KEMENAG

Siswa MAN 1 Seluma Lestarikan Budaya Melalui Ujian Praktik Tari

Siswa MAN 1 Seluma Lestarikan Budaya Melalui Ujian Praktik Tari
Siswa MAN 1 Seluma Lestarikan Budaya Melalui Ujian Praktik Tari

JAKARTA - Di tengah gempuran tren budaya populer global, upaya menjaga identitas nasional menjadi misi penting yang diemban oleh institusi pendidikan. Hal inilah yang tercermin secara nyata di lapangan MAN 1 Seluma, di mana deretan gerak ritmis dan balutan kostum tradisional menjadi pusat perhatian. Siswa-siswi kelas XII tidak sekadar mengikuti prosedur akademik untuk memenuhi nilai kelulusan, namun mereka tengah merayakan kekayaan intelektual bangsa melalui sebuah pagelaran tari yang megah. Acara ini menjadi panggung pembuktian bahwa nilai-nilai tradisi masih memiliki tempat terhormat di hati generasi muda, sekaligus menjadi simbol kesiapan mental mereka sebelum meninggalkan bangku madrasah.

Ekspresi Seni Sebagai Fondasi Karakter Generasi Muda

Suasana haru dan bangga menyelimuti lingkungan madrasah saat para siswa kelas XII sukses menyelenggarakan Ujian Praktik Pagelaran Tari. Kegiatan yang berlangsung pada Kamis ini merupakan integrasi dari pembelajaran teori di kelas yang diwujudkan dalam aksi panggung nyata. Lapangan sekolah yang biasanya digunakan untuk upacara, disulap menjadi ruang kreativitas yang penuh energi, memicu decak kagum dari seluruh warga sekolah yang hadir menyaksikan.

Kepala MAN 1 Seluma, Ichwan Saputra, M.Pd., memberikan apresiasi tinggi terhadap dedikasi para siswanya. Beliau memandang kegiatan ini memiliki dimensi yang lebih luas daripada sekadar perolehan angka di rapor. Menurutnya, pagelaran ini bukan sekadar ujian, melainkan wadah bagi anak-anak untuk mengekspresikan diri dan yang lebih penting menanamkan rasa cinta serta tanggung jawab terhadap kekayaan budaya bangsa. Ichwan meyakini bahwa keterlibatan aktif siswa dalam seni tradisional akan membentuk karakter yang kuat dan menghargai akar sejarah. Mereka telah menunjukkan bahwa generasi muda mampu menjadi pewaris sekaligus inovator tradisi.

Standar Penilaian Profesional dalam Manajemen Pertunjukan

Dibalik kemegahan tata gerak yang ditampilkan, terdapat proses disiplin yang ketat di bawah arahan tenaga pendidik yang kompeten. Guru Mata Pelajaran Seni Budaya, Rihwan Suhada, S.Pd., mengungkapkan bahwa ujian ini dirancang untuk menguji kompetensi siswa secara komprehensif, tidak hanya dari aspek estetika gerak, tetapi juga dari sisi manajemen organisasi pertunjukan.

Rihwan menjelaskan bahwa penilaian dalam ujian praktik nari ini meliputi penghayatan dan ekspresi (30%), yakni kemampuan menjiwai karakter tarian dan menyampaikan pesan emosional kepada penonton. Selain itu, porsi penilaian yang besar juga diberikan pada manajemen pertunjukan (30%), yang meliputi kesiapan kostum, tata panggung, blocking (penempatan penari), hingga ketepatan waktu pertunjukan. Standar penilaian yang detail ini bertujuan agar siswa terbiasa bekerja secara profesional dan terorganisir, sebuah keterampilan yang sangat berguna di dunia kerja maupun perguruan tinggi nantinya.

Potensi Koreografer Muda dan Inovasi Tradisi

Hasil dari ujian praktik ini tergolong luar biasa. Rihwan mencatat adanya perkembangan signifikan pada kemampuan artistik siswa, di mana beberapa di antaranya mampu menyisipkan elemen inovatif tanpa menghilangkan esensi dari tarian tradisional yang dibawakan. Kualitas pertunjukan yang disuguhkan dinilai melampaui ekspektasi ujian sekolah pada umumnya.

“Hasilnya sangat memuaskan, bahkan beberapa kelompok menunjukkan potensi sebagai koreografer muda,” tambah Rihwan dengan nada bangga. Keberhasilan ini mengindikasikan bahwa proses belajar mengajar seni budaya di MAN 1 Seluma telah berhasil memicu nalar kritis dan kreativitas siswa dalam mengolah warisan budaya menjadi sesuatu yang relevan dengan zaman mereka.

Benteng Pelestarian Budaya di Lingkungan Madrasah

Pagelaran Ujian Praktik Tari MAN 1 Seluma akhirnya ditutup dengan sukses, meninggalkan kesan mendalam tentang kekayaan Indonesia dan bakat luar biasa yang dimiliki siswa-siswi kelas XII. Acara ini bukan sekadar seremoni perpisahan bagi angkatan yang akan lulus, melainkan sebuah pernyataan sikap bahwa madrasah memiliki peran sentral dalam menjaga kelestarian budaya nusantara.

Keberhasilan acara ini membuktikan bahwa MAN 1 Seluma tidak hanya unggul dalam ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi benteng pelestarian dan pengembangan seni budaya. Dengan memberikan ruang bagi seni tradisional untuk tumbuh dan diapresiasi, sekolah ini telah memberikan kontribusi nyata dalam memastikan bahwa harmoni gerak dan budaya nusantara tidak akan luntur ditelan waktu. Bagi para siswa, pengalaman ini akan menjadi bekal berharga untuk terus membawa identitas bangsa ke mana pun mereka melangkah di masa depan.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index