JAKARTA - PT Pertamina Geothermal Energy Tbk. (PGEO) resmi melakukan perubahan pada jajaran pimpinan tertinggi perusahaan melalui pelaksanaan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar di Jakarta, Senin, 20 Januari 2026.
Keputusan ini menandai babak baru bagi anak usaha Pertamina Group yang fokus pada pengembangan energi panas bumi sebagai bagian dari transisi energi nasional.
Dalam rapat tersebut, para pemegang saham menyepakati penunjukan Ahmad Yani sebagai Direktur Utama PGEO. Ia menggantikan Julfi Hadi yang sebelumnya telah mengajukan surat pengunduran diri pada November 2025. Langkah ini dinilai sebagai bagian dari strategi keberlanjutan bisnis perusahaan dalam menjaga momentum pertumbuhan energi hijau di Indonesia.
Pergantian kepemimpinan ini tidak hanya bersifat administratif, melainkan juga mencerminkan komitmen perseroan dalam memperkuat posisi sebagai pemain utama di industri panas bumi, baik di tingkat nasional maupun global.
Ahmad Yani Dinilai Tepat Pimpin Arah Bisnis Panas Bumi
Komisaris Utama Pertamina Geothermal, Gigih Adi Atmo, menyampaikan optimisme terhadap kepemimpinan Ahmad Yani yang dinilai memiliki kapabilitas dan pengalaman kuat di sektor panas bumi. Ahmad Yani sebelumnya menjabat sebagai Direktur Operasi PGEO sejak 2023 dan dinilai memahami secara mendalam dinamika operasional serta tantangan bisnis perseroan.
“Berbekal pengalaman panjang di industri panas bumi, khususnya di lingkungan Pertamina Group, kepemimpinan Bapak Ahmad Yani diyakini mampu menegaskan arah strategis PGE sebagai world leading geothermal producer,” ujar Gigih.
Pengalaman Ahmad Yani di internal PGEO menjadi nilai tambah dalam menjaga kesinambungan kebijakan strategis perusahaan, terutama di tengah meningkatnya kebutuhan energi bersih dan berkelanjutan.
Rekam Jejak dan Kontribusi Selama Menjabat Direktur Operasi
Selama mengemban tugas sebagai Direktur Operasi, Ahmad Yani mencatatkan sejumlah capaian penting bagi PGEO. Pada 2025, perseroan berhasil membukukan rekor produksi panas bumi tertinggi, yang menjadi tonggak penting dalam sejarah perusahaan.
Tak hanya dari sisi produksi, Ahmad Yani juga berperan aktif dalam mendorong inovasi teknologi. Beberapa terobosan yang digagas di antaranya proyek percontohan hidrogen hijau di Ulubelu, serta pengembangan teknologi Flow2Max dan G-Bionic yang bertujuan meningkatkan efisiensi dan keandalan operasional panas bumi.
Kontribusi tersebut memperkuat keyakinan pemegang saham bahwa Ahmad Yani mampu membawa PGEO ke tahap pengembangan berikutnya, sejalan dengan visi pemerintah dalam mempercepat transisi energi.
Target Ambisius Menuju Kapasitas 1,8 GW
Dalam pernyataannya, Ahmad Yani menegaskan komitmennya untuk menjadikan panas bumi sebagai tulang punggung transisi energi nasional. Ia menyampaikan target ambisius PGEO untuk mencapai kapasitas terpasang sebesar 1 gigawatt (GW) dalam dua hingga tiga tahun ke depan.
Tak berhenti di situ, kapasitas tersebut ditargetkan terus meningkat hingga mencapai 1,8 GW pada 2033. Target ini dinilai realistis mengingat besarnya potensi panas bumi yang dimiliki PGEO.
“Langkah ini ditopang potensi hingga 3 GW dari 10 WKP [Wilayah Kerja Panas Bumi] yang dikelola secara mandiri untuk mendukung ketahanan energi dan agenda net zero emission 2060,” ucap Ahmad Yani.
Pernyataan tersebut menegaskan peran strategis PGEO dalam mendukung target pemerintah menuju emisi nol bersih, sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional berbasis sumber daya terbarukan.
Susunan Direksi dan Komisaris Terbaru PGEO
Selain menetapkan Direktur Utama baru, RUPSLB juga menyepakati perubahan pada jajaran direksi lainnya. Posisi Direktur Operasi kini diisi oleh Andi Joko Nugroho, yang sebelumnya menjabat sebagai Vice President Operation & Engineering PGEO.
Perubahan ini diharapkan dapat menjaga kesinambungan operasional serta mempercepat implementasi strategi bisnis yang telah dirancang sebelumnya.
Berikut susunan terbaru komisaris dan direksi PT Pertamina Geothermal Energy Tbk.:
Dewan Komisaris:
Komisaris Utama: Gigih Udi Atmo
Komisaris: John Anis
Komisaris: Abdulla Zayed
Komisaris Independen: Abdul Musawir Yahya
Komisaris Independen: Mohammad Firmansyah
Dewan Direksi:
Direktur Utama: Ahmad Yani
Direktur Eksplorasi dan Pengembangan: Edwil Suzandi
Direktur Operasi: Andi Joko Nugroho
Direktur Keuangan: Yurizki Rio
Dengan formasi kepemimpinan baru ini, PGEO optimistis dapat memperkuat posisinya sebagai produsen panas bumi terkemuka dan terus berkontribusi dalam pengembangan energi bersih nasional secara berkelanjutan.