John Herdman Terpukau Atmosfer Super League 2025-2026 di SUGBK

Rabu, 28 Januari 2026 | 14:38:51 WIB
John Herdman Terpukau Atmosfer Super League 2025-2026 di SUGBK

JAKARTA - Pelatih Timnas Indonesia John Herdman akhirnya merasakan langsung atmosfer sepakbola nasional dari bangku stadion. Kehadirannya di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Jumat malam 23 Januari 2026 WIB, menjadi momen penting dalam proses adaptasinya sebagai nahkoda baru Skuad Garuda. Untuk pertama kalinya, pelatih berpaspor Inggris itu menyaksikan langsung pertandingan Super League 2025-2026 dan langsung dibuat terkesan oleh atmosfer yang tercipta di dalam stadion.

Pertandingan yang dipilih Herdman bukan laga sembarangan. Duel Persija Jakarta kontra Madura United pada pekan ke-18 Super League 2025-2026 menghadirkan intensitas tinggi, baik di dalam lapangan maupun di tribun penonton. Dari tribune VVIP SUGBK, Herdman mengamati langsung dinamika permainan sekaligus respons suporter yang memenuhi stadion kebanggaan Indonesia tersebut.

Kehadiran Herdman di stadion juga menjadi sinyal kuat keseriusannya dalam memahami ekosistem sepakbola Indonesia secara menyeluruh. Tidak hanya menilai kualitas teknis para pemain, ia juga mencermati budaya sepakbola, gairah pendukung, serta atmosfer pertandingan yang selama ini menjadi ciri khas kompetisi domestik.

Pelatih Timnas Indonesia itu mengaku antusias karena pengalamannya menonton Super League secara langsung memberikan perspektif berbeda dibandingkan sekadar memantau lewat tayangan video. Menurutnya, suasana stadion dan intensitas pertandingan menjadi faktor penting dalam membaca karakter permainan sepakbola Indonesia.

Dalam pengamatannya, Herdman menilai pertandingan berjalan dengan tempo dan tekanan yang cukup tinggi. Hal tersebut memperkuat kesannya bahwa kompetisi domestik Indonesia memiliki potensi besar sebagai fondasi pembentukan tim nasional yang kompetitif. Gairah penonton yang terus memberi dukungan sepanjang laga juga menjadi catatan tersendiri bagi pelatih berusia 50 tahun itu.

Lebih jauh, Herdman menyebut pengalaman pertamanya ini sebagai langkah awal untuk mengenal lebih dekat karakter pemain lokal. Dengan memahami bagaimana pemain tampil di bawah tekanan suporter dan atmosfer stadion besar, ia merasa dapat menyusun pendekatan yang lebih tepat dalam membangun kekuatan Timnas Indonesia ke depan.

Kesan positif tersebut diungkapkan Herdman usai pertandingan berakhir. Ia menilai bahwa apa yang disaksikannya di SUGBK mencerminkan semangat sepakbola yang autentik, baik dari sisi permainan maupun antusiasme publik. Hal ini sekaligus menegaskan bahwa sepakbola Indonesia memiliki basis pendukung yang kuat dan loyal.

Pengalaman menyaksikan Super League secara langsung ini juga disebut Herdman sebagai bekal penting sebelum menjalani agenda bersama Timnas Indonesia. Ia menegaskan bahwa pengamatan langsung di stadion memberinya gambaran nyata mengenai atmosfer kompetisi, kualitas pemain, serta tantangan yang akan dihadapi dalam membentuk Skuad Garuda yang solid.

Di tengah proses adaptasinya, Herdman menilai sepakbola Indonesia memiliki karakter khas yang harus dipahami secara mendalam. Oleh karena itu, kehadirannya di stadion bukan sekadar formalitas, melainkan bagian dari strategi jangka panjang untuk menyatukan visi permainan tim nasional dengan realitas kompetisi domestik.

Ke depan, Herdman diperkirakan akan semakin intens memantau pertandingan Super League. Langkah ini dinilai penting untuk memperluas basis pengamatan terhadap pemain-pemain potensial yang bisa memperkuat Timnas Indonesia di berbagai ajang internasional.

Terkini