Kisaran Biaya Liburan ke Jepang Selama 7 Hari? Simak Penjelasannya!

Kisaran Biaya Liburan ke Jepang Selama 7 Hari? Simak Penjelasannya!
biaya liburan ke jepang

Jakarta - Biaya liburan ke Jepang menjadi salah satu pertimbangan utama sebelum merencanakan perjalanan ke Negeri Sakura. 

Jepang selalu menarik wisatawan dengan perpaduan budaya tradisional, kemajuan teknologi, dan keindahan alamnya. 

Agar perjalanan menyenangkan dan bebas stres, penting untuk mengetahui perkiraan pengeluaran terlebih dahulu.

Artikel ini akan menjelaskan secara detail kisaran biaya liburan ke Jepang selama 7 hari, mencakup tiket pesawat, penginapan, transportasi, makanan, dan tiket masuk ke berbagai tempat wisata. 

Dengan gambaran pengeluaran yang jelas, kamu dapat menyiapkan dana dengan tepat sehingga perjalanan ke Jepang lebih nyaman dan sesuai dengan anggaran yang tersedia.

Kisaran Biaya Liburan ke Jepang 7 Hari

Untuk memastikan perjalanan tetap menyenangkan tanpa stres soal pengeluaran, berikut perkiraan biaya liburan ke Jepang selama 7 hari yang perlu diperhitungkan.

1. Tiket Pesawat

Harga tiket dari Indonesia menuju Jepang sangat dipengaruhi oleh maskapai, kelas penerbangan, dan waktu pembelian. 

Membeli tiket lebih awal biasanya memberikan harga yang lebih murah. Secara umum, tiket pulang-pergi dari Jakarta ke Tokyo atau Osaka berada di kisaran Rp10.000.000 hingga Rp14.000.000. 

Beberapa maskapai seperti Japan Airlines, ANA, dan Garuda Indonesia menyediakan penerbangan langsung, sementara maskapai seperti AirAsia atau Scoot menawarkan harga lebih ekonomis dengan transit.

2. Akomodasi

Jepang menawarkan berbagai pilihan penginapan, mulai dari hostel, hotel kapsul, hingga hotel berbintang lima. 

Jika mencari kenyamanan dengan biaya terjangkau, hotel bintang dua atau tiga bisa menjadi opsi ideal. 

Harga per malam untuk penginapan standar di area populer seperti Tokyo, Osaka, atau Kyoto berkisar antara Rp700.000 hingga Rp1.000.000. 

Untuk perjalanan tujuh malam, total biaya akomodasi diperkirakan antara Rp4.900.000 hingga Rp7.000.000. Hostel bisa menjadi alternatif lebih hemat bagi yang ingin menekan pengeluaran.

3. Transportasi

Transportasi di Jepang terkenal cepat dan efisien, tetapi bisa menguras anggaran jika tidak direncanakan. 

Untuk perjalanan antar kota, Japan Rail Pass (JR Pass) 7 hari menjadi pilihan ekonomis, dengan harga sekitar 29.650 yen (sekitar Rp3.900.000). 

Pass ini berlaku untuk kereta Shinkansen dan kereta JR lainnya, sehingga membantu menghemat biaya perjalanan.

Untuk transportasi dalam kota, kartu IC seperti Suica atau Pasmo memudahkan mobilitas di kota-kota besar seperti Tokyo dan Osaka. 

Biaya harian transportasi umum dalam kota berkisar antara Rp70.000 hingga Rp150.000, tergantung frekuensi penggunaan dan jarak yang ditempuh.

4. Makanan

Pengeluaran untuk makan di Jepang bervariasi tergantung tempat dan jenis makanan. Jika ingin lebih hemat, konbini (minimarket) atau restoran cepat saji bisa menjadi pilihan, dengan biaya sekitar Rp70.000 hingga Rp100.000 per sekali makan. 

Dengan tiga kali makan sehari, total biaya harian berkisar Rp210.000 hingga Rp300.000, sehingga untuk tujuh hari menjadi sekitar Rp1.470.000 hingga Rp2.100.000.

Bagi yang ingin menikmati kuliner khas Jepang, seperti sushi, ramen, atau yakiniku di restoran lebih premium, tentu anggarannya akan lebih tinggi. Namun, banyak restoran dengan harga terjangkau yang tetap menyajikan kualitas makanan yang baik.

5. Biaya Masuk Tempat Wisata

Jepang memiliki beragam destinasi wisata menarik, mulai dari kuil bersejarah hingga taman hiburan terkenal seperti Disneyland Tokyo atau Universal Studios Japan. 

Harga tiket untuk tempat wisata biasa biasanya berkisar Rp100.000 hingga Rp200.000 per lokasi. 

Jika mengunjungi tiga tempat per hari, total untuk tujuh hari bisa mencapai Rp3.150.000 hingga Rp4.200.000.

Untuk taman hiburan besar, tiket masuknya lebih tinggi, sekitar Rp1.000.000 per orang. Jika ingin memasukkan destinasi ini ke rencana perjalanan, pastikan menyiapkan anggaran tambahan.

6. Internet dan Komunikasi

Agar tetap terhubung selama di Jepang, opsi yang bisa dipilih adalah menyewa Wi-Fi portabel atau membeli SIM card lokal. 

Biaya sewa Wi-Fi portabel sekitar Rp75.000 per hari, sehingga total untuk tujuh hari mencapai Rp525.000. 

Alternatif lain adalah menggunakan SIM card prabayar dengan paket data yang cukup untuk kebutuhan perjalanan.

7. Estimasi Total Biaya

Berdasarkan rincian di atas, perkiraan biaya liburan selama tujuh hari di Jepang adalah sebagai berikut:

  • Tiket Pesawat: Rp10.000.000 – Rp14.000.000
  • Akomodasi: Rp4.900.000 – Rp7.000.000
  • Transportasi: Rp3.900.000 – Rp5.000.000
  • Makanan: Rp1.470.000 – Rp2.100.000
  • Biaya Masuk Tempat Wisata: Rp3.150.000 – Rp4.200.000
  • Internet dan Komunikasi: Rp525.000 – Rp700.000

Dengan demikian, total estimasi biaya liburan selama tujuh hari berada di kisaran Rp23.945.000 hingga Rp33.000.000.

Anggaran ini bisa disesuaikan dengan gaya perjalanan. Untuk perjalanan hemat, kamu bisa mencari promo tiket, memilih penginapan yang lebih terjangkau, dan memaksimalkan transportasi umum. 

Sebaliknya, untuk pengalaman lebih nyaman, anggaran lebih besar memungkinkan pilihan yang lebih fleksibel.

Dengan perencanaan yang matang, perjalanan selama tujuh hari ke Jepang dapat berlangsung menyenangkan tanpa khawatir soal pengeluaran tak terduga. 

Informasi ini akan membantu merencanakan liburan yang lebih nyaman dan sesuai anggaran.

Tips Liburan 7 Hari di Jepang agar Lebih Nyaman dan Efisien

Perjalanan selama 7 hari di Jepang bisa menjadi pengalaman tak terlupakan, namun tanpa persiapan yang tepat, liburanmu mungkin tidak maksimal. 

Jepang menawarkan transportasi yang cepat dan efisien, tempat wisata yang menarik, serta budaya yang unik, sehingga beberapa persiapan penting akan membantu perjalanan berjalan lancar. 

Berikut tips agar liburan selama seminggu lebih nyaman dan terorganisir:

Tentukan Waktu yang Tepat
Jepang memiliki empat musim dengan keunikan masing-masing. Jika ingin menikmati bunga sakura, waktu terbaik adalah akhir Maret hingga awal April. Untuk merasakan keindahan musim gugur, datanglah pada Oktober hingga November. 

Sebaiknya hindari Golden Week (akhir April–awal Mei) dan Silver Week (pertengahan September), karena banyak wisatawan lokal berlibur pada periode ini, sehingga tempat wisata penuh dan harga penginapan cenderung naik.

Buat Itinerary yang Realistis
Dengan durasi hanya tujuh hari, susun rencana perjalanan agar tidak terburu-buru. Rute populer biasanya mencakup Tokyo, Kyoto, dan Osaka. 

Kamu bisa menghabiskan 3–4 hari di Tokyo, kemudian menjelajahi Kyoto dan Osaka untuk melihat situs bersejarah dan mencicipi kuliner khas. 

Jika ingin perjalanan lebih santai, fokus pada dua kota saja agar tidak kelelahan berpindah lokasi.

Gunakan Transportasi yang Tepat
Untuk menghemat biaya perjalanan antar kota, Japan Rail Pass (JR Pass) sangat direkomendasikan karena memungkinkan penggunaan kereta Shinkansen dan kereta JR lain secara bebas dalam periode tertentu. 

Untuk transportasi dalam kota, kartu IC seperti Suica atau Pasmo memudahkan naik kereta, bus, dan bahkan berbelanja di minimarket. 

Jika aktivitasmu lebih banyak di Kyoto, Kyoto Bus Pass dapat menjadi pilihan praktis dengan akses tak terbatas ke bus lokal.

Pilih Penginapan yang Strategis
Agar liburan lebih efisien, pilih akomodasi dekat stasiun utama. Di Tokyo, Shinjuku, Shibuya, dan Ueno menawarkan akses mudah ke berbagai tempat. 

Di Kyoto, menginap di sekitar Stasiun Kyoto mempermudah perjalanan ke destinasi wisata. 

Sedangkan di Osaka, area Namba dan Umeda populer sebagai lokasi strategis. Untuk pengalaman unik, coba menginap di ryokan, penginapan tradisional Jepang yang menggunakan futon dan tatami, memberikan nuansa khas Jepang.

Kelola Pengeluaran Makanan
Jepang menawarkan beragam pilihan kuliner, mulai dari yang ekonomis hingga premium. Untuk menghemat, kamu bisa membeli makanan di konbini (minimarket) dengan harga sekitar 300–600 yen per porsi. 

Restoran cepat saji khas Jepang biasanya membanderol makanan sekitar 500–800 yen per porsi.

Jika ingin mencicipi hidangan khas seperti sushi atau ramen di restoran populer, siapkan anggaran sekitar 1.000–3.000 yen per makan. 

Sedangkan pengalaman all-you-can-eat seperti yakiniku atau shabu-shabu biasanya berkisar 3.000–5.000 yen per orang.

Kunjungi Tempat Wisata Terkenal
Jepang memiliki banyak destinasi menarik, jadi fokuslah pada yang paling sesuai dengan minatmu. Beberapa rekomendasi di tiap kota:

  • Tokyo:
    • Shibuya Crossing – persimpangan tersibuk di dunia.
    • Senso-ji Temple – kuil bersejarah di Asakusa.
    • Harajuku & Takeshita Street – pusat fashion unik dan jajanan khas Jepang.
  • Kyoto:
    • Fushimi Inari Taisha – gerbang torii merah yang ikonik.
    • Arashiyama Bamboo Forest – hutan bambu yang menenangkan.
    • Kinkaku-ji (Golden Pavilion) – kuil emas yang terkenal.
  • Osaka:
    • Dotonbori – pusat kuliner dan hiburan dengan papan reklame Glico Man.
    • Osaka Castle – kastil bersejarah kota Osaka.
    • Universal Studios Japan – taman hiburan populer bagi penggemar Harry Potter dan Minions.
    • Manfaatkan Tiket Terusan
      Untuk perjalanan dengan transportasi umum, gunakan tiket terusan agar lebih hemat. Di Tokyo, Tokyo Subway Ticket memberi akses tak terbatas ke seluruh jalur metro. 

Di Kyoto, Kyoto City Bus Pass mempermudah akses ke berbagai destinasi wisata dengan harga tetap per hari.

Pahami Etika dan Kebiasaan Lokal
Budaya Jepang sangat menghargai ketertiban dan kebersihan. Beberapa hal penting yang perlu diperhatikan:

  • Antri dengan tertib saat naik kereta atau bus.
  • Jangan berbicara keras di tempat umum, terutama di transportasi.
  • Buang sampah pada tempatnya karena tempat sampah jarang ditemui.
  • Lepas sepatu saat masuk rumah atau penginapan tradisional.
  • Siapkan Internet dan Komunikasi
    Agar tetap terhubung, kamu bisa menyewa Wi-Fi portabel atau membeli SIM card lokal. Wi-Fi portabel bisa dipakai untuk beberapa perangkat sekaligus, cocok untuk perjalanan dengan teman atau keluarga. 

SIM card prabayar biasanya menawarkan kuota terbatas namun cukup untuk navigasi dan komunikasi selama di Jepang.

Bawa Uang Tunai yang Cukup
Meskipun banyak tempat kini menerima kartu kredit dan e-wallet, restoran kecil, kuil, dan toko tradisional sering hanya menerima uang tunai. 

Pastikan menukar yen sebelum berangkat atau menarik dari ATM yang menerima kartu internasional.

Sebagai penutup, dengan persiapan yang matang, perjalanan 7 hari di Jepang bisa menjadi pengalaman seru dan tak terlupakan. 

Tentukan waktu kunjungan yang tepat, buat itinerary yang realistis, gunakan transportasi umum secara efisien, dan pahami budaya setempat agar perjalanan lebih nyaman. 

Panduan ini juga membantumu memperkirakan biaya liburan ke Jepang dengan lebih akurat. Selamat menikmati liburan!

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index