TNI AD

TNI AD Kerahkan Personel Bersihkan Sekolah Pascabanjir di Wilayah Terdampak Aceh

TNI AD Kerahkan Personel Bersihkan Sekolah Pascabanjir di Wilayah Terdampak Aceh
TNI AD Kerahkan Personel Bersihkan Sekolah Pascabanjir di Wilayah Terdampak Aceh

JAKARTA - Bencana banjir yang melanda sejumlah wilayah di Provinsi Aceh tidak hanya merusak permukiman warga, tetapi juga mengganggu aktivitas pendidikan.

Endapan lumpur yang masuk ke ruang-ruang kelas membuat proses belajar mengajar terhenti, sementara sarana penunjang sekolah ikut terdampak. Dalam situasi tersebut, pemulihan fasilitas pendidikan menjadi prioritas agar anak-anak dapat kembali mengikuti kegiatan belajar secara normal.

Sebagai bagian dari upaya percepatan pemulihan pascabencana, Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) mengerahkan personel untuk melakukan pembersihan dan perbaikan sekolah-sekolah yang terdampak banjir di wilayah Aceh pada Minggu (25/1). Langkah ini dilakukan sebagai wujud kepedulian TNI AD terhadap keberlangsungan pendidikan sekaligus mendukung proses rehabilitasi wilayah yang terdampak bencana.

Salah satu lokasi yang menjadi fokus kegiatan pembersihan adalah SD Negeri 11 Pegasing yang berada di Desa Tebuk, Kecamatan Pegasing, Kabupaten Aceh Tengah. Sekolah tersebut mengalami dampak cukup signifikan akibat banjir, sehingga memerlukan penanganan segera agar dapat kembali digunakan sebagai tempat belajar bagi para siswa.

Fokus Pemulihan Fasilitas Pendidikan Pascabencana

Kepala Dinas Penerangan TNI AD (Kadispenad) Brigjen TNI Donny Pramono saat dikonfirmasi di Jakarta, Senin, menjelaskan bahwa pengerahan personel tersebut merupakan bagian dari komitmen TNI AD dalam membantu pemulihan wilayah Aceh pascabencana.

"Pihak TNI AD mengerahkan personel dari Kodim 0106/Aceh Tengah melaksanakan pembersihan lanjutan fasilitas pendidikan di SD Negeri 11 Pegasing," kata Donny.

Menurutnya, keterlibatan personel TNI AD dalam kegiatan ini tidak hanya bertujuan membersihkan sisa-sisa lumpur akibat banjir, tetapi juga memastikan fasilitas sekolah dapat kembali digunakan dengan aman. Upaya ini diharapkan dapat mempercepat kembalinya aktivitas belajar mengajar di daerah terdampak.

Pembersihan sekolah menjadi langkah awal yang sangat penting, mengingat kondisi ruang kelas yang kotor dan berlumpur dapat menghambat proses pendidikan serta berpotensi menimbulkan masalah kesehatan bagi siswa dan tenaga pengajar.

Peran Kodim dalam Aksi Lapangan

Dalam siaran pers resmi TNI AD yang diterima di Jakarta, dijelaskan bahwa Komandan Kodim (Dandim) 0106/Aceh Tengah Letkol Inf Raden Herman Sasmita turun langsung ke lapangan untuk meninjau kegiatan pembersihan yang dilakukan oleh personelnya. Kehadiran Dandim di lokasi menjadi bentuk pengawasan sekaligus motivasi bagi para prajurit yang bertugas.

"Kegiatan pembersihan ini difokuskan pada fasilitas seperti sekolah dan jembatan. Target kami jelas, yakni agar aktivitas masyarakat dapat kembali normal secepat mungkin,” kata dia.

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa selain sekolah, fasilitas umum lain yang terdampak banjir juga menjadi perhatian TNI AD. Namun, sekolah mendapat prioritas khusus karena berkaitan langsung dengan masa depan generasi muda.

Dengan meninjau langsung lokasi kegiatan, Dandim memastikan bahwa proses pembersihan berjalan sesuai dengan kebutuhan lapangan dan dilakukan secara optimal. Langkah ini juga menunjukkan keseriusan TNI AD dalam mendukung pemulihan kehidupan sosial masyarakat pascabencana.

Teknik Pembersihan dengan Peralatan Sederhana

Para personel TNI AD yang terlibat dalam kegiatan ini melakukan pembersihan di berbagai bagian sekolah yang terdampak lumpur. Area yang dibersihkan meliputi ruang kelas, halaman sekolah, hingga selokan yang tersumbat akibat material banjir.

Dalam menjalankan tugasnya, para prajurit menggunakan peralatan sederhana seperti cangkul dan skop. Bahkan, di beberapa titik, mereka membersihkan lumpur dengan tangan kosong untuk mempercepat proses pembersihan. Cara ini dilakukan karena tidak semua area dapat dijangkau dengan alat berat, sehingga membutuhkan kerja manual secara langsung.

Upaya pembersihan dilakukan secara bertahap dan menyeluruh agar lingkungan sekolah kembali bersih dan layak digunakan. Lumpur yang menempel di lantai dan dinding ruang kelas dibersihkan, sementara selokan yang tersumbat dibuka kembali agar aliran air dapat berjalan normal.

Kegiatan ini juga menjadi bentuk nyata kehadiran TNI AD di tengah masyarakat, terutama saat mereka menghadapi situasi sulit akibat bencana alam. Kehadiran prajurit di sekolah memberikan semangat tersendiri bagi warga sekitar, khususnya para guru dan siswa.

Harapan Pemulihan Aktivitas Belajar Mengajar

Dengan dilakukannya pembersihan fasilitas sekolah, TNI AD berharap agar sarana pendidikan yang rusak akibat bencana dapat kembali digunakan seperti sedia kala. Pemulihan ini menjadi bagian penting dari proses rehabilitasi wilayah terdampak banjir, sekaligus memastikan hak anak-anak untuk mendapatkan pendidikan tidak terhambat terlalu lama.

Menurut pihak TNI AD, kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian terhadap masyarakat Aceh yang sedang berupaya bangkit dari dampak bencana. Selain membantu secara fisik, kegiatan pembersihan sekolah juga memberikan dukungan moral kepada warga bahwa pemerintah dan aparat negara hadir dalam proses pemulihan.

Dengan kondisi sekolah yang mulai bersih, diharapkan proses belajar mengajar dapat segera berjalan kembali. Hal ini menjadi langkah penting untuk memulihkan rutinitas anak-anak dan menjaga stabilitas sosial di lingkungan terdampak.

Secara keseluruhan, pengerahan personel TNI AD untuk membersihkan sekolah di Aceh mencerminkan sinergi antara aparat negara dan masyarakat dalam menghadapi dampak bencana. Melalui kegiatan ini, TNI AD tidak hanya menjalankan fungsi pertahanan, tetapi juga peran sosial dalam membantu pemulihan kehidupan masyarakat, khususnya di sektor pendidikan, agar dapat kembali normal secepat mungkin.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index