Prabowo Targetkan Bangun Ribuan Kampung Nelayan Merah Putih 2026

Kamis, 08 Januari 2026 | 13:22:41 WIB
Prabowo Targetkan Bangun Ribuan Kampung Nelayan Merah Putih 2026

JAKARTA - Presiden Indonesia, Prabowo Subianto, telah menetapkan target ambisius untuk membangun 1.100 Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) sepanjang tahun 2026.

 Program ini menjadi salah satu langkah strategis pemerintah untuk memperkuat ketahanan pangan nasional, khususnya melalui sektor kelautan dan perikanan. 

Dengan pembangunan desa-desa nelayan secara masif di seluruh penjuru nusantara, diharapkan pasokan protein laut bagi masyarakat semakin terjamin dan meningkat, sekaligus mendongkrak kesejahteraan masyarakat pesisir.

Prabowo menegaskan pentingnya memperkuat sumber pangan laut demi mendukung kesehatan dan masa depan anak-anak Indonesia. Ia menyatakan, “Tahun 2026 ini, kita targetkan 1.100 desa nelayan (Kampung Nelayan Merah Putih). 

Tahun-tahun depan mungkin lebih banyak lagi.” Pernyataan ini menandai komitmen besar pemerintah untuk mengembangkan potensi kelautan sekaligus membuka lapangan kerja di sektor perikanan.

Strategi Pemerintah dalam Meningkatkan Produksi dan Budidaya Ikan

Program Kampung Nelayan Merah Putih bukan sekadar membangun infrastruktur fisik desa nelayan, melainkan juga menciptakan ekosistem produktif yang berkelanjutan di sektor perikanan. 

Pemerintah berkomitmen untuk mengembangkan budidaya ikan dan produksi perikanan secara besar-besaran, sebagai bagian dari strategi nasional kedaulatan pangan.

Prabowo mengingatkan pentingnya asupan protein, terutama untuk anak-anak, yang merupakan fondasi utama pertumbuhan fisik dan intelektual generasi penerus bangsa. 

“Rakyat kita, anak-anak kita, harus makan protein yang banyak. Dia harus tumbuh kuat, tumbuh pintar, dan tumbuh menjadi masa depan Indonesia yang hebat,” tegasnya.

Protein dari hasil laut sangat esensial bagi perkembangan tersebut, sehingga pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih menjadi bagian vital dari program ketahanan pangan jangka panjang.

Selain menyediakan kebutuhan protein yang cukup, program ini juga diharapkan dapat mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor bahan pangan laut, yang selama ini menjadi tantangan dalam menjaga kedaulatan pangan.

 Dengan pemberdayaan desa nelayan dan pengembangan teknologi budidaya, diharapkan produksi ikan nasional akan terus meningkat.

Potensi dan Dampak Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih

Indonesia dikenal sebagai negara maritim dengan garis pantai terpanjang kedua di dunia. Potensi kelautan dan perikanan yang besar menjadi modal utama dalam menjadikan sektor ini sebagai pilar ketahanan pangan nasional. 

Program pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih merupakan upaya strategis pemerintah untuk memberdayakan masyarakat pesisir dengan meningkatkan kapasitas produksi, akses pasar, dan kesejahteraan nelayan.

Peningkatan hasil tangkapan dan budidaya ikan yang sudah mulai terlihat saat ini diharapkan menjadi titik awal untuk mencapai target lebih besar di masa depan. Prabowo menyatakan optimisme terhadap peningkatan penghasilan para nelayan, yang menjadi indikator keberhasilan program ini. 

“Hasil daripada nelayan-nelayan kita juga naik dan di tahun-tahun mendatang akan lebih naik lagi,” ungkapnya.

Pembangunan Kampung Nelayan juga diharapkan memberi efek domino terhadap pertumbuhan ekonomi daerah pesisir, membuka lapangan pekerjaan baru, serta memperkuat infrastruktur pendukung seperti jalan, listrik, dan fasilitas penunjang lainnya. 

Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat nelayan yang selama ini sering tertinggal dari segi ekonomi dan sosial.

Dukungan Pemerintah dan Sinergi Antarlembaga

Keberhasilan program ini tak lepas dari peran serta seluruh kementerian dan lembaga terkait yang bekerja secara sinergis di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. 

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, turut mengapresiasi langkah strategis ini dan menegaskan bahwa pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih adalah bagian dari rencana besar pemerintah dalam menjamin ketahanan pangan nasional.

“Swasembada ini adalah kerja terbaik Kabinet Merah Putih dari gagasan besar Bapak Presiden Republik Indonesia dan seluruh penyuluh petani Indonesia,” ujar Amran dalam berbagai kesempatan. Hal ini menunjukkan bahwa program tidak hanya fokus pada sektor pertanian darat saja, melainkan juga sektor kelautan dan perikanan.

Sinergi ini menjadi modal utama dalam memastikan program pembangunan Kampung Nelayan berjalan efektif dan berkelanjutan. 

Dengan dukungan penuh dari pemerintah pusat dan daerah, serta partisipasi aktif masyarakat nelayan, program ini diharapkan mampu memenuhi target yang telah ditetapkan sekaligus mengatasi berbagai tantangan di lapangan.

Harapan untuk Masa Depan Indonesia Mandiri Pangan

Pembangunan 1.100 Kampung Nelayan Merah Putih pada tahun 2026 bukan sekadar target angka, tetapi wujud nyata komitmen bangsa untuk mencapai kemandirian pangan dan kesejahteraan masyarakat pesisir. 

Dengan dukungan penuh berbagai pihak, pemerintah berharap program ini dapat memberi dampak positif yang luas, mulai dari pemenuhan kebutuhan protein masyarakat, peningkatan kualitas hidup nelayan, hingga penguatan ekonomi nasional.

Presiden Prabowo mengajak seluruh elemen bangsa, khususnya para pejabat dan pembantu pemerintah, untuk bersama-sama mendukung dan menyukseskan program ini. “Saya minta dukunganmu,” katanya, menegaskan bahwa keberhasilan program sangat bergantung pada kerja sama dan komitmen bersama.

Dengan ketersediaan protein laut yang semakin melimpah, anak-anak Indonesia diharapkan tumbuh menjadi generasi yang kuat, cerdas, dan siap membawa bangsa ini ke masa depan yang lebih gemilang. 

Program Kampung Nelayan Merah Putih menjadi salah satu fondasi penting dalam pembangunan sumber daya manusia yang berkualitas dan mandiri.

Terkini