Pesta Tapai Batu Bara 2026 Bukukan Transaksi Ekonomi Miliaran Rupiah

Rabu, 18 Februari 2026 | 08:56:19 WIB
Pesta Tapai Batu Bara 2026 Bukukan Transaksi Ekonomi Miliaran Rupiah

JAKARTA - Kabupaten Batu Bara kembali membuktikan bahwa tradisi lokal mampu menjadi motor penggerak ekonomi yang luar biasa. Perhelatan Pesta Tapai, yang merupakan warisan budaya turun-temurun dalam menyambut bulan suci Ramadan, telah resmi berakhir dengan capaian yang sangat membanggakan. Tidak hanya menjadi ajang pelestarian nilai-nilai luhur, kegiatan ini sukses menggerakkan roda ekonomi masyarakat melalui partisipasi aktif para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) selama hampir satu bulan penuh.

Pada Minggu malam, 15 Februari 2026, suasana di Desa Dahari Selebar, Kecamatan Talawi, tampak semarak sekaligus khidmat saat pemerintah daerah secara resmi menutup rangkaian agenda tahunan tersebut. Pesta Tapai tahun ini bukan sekadar pasar malam budaya, melainkan telah bertransformasi menjadi identitas visual dan ekonomi yang mengukuhkan posisi Batu Bara sebagai daerah yang kaya akan kearifan lokal.

Capaian Fantastis Perputaran Ekonomi Sektor UMKM

Keberhasilan Pesta Tapai 2026 tercermin dengan jelas melalui angka-angka yang dirilis oleh instansi terkait. Berdasarkan data yang dihimpun oleh Dinas UMKM serta Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Batu Bara, dampak ekonomi dari kegiatan ini sangat signifikan terhadap pendapatan warga lokal.

Menurut Kepala Dinas UMKM beserta Dinas Perindustrian dan Perdagangan Batu Bara bahwa perputaran pendapatan selama 28 hari mencapai Rp. 5.896.000.800, ini merupakan pencapaian yang sangat membanggakan. Angka hampir enam miliar rupiah tersebut mengalir langsung kepada para pedagang tapai, pelaku kuliner, hingga penyedia jasa lainnya, yang membuktikan bahwa Pesta Tapai memiliki daya tarik pasar yang kuat di tengah masyarakat.

Melalui Pesta Tapai, Pemerintah Kabupaten Batu Bara berharap tradisi dan nilai-nilai budaya lokal terus terpelihara serta mampu memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat, khususnya pelaku usaha kecil dan menengah di daerah tersebut.

Standarisasi Kualitas dan Pelayanan Menuju Agenda 2027

Bupati Batu Bara, H. Baharuddin Siagian, yang memimpin langsung upacara penutupan tersebut, memberikan apresiasi mendalam kepada seluruh elemen yang terlibat. Namun, ia juga memberikan catatan penting sebagai panduan untuk penyelenggaraan di masa depan. Bagi Baharuddin, menjaga reputasi Pesta Tapai sebagai ikon daerah adalah tugas yang berkelanjutan.

Baharuddin menegaskan bahwa Pesta Tapai merupakan icon budaya Kabupaten Batu Bara yang menjadi tradisi dalam menyambut bulan suci Ramadan. Oleh karena itu, pelaksanaannya harus terus dijaga kualitasnya agar semakin baik dari tahun ke tahun. Ia menekankan bahwa kualitas produk dan keramahan adalah wajah asli masyarakat Batu Bara yang harus dirasakan oleh setiap pengunjung yang datang.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Batu Bara dan seluruh masyarakat, saya mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada semua pihak yang telah terlibat dalam penyelenggaraan Pesta Tapai Tahun 2026 ini,” ujar Bupati Baharuddin.

Evaluasi Menyeluruh: Senyum dan Keramahan Sebagai Kunci

Menatap penyelenggaraan tahun 2027, pemerintah daerah berkomitmen untuk melakukan perbaikan di berbagai lini. Fokus utama yang akan ditekankan adalah peningkatan kualitas sumber daya manusia dalam melayani tamu. Bupati menginginkan setiap pengunjung yang pulang dari Pesta Tapai membawa kesan mendalam yang positif.

Bupati Baharuddin meminta agar dilakukan evaluasi secara menyeluruh, terutama dalam aspek pelayanan kepada pengunjung. Ia menekankan pentingnya keramahan tuan rumah dalam menyambut tamu dengan semangat, senyum, dan sikap yang santun.

“Pelayanan adalah kunci. Tamu yang datang harus merasakan kenyamanan, sambutan yang hangat, serta kesan positif selama berada di Pesta Tapai,” tegasnya. Beliau percaya bahwa pelayanan yang tulus akan menjadi magnet tersendiri bagi wisatawan, baik dari dalam daerah maupun luar daerah.

Integritas Harga dan Keamanan Sebagai Prioritas

Selain aspek pelayanan, aspek teknis seperti konsistensi harga dan faktor keamanan juga menjadi sorotan tajam bupati. Hal ini bertujuan untuk melindungi konsumen dari praktik-praktik yang dapat merusak citra pariwisata Batu Bara secara keseluruhan.

Dirinya mengingatkan pentingnya menjaga kualitas produk, keseragaman harga, serta keamanan selama kegiatan berlangsung. Menurutnya, hal tersebut menjadi faktor utama agar pengunjung merasa puas dan terdorong untuk kembali hadir pada tahun-tahun berikutnya. Keseragaman harga menjadi sangat penting agar Pesta Tapai tetap menjadi pesta rakyat yang inklusif dan terjangkau bagi semua kalangan.

Acara penutupan Pesta Tapai Tahun 2026 tersebut diakhiri secara resmi oleh Bupati dengan suasana yang penuh antusiasme dari ribuan warga yang memadati lokasi. Dengan ditutupnya agenda tahun ini, Pemerintah Kabupaten Batu Bara mulai bersiap untuk merancang strategi yang lebih matang agar Pesta Tapai mendatang dapat melampaui capaian ekonomi dan kualitas pelayanan tahun ini, sekaligus tetap menjadi lumbung pelestarian budaya Melayu yang tak tergantikan.

Terkini