seperti promosi pola makan sehat, olahraga rutin, vaksinasi, dan akses mudah ke layanan kesehatan.
Dengan peningkatan kesadaran masyarakat dan dukungan kebijakan publik, kualitas kesehatan nasional Indonesia berpotensi meningkat secara signifikan di masa mendatang.