Bursa

Bursa Korsel Pecah Rekor Tertinggi Imbas Permintaan Chip AI Dunia

Bursa Korsel Pecah Rekor Tertinggi Imbas Permintaan Chip AI Dunia
Bursa Korsel Pecah Rekor Tertinggi Imbas Permintaan Chip AI Dunia

JAKARTA - Dunia investasi di kawasan Asia Timur tengah menyaksikan momentum bersejarah seiring dengan pecahnya rekor baru di bursa saham Korea Selatan. Gairah pasar yang dipicu oleh optimisme global terhadap teknologi kecerdasan buatan (AI) telah menyeret indeks saham ke wilayah yang belum pernah terjamah sebelumnya. Fenomena ini tidak lepas dari efek domino yang bermula dari Wall Street, di mana sektor semikonduktor menjadi motor utama pergerakan modal global yang kini bermuara di Seoul.

Kepercayaan diri para investor terhadap prospek permintaan komponen teknologi canggih telah menciptakan reli yang luar biasa. Bursa saham Korea Selatan melonjak ke rekor tertinggi pada Kamis, dipimpin oleh saham-saham produsen chip yang mengikuti reli sektor semikonduktor di Amerika Serikat di tengah optimisme terhadap permintaan kecerdasan buatan (AI). Lonjakan ini menegaskan posisi Korea Selatan sebagai pemain kunci dalam rantai pasok teknologi dunia yang sedang bertransformasi menuju era AI.

Rekor Baru Indeks KOSPI di Tengah Optimisme Global

Angka-angka yang tercatat di papan bursa menunjukkan kekuatan yang sangat solid sejak pembukaan pasar. Melansir Reuters, indeks acuan KOSPI naik 104,56 poin atau 1,95% menjadi 5.459,05 pada pukul 01.26 GMT. Pencapaian ini merupakan catatan level tertinggi sepanjang masa, sebuah tonggak sejarah yang mencerminkan kesehatan fundamental perusahaan-perusahaan raksasa di Negeri Gingseng tersebut.

Sentimen positif ini secara langsung mendongkrak valuasi para pemimpin pasar teknologi dunia. Saham raksasa teknologi Samsung Electronics melonjak 3,87% ke rekor tertinggi baru, sementara pesaingnya SK Hynix menguat 2,97%. Kenaikan ini mengikuti lonjakan 2,3% pada Philadelphia Semiconductor Index di Wall Street pada Rabu, yang menjadi sinyal kuat bagi investor di pasar Asia.

Efek Domino Micron dan Melasitnya Saham Peralatan Chip

Pemicu signifikan lainnya datang dari perkembangan teknologi memori terbaru yang dikembangkan oleh perusahaan-perusahaan global. Produsen peralatan chip Hanmi Semiconductor bahkan melesat hingga 17,9% ke level puncak. Lonjakan fantastis ini terjadi setelah pelanggan utamanya, Micron Technology, melonjak 10% di Amerika Serikat.

Daya dorong bagi sektor ini semakin diperkuat oleh pengumuman penting mengenai kemajuan produk memori masa depan. Kenaikan Micron terjadi setelah Chief Financial Officer Mark Murphy menyatakan pengiriman chip memori canggih HBM4 telah dimulai. Kabar ini menjadi katalisator bagi ekosistem pemasok peralatan chip di Korea Selatan yang menjadi mitra strategis dalam pengembangan teknologi memori berkecepatan tinggi tersebut.

Performa Saham Lapis Atas dan Dinamika Sektoral

Selain sektor semikonduktor, beberapa sektor penunjang lainnya juga mencatatkan rapor hijau, meskipun beberapa di antaranya menunjukkan pergerakan yang lebih stabil. Di antara saham berkapitalisasi besar lainnya, produsen baterai LG Energy Solution naik 3,19%. Di sektor otomotif, Hyundai Motor stagnan, sementara afiliasinya Kia Corp menguat 1,30%.

Sektor industri berat dan farmasi juga memberikan kontribusi yang bervariasi terhadap pergerakan indeks hari ini. Produsen baja POSCO Holdings bertambah 4,17%, menunjukkan bahwa permintaan industri dasar tetap kuat. Di sisi lain, perusahaan farmasi Samsung BioLogics turun tipis 0,23%. Secara keseluruhan, pasar tetap berada di zona hijau dengan perbandingan yang cukup mencolok; dari total 926 saham yang diperdagangkan, sebanyak 528 saham menguat dan 346 saham melemah.

Aliran Modal Asing dan Kondisi Pasar Valuta Asing

Salah satu faktor utama yang menjaga momentum kenaikan ini adalah masuknya aliran dana dari luar negeri secara masif. Investor asing tercatat sebagai pembeli bersih saham senilai 604,6 miliar won (sekitar US$417,74 juta). Masuknya modal asing ini memberikan dukungan tambahan bagi penguatan indeks sekaligus membuktikan bahwa daya tarik aset-aset Korea Selatan masih sangat tinggi di mata pemodal global.

Namun, di pasar valuta asing, mata uang won justru menunjukkan pergerakan yang sedikit melemah di tengah gempuran dolar AS. Won Korea diperdagangkan di level 1.449,1 per dolar AS di platform onshore, melemah 0,14% dibanding penutupan sebelumnya di 1.447,0. Dinamika ini terjadi menjelang rilis data ekonomi penting dari Amerika Serikat yang diperkirakan akan memengaruhi pergerakan dolar lebih lanjut.

Pergerakan Pasar Obligasi dan Imbal Hasil Pemerintah

Kondisi di pasar modal yang sedang bergairah juga memberikan pengaruh terhadap pasar surat utang. Di pasar obligasi, kontrak berjangka obligasi pemerintah tenor tiga tahun untuk Maret turun 0,04 poin menjadi 104,90. Penurunan harga obligasi ini berjalan beriringan dengan kenaikan tingkat imbal hasil (yield).

Imbal hasil obligasi pemerintah Korea tenor tiga tahun naik 1,5 basis poin menjadi 3,219%. Sementara itu, imbal hasil obligasi acuan tenor 10 tahun juga tercatat naik 1,8 basis poin menjadi 3,660%. Kenaikan yield ini mencerminkan ekspektasi pasar terhadap pertumbuhan ekonomi yang kuat serta antisipasi terhadap kebijakan suku bunga global di masa depan.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index