JAKARTA - Menjelang datangnya bulan suci Ramadan 2026, antusiasme masyarakat untuk berbelanja kebutuhan pokok, perlengkapan ibadah, hingga persiapan Lebaran melalui platform digital diprediksi akan mencapai puncaknya. Namun, di balik kemudahan dan deretan promo menggiurkan, tersimpan risiko ancaman siber yang kian canggih dan manipulatif. Menanggapi fenomena tahunan ini, kolaborasi antara pakar keamanan siber dan platform e-commerce ternama seperti Lazada mulai gencar menyosialisasikan langkah-langkah preventif bagi konsumen.
Tujuannya jelas: memastikan momentum keberkahan Ramadan tidak ternoda oleh aksi penipuan daring yang kerap memanfaatkan kelengahan pengguna di tengah kesibukan beribadah. Dengan memahami taktik para pelaku kejahatan siber, masyarakat diharapkan dapat lebih cerdas dan waspada dalam memilah transaksi yang aman dan terpercaya.
Waspada Terhadap Taktik Manipulasi Psikologis Saat Ramadan
Pakar keamanan siber menekankan bahwa periode Ramadan sering kali dimanfaatkan oleh pelaku kejahatan untuk meluncurkan serangan social engineering atau manipulasi psikologis. Polanya sering kali serupa: menawarkan diskon yang tidak masuk akal atau hadiah "flash sale" melalui pesan singkat (SMS), WhatsApp, hingga email dengan narasi yang mendesak. Tekanan waktu ini dirancang agar calon korban tidak sempat berpikir jernih dan langsung mengeklik tautan berbahaya yang berujung pada pencurian data pribadi atau pengambilalihan akun keuangan.
Para ahli mengingatkan bahwa keamanan bukan hanya soal sistem yang canggih, melainkan juga perilaku pengguna. Di bulan yang penuh kesibukan ini, konsentrasi masyarakat sering kali terbagi, dan itulah celah yang dicari oleh penipu. Sangat penting bagi setiap individu untuk selalu memverifikasi setiap penawaran yang masuk. Jika sebuah tawaran terlihat terlalu muluk untuk menjadi kenyataan, maka kemungkinan besar itu adalah jebakan yang harus dihindari sejak dini.
Langkah Strategis Lazada dalam Melindungi Ekosistem Belanja
Sebagai salah satu pemain utama di industri e-commerce, Lazada terus memperkuat sistem pertahanan mereka guna menyambut lonjakan transaksi di Ramadan 2026. Fokus utama mereka adalah menciptakan ekosistem yang transparan bagi pembeli dan penjual. Melalui fitur-fitur keamanan yang terintegrasi, Lazada memastikan bahwa setiap transaksi yang terjadi di dalam platform mereka mendapatkan pengawasan ketat. Penggunaan teknologi berbasis kecerdasan buatan (AI) dikerahkan untuk mendeteksi perilaku mencurigakan atau akun penjual fiktif sebelum mereka sempat melakukan penipuan.
Lazada juga mengimbau agar pengguna tidak pernah melakukan transaksi di luar aplikasi resmi. Sering kali, penipu akan mengajak calon korban untuk berkomunikasi melalui saluran pribadi dan melakukan transfer langsung ke rekening perseorangan dengan iming-iming harga lebih murah atau ongkos kirim gratis. Dengan tetap berada di dalam aplikasi, seluruh aliran dana dan riwayat percakapan terlindungi oleh jaminan keamanan platform, sehingga hak-hak konsumen tetap terjaga sepenuhnya.
Pentingnya Menjaga Kerahasiaan Data Pribadi dan OTP
Satu poin krusial yang selalu ditekankan oleh pakar siber adalah kerahasiaan Kode One-Time Password (OTP). Kode ini merupakan kunci terakhir untuk mengakses akun atau memvalidasi pembayaran. Sayangnya, masih banyak pengguna yang tertipu untuk memberikan kode ini kepada orang asing yang mengaku sebagai layanan pelanggan atau staf resmi perusahaan. Penting untuk diingat bahwa pihak Lazada maupun lembaga keuangan mana pun tidak akan pernah meminta kode OTP atau kata sandi kepada pengguna melalui media apa pun.
Selain OTP, keamanan data pribadi seperti alamat rumah, nomor identitas, dan detail kartu kredit juga harus dijaga ketat. Menggunakan autentikasi dua faktor (2FA) adalah langkah tambahan yang sangat direkomendasikan untuk memberikan lapisan perlindungan ekstra. Dengan mengaktifkan fitur ini, meskipun pelaku kejahatan berhasil mengetahui kata sandi Anda, mereka tetap akan kesulitan menembus akun tanpa akses fisik ke perangkat seluler Anda.
Cara Mengidentifikasi Penjual Terpercaya dan Produk Asli
Sebelum menekan tombol "beli", pembeli disarankan untuk selalu meninjau reputasi penjual. Di platform seperti Lazada, keberadaan label "LazMall" menjadi indikator kuat bahwa produk yang dijual adalah barang orisinal dari merek resmi atau distributor berlisensi. Membaca ulasan dari pembeli sebelumnya juga merupakan langkah yang bijak. Perhatikan ulasan yang disertai dengan foto atau video asli, karena ini memberikan gambaran yang lebih akurat mengenai kualitas produk dibandingkan sekadar deskripsi dari penjual.
Waspadalah jika melihat harga produk bermerek yang sangat jauh di bawah harga pasar secara drastis. Penipuan dengan modus barang palsu sering kali marak saat kebutuhan meningkat. Dengan bersikap lebih teliti dan tidak terburu-buru karena tergiur harga murah, konsumen dapat terhindar dari kekecewaan akibat menerima barang yang tidak sesuai atau bahkan rusak. Belanja dengan kepala dingin adalah kunci utama keamanan finansial di bulan Ramadan.
Edukasi Literasi Digital bagi Seluruh Lapisan Masyarakat
Peningkatan keamanan siber tidak akan maksimal tanpa adanya literasi digital yang merata. Pakar siber mendorong keluarga untuk saling mengedukasi, terutama kepada kelompok lansia atau remaja yang mungkin belum sepenuhnya memahami risiko di dunia maya. Ramadan bisa menjadi momen yang tepat untuk berdiskusi mengenai keamanan daring di sela-sela waktu berkumpul bersama keluarga. Semakin banyak orang yang terliterasi, semakin sempit ruang gerak bagi para pelaku penipuan daring.
Lazada sendiri secara aktif terus menyediakan panduan belanja aman melalui pusat bantuan dan kanal media sosial mereka. Edukasi ini dilakukan secara berkelanjutan untuk membangun kesadaran kolektif. Mengetahui cara melaporkan akun yang mencurigakan atau transaksi yang bermasalah adalah bagian penting dari literasi ini. Konsumen harus merasa berdaya untuk mengambil tindakan jika mereka mencium adanya indikasi kecurangan dalam proses belanja mereka.
Tips Tambahan Menjelang Puncak Belanja Lebaran
Mendekati hari raya, volume pengiriman barang akan meningkat drastis. Penipu sering kali memanfaatkan situasi ini dengan mengirimkan pesan palsu yang mengeklaim adanya kendala pengiriman atau kekurangan biaya ongkos kirim yang harus segera dibayar melalui tautan tertentu. Jika Anda mendapatkan pesan semacam ini, selalu periksa status pengiriman langsung melalui menu "Pesanan Saya" di aplikasi Lazada. Jangan pernah mengeklik tautan dari nomor yang tidak dikenal.
Pastikan juga perangkat yang digunakan untuk berbelanja selalu dalam kondisi terupdate, baik sistem operasinya maupun aplikasinya. Pembaruan perangkat lunak biasanya menyertakan perbaikan celah keamanan terbaru yang ditemukan oleh pengembang. Dengan menjaga perangkat tetap "sehat", Anda sudah melakukan satu langkah besar dalam mencegah serangan peretasan yang bisa merugikan secara materi maupun privasi.