Nilai Tukar Rupiah

Pergerakan Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar AS Hari Ini, Jumat 27 Februari 2026

Pergerakan Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar AS Hari Ini, Jumat 27 Februari 2026
Pergerakan Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar AS Hari Ini, Jumat 27 Februari 2026

JAKARTA - Pergerakan nilai tukar rupiah kembali menjadi perhatian pelaku pasar menjelang akhir pekan. 

Setelah sempat menunjukkan penguatan pada perdagangan sebelumnya, mata uang Garuda diperkirakan menghadapi tekanan baru pada Jumat, 27 Februari 2026. Dinamika global yang berkembang serta sentimen domestik menjadi faktor utama yang membentuk arah rupiah hari ini.

Mengutip data Bloomberg, rupiah ditutup menguat ke level Rp16.759 per dolar AS pada perdagangan Kamis, 26 Februari 2026. Adapun, indeks dolar AS menguat 0,08% ke 97,62. Meski sempat menguat, posisi rupiah masih berada dalam rentang volatilitas yang cukup tinggi akibat berbagai sentimen eksternal.

Pengamat komoditas dan mata uang Ibrahim Assuaibi memperkirakan rupiah ditutup melemah pada rentang Rp16.750-Rp16.780 per dolar AS pada perdagangan hari ini. Proyeksi tersebut muncul seiring ketidakpastian global yang masih membayangi pasar keuangan.

Sentimen Global Bayangi Pergerakan Rupiah

Ibrahim menjelaskan pasar mengamati dengan saksama perkembangan diplomatik saat para pejabat AS dan Iran bersiap untuk bertemu di Jenewa untuk membahas kembali program nuklir Teheran. Pertemuan ini dinilai berpotensi memengaruhi sentimen risiko global, khususnya pada pasar komoditas dan mata uang.

Ketegangan geopolitik maupun perkembangan diplomasi internasional sering kali berdampak pada pergerakan dolar AS sebagai aset safe haven. Jika ketidakpastian meningkat, dolar cenderung menguat dan memberikan tekanan pada mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.

Selain isu geopolitik, pelaku pasar juga menilai dampak dari kebijakan perdagangan Amerika Serikat yang terbaru. Kebijakan ini menjadi salah satu variabel penting dalam menentukan arah arus modal global.

Dampak Kebijakan Tarif dan Putusan MA AS

Kemudian, pasar menilai dampak dari Tarif Trump yang baru diumumkan setelah putusan Mahkamah Agung AS baru-baru ini yang mengubah kerangka hukum untuk beberapa langkah perdagangan. Pengenalan bea masuk global baru hingga 15% telah menambah ketidakpastian atas prospek perdagangan global.

Kebijakan tarif tersebut berpotensi memicu gangguan pada rantai pasok internasional dan memengaruhi kinerja ekspor berbagai negara. Bagi negara dengan ketergantungan perdagangan global yang tinggi, perubahan kebijakan ini dapat berdampak pada neraca transaksi berjalan dan stabilitas mata uang.

Selain itu, pasar telah mengurangi ekspektasi terhadap pemotongan suku bunga Federal Reserve (Fed) dalam waktu dekat, karena para pembuat kebijakan terus menyampaikan kekhawatiran atas tekanan inflasi yang terus berlanjut. Penurunan ekspektasi pemangkasan suku bunga membuat dolar AS cenderung bertahan kuat, sehingga menekan mata uang lain.

Kombinasi antara kebijakan tarif dan arah suku bunga AS menciptakan lanskap yang lebih menantang bagi rupiah. Investor global menjadi lebih berhati-hati dalam menempatkan dana di aset berisiko.

Respons Pemerintah Indonesia dan Sentimen Domestik

Dari dalam negeri, pasar menilai positif tentang putusan Mahkamah Agung Amerika Serikat (MA AS) yang membatalkan sebagian kebijakan tarif Trump langsung direspons Pemerintah Indonesia. Presiden Prabowo Subianto meminta jajarannya mengkaji seluruh potensi risiko pasca-keputusan tersebut, terutama terhadap implementasi perjanjian dagang Indonesia–AS.

Langkah responsif pemerintah dinilai penting untuk menjaga stabilitas perdagangan dan hubungan bilateral. Kepastian kebijakan menjadi faktor krusial dalam menjaga kepercayaan pelaku pasar terhadap prospek ekonomi Indonesia.

Pemerintah memastikan, meski ada perubahan dalam kebijakan tarif Trump, perjanjian dagang Indonesia–AS tetap berjalan sesuai mekanisme yang telah disepakati. Hal ini karena perjanjian bilateral memiliki mekanisme tersendiri. Namun, pemerintah menilai kebijakan tarif 10% yang berlaku sementara selama 150 hari relatif lebih baik dibandingkan skenario sebelumnya. Selain itu, akan ada pembedaan perlakuan antara negara yang telah menandatangani perjanjian dan yang belum menandatangani perjanjian.

Sentimen domestik yang relatif stabil memberikan penopang bagi rupiah, meskipun tekanan eksternal masih mendominasi. Kebijakan yang adaptif serta komunikasi yang jelas dari pemerintah menjadi kunci dalam meredam gejolak pasar.

Prospek Perdagangan Akhir Pekan

Menjelang akhir pekan, pergerakan rupiah diperkirakan tetap berada dalam rentang yang telah diproyeksikan. Volatilitas berpotensi meningkat seiring pelaku pasar menyesuaikan posisi terhadap perkembangan global terbaru.

Dengan proyeksi pelemahan ke kisaran Rp16.750-Rp16.780 per dolar AS, pelaku pasar diharapkan mencermati dinamika eksternal, terutama perkembangan diplomasi AS-Iran, kebijakan tarif, serta arah suku bunga The Fed. Di sisi lain, respons cepat pemerintah terhadap perubahan kebijakan perdagangan menjadi faktor penyeimbang bagi stabilitas rupiah.

Pergerakan hari ini akan menjadi indikator penting dalam menentukan arah rupiah pada awal pekan mendatang. Pelaku pasar pun diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi perubahan sentimen yang dapat terjadi sewaktu-waktu.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index