JAKARTA - Merawat bibir kini tidak lagi sekadar mengoleskan pelembap seadanya.
Seiring berkembangnya industri kecantikan, produk perawatan bibir hadir dengan fungsi yang semakin spesifik. Dua di antaranya yang sering membuat banyak orang ragu saat memilih adalah lip serum dan lip balm. Keduanya sama-sama ditujukan untuk menjaga kesehatan bibir, tetapi cara kerjanya jauh berbeda.
Sekilas, lip serum dan lip balm memang tampak serupa. Keduanya hadir dalam kemasan kecil, praktis, dan mudah dibawa ke mana saja. Bahkan, sebagian orang masih menganggap keduanya bisa saling menggantikan. Padahal, fungsi, kandungan, hingga cara penggunaannya memiliki perbedaan yang cukup signifikan.
Memahami perbedaan lip serum dan lip balm bukan hanya soal mengikuti tren, melainkan tentang memberikan perawatan yang sesuai dengan kebutuhan bibir. Kulit bibir jauh lebih tipis dibandingkan kulit wajah, sehingga memerlukan pendekatan yang tepat agar tetap sehat, lembap, dan terlindungi. Berikut ini lima perbedaan lip serum dan lip balm sebagaimana dilansir dari Healthline, Dermstore, dan American Academy of Dermatology (AAD).
1. Kemampuan Menyerap ke Dalam Kulit Bibir
Perbedaan lip serum dan lip balm yang pertama terletak pada kemampuan penyerapannya.
Lip serum diformulasikan dengan teknologi molekul berukuran kecil sehingga mampu menembus lapisan kulit bibir lebih dalam. Berdasarkan riset yang dikutip oleh Healthline, lip serum bekerja secara seluler untuk membantu memperbaiki struktur kulit bibir dari dalam, bukan hanya di permukaan.
Sebaliknya, lip balm memiliki molekul yang lebih besar dan berat. Produk ini bekerja di lapisan terluar bibir dengan membentuk lapisan pelindung. Fungsi utamanya adalah menciptakan penghalang fisik agar bibir tidak kehilangan kelembapan akibat paparan lingkungan luar.
2. Kandungan Bahan Aktif dan Tingkat Konsentrasi
Perbedaan lip serum dan lip balm yang kedua dapat dilihat dari kandungan bahan aktifnya.
Lip serum dikenal sebagai perawatan dengan konsentrasi tinggi. Produk ini biasanya mengandung bahan aktif seperti hyaluronic acid untuk hidrasi intens, peptide untuk membantu merangsang kolagen, serta vitamin C atau ferulic acid yang berperan dalam mencerahkan warna bibir.
Di sisi lain, lip balm lebih mengandalkan bahan oklusif dan emolien seperti beeswax, shea butter, atau petroleum jelly. Kandungan tersebut berfungsi untuk mengunci kelembapan dan memberikan rasa nyaman secara instan, meskipun tidak bekerja jauh ke lapisan dalam kulit bibir.
3. Fungsi Utama dalam Perawatan Bibir
Perbedaan lip serum dan lip balm yang ketiga terletak pada tujuan penggunaannya.
Lip serum berperan sebagai perawatan intensif. Produk ini difokuskan untuk mengatasi permasalahan bibir seperti warna bibir yang menggelap akibat sinar matahari, munculnya garis halus, bibir pecah-pecah yang parah, hingga berkurangnya volume bibir.
Sementara itu, lip balm lebih berfungsi sebagai perlindungan harian. Mengacu pada panduan dari American Academy of Dermatology (AAD), lip balm sangat penting untuk mencegah penguapan air atau Transepidermal Water Loss yang sering terjadi akibat cuaca panas, angin, udara dingin, atau paparan AC dalam ruangan.
4. Tekstur Produk dan Hasil Akhir di Bibir
Perbedaan lip serum dan lip balm yang keempat dapat dirasakan dari tekstur dan hasil akhirnya.
Lip serum umumnya memiliki tekstur cair, gel ringan, atau minyak tipis yang cepat meresap ke dalam bibir. Setelah digunakan, bibir terasa lebih lembap, kenyal, dan tampak segar tanpa meninggalkan kesan lengket atau berminyak.
Sebaliknya, lip balm memiliki tekstur lebih padat dan berlilin. Saat diaplikasikan, produk ini meninggalkan lapisan yang terasa jelas di permukaan bibir. Efek akhirnya bisa berupa kilap atau tampilan matte, tergantung formulasi, dengan sensasi licin ketika kedua bibir saling bersentuhan.
5. Waktu serta Intensitas Penggunaan
Perbedaan lip serum dan lip balm yang kelima terletak pada waktu dan frekuensi pemakaiannya.
Lip serum dianjurkan digunakan sebagai perawatan rutin dengan intensitas terbatas, biasanya dua kali sehari pada pagi dan malam hari. Pengaplikasian sebaiknya dilakukan pada bibir yang bersih agar bahan aktifnya dapat bekerja maksimal. Penggunaan di malam hari dinilai efektif untuk mendukung proses regenerasi sel selama tidur.
Sementara itu, lip balm dirancang untuk penggunaan fleksibel. Produk ini dapat diaplikasikan kapan saja sesuai kebutuhan, baik saat bibir terasa kering, setelah makan, maupun sebelum menggunakan lipstik sebagai lapisan dasar agar bibir tetap halus.
Demikian lima perbedaan lip serum dan lip balm yang perlu dipahami sebelum menentukan pilihan. Jika bibir berada dalam kondisi normal dan hanya membutuhkan perlindungan dari udara kering atau cuaca ekstrem, lip balm sudah cukup untuk digunakan sehari-hari.
Namun, apabila Anda menghadapi masalah seperti bibir gelap, pecah-pecah parah, atau tanda-tanda penuaan pada bibir, penggunaan lip serum sangat disarankan. Untuk hasil optimal, banyak pakar kecantikan menganjurkan teknik layering, yakni mengaplikasikan lip serum terlebih dahulu untuk menutrisi bibir, lalu mengunci kelembapannya dengan lip balm di lapisan atas.
Dengan memahami fungsi masing-masing produk, perawatan bibir dapat dilakukan secara lebih tepat dan efektif sesuai kebutuhan.