Makanan Pemicu Kista

Jangan Dianggap Sepele, 5 Jenis Makanan Ini Berpotensi Memicu Kista pada Wanita

Jangan Dianggap Sepele, 5 Jenis Makanan Ini Berpotensi Memicu Kista pada Wanita
Jangan Dianggap Sepele, 5 Jenis Makanan Ini Berpotensi Memicu Kista pada Wanita

JAKARTA - Bagi banyak wanita, kesehatan organ reproduksi sering kali baru menjadi perhatian ketika muncul keluhan tertentu. 

Padahal, tanpa disadari, kebiasaan sehari-hari—terutama pola makan—memegang peranan besar dalam menjaga keseimbangan hormon tubuh. Salah satu masalah kesehatan yang cukup sering dialami wanita adalah kista, khususnya kista ovarium, yang dapat berkembang perlahan tanpa gejala jelas.

Secara medis, kista ovarium merupakan kantong berisi cairan yang dapat terbentuk secara alami selama siklus menstruasi. Dalam banyak kasus, kista bisa menghilang dengan sendirinya. 

Namun, gaya hidup modern yang ditandai dengan konsumsi makanan tinggi lemak, gula, serta zat kimia tambahan berpotensi memicu pertumbuhan kista yang tidak normal atau memperparah kondisi yang sudah ada. Ketidakseimbangan hormon estrogen dan meningkatnya peradangan dalam tubuh menjadi faktor utama yang sering dikaitkan dengan kondisi ini.

Meskipun makanan bukan satu-satunya penyebab kista, apa yang dikonsumsi setiap hari terbukti memiliki dampak langsung terhadap sistem hormonal. Melansir Healthline, Medical News Today, dan Johns Hopkins Medicine, terdapat beberapa jenis makanan yang sering dikaitkan dengan meningkatnya risiko pembentukan kista. Berikut ulasannya.

Makanan dengan kandungan lemak trans dan lemak jenuh tinggi

Jenis makanan pertama yang sering menyebabkan kista adalah makanan dengan kandungan lemak trans dan lemak jenuh tinggi. Makanan gorengan, fast food, serta berbagai produk olahan instan umumnya mengandung lemak trans dalam jumlah besar. Lemak jenis ini dikenal berbahaya karena dapat memicu peradangan sistemik di dalam tubuh.

Menurut berbagai studi yang dikutip oleh Healthline, peradangan kronis akibat asupan lemak jahat dapat mengganggu fungsi normal ovarium. Kondisi ini membuat lingkungan hormonal menjadi tidak stabil, sehingga memperbesar peluang terbentuknya kista. Selain itu, konsumsi lemak jenuh berlebihan juga berkontribusi pada peningkatan berat badan. Lemak tubuh yang menumpuk akan memproduksi lebih banyak estrogen, yang kemudian menjadi pemicu pertumbuhan kista ovarium dan fibroid.

Daging merah dan daging olahan

Daging merah dan daging olahan juga masuk dalam daftar makanan yang sering menyebabkan kista. Daging sapi, domba, serta produk olahan seperti sosis, ham, dan kornet diketahui mengandung lemak jenuh tinggi. Konsumsi berlebihan dapat mengganggu metabolisme hormon dalam tubuh.

Medical News Today menyebutkan bahwa asupan daging merah yang terlalu sering dapat memicu ketidakseimbangan hormonal. Selain itu, beberapa produk daging olahan berasal dari hewan ternak yang dibesarkan dengan tambahan hormon pertumbuhan. Ketika hormon eksternal ini masuk ke dalam tubuh manusia, siklus hormon alami bisa terganggu dan memicu dominasi estrogen. Kondisi inilah yang sering dikaitkan dengan meningkatnya risiko kista ovarium pada wanita.

Makanan dengan indeks glikemik tinggi

Makanan dengan indeks glikemik tinggi menjadi pemicu berikutnya. Roti putih, nasi putih, kue manis, serta minuman bersoda merupakan contoh karbohidrat rafinasi yang dapat menyebabkan lonjakan gula darah secara cepat.

Menurut penjelasan Johns Hopkins Medicine, lonjakan gula darah akan diikuti dengan peningkatan produksi insulin oleh tubuh. Jika kondisi ini terjadi terus-menerus, maka kadar insulin dalam tubuh menjadi kronis tinggi atau dikenal sebagai hiperinsulinemia. 

Kadar insulin yang tinggi dapat merangsang ovarium untuk memproduksi hormon androgen secara berlebihan dan mengganggu proses ovulasi. Gangguan ini berkaitan erat dengan Polycystic Ovary Syndrome (PCOS), kondisi di mana banyak kista kecil terbentuk di ovarium.

Produk susu non-organik

Produk susu non-organik juga termasuk dalam makanan yang sering dikaitkan dengan kista. Meskipun susu dikenal sebagai sumber kalsium, beberapa penelitian menunjukkan bahwa produk susu tinggi lemak dapat memengaruhi keseimbangan hormon.

Produk susu non-organik sering kali mengandung sisa hormon pertumbuhan sapi, seperti recombinant Bovine Growth Hormone (rBGH). Berdasarkan literatur medis internasional, paparan hormon dari luar dalam jangka panjang dapat mengganggu kerja kelenjar endokrin manusia. Bagi wanita yang memiliki kecenderungan kista, konsumsi produk susu berlebihan dapat mempercepat pembesaran kista akibat stimulasi hormonal tersebut.

Makanan kalengan dan wadah plastik ber-BPA

Jenis terakhir yang perlu diwaspadai adalah makanan kalengan serta makanan yang disimpan dalam wadah plastik mengandung BPA. Walau bukan bahan makanan secara langsung, cara penyimpanan makanan memiliki dampak besar terhadap kesehatan hormonal.

Banyak kaleng makanan dan plastik tertentu dilapisi Bisphenol A (BPA), zat kimia yang dikenal sebagai pengganggu sistem endokrin. Environmental Health Perspectives menyebutkan bahwa BPA dapat meniru kerja hormon estrogen dalam tubuh. Paparan BPA secara terus-menerus dapat membuat tubuh mengalami kebingungan hormonal, yang pada akhirnya memicu terbentuknya kista fungsional maupun kista patologis.

Menjaga kesehatan reproduksi tidak cukup hanya dengan pemeriksaan rutin, tetapi juga perlu dimulai dari kebiasaan makan sehari-hari. Mengurangi konsumsi makanan berlemak tinggi, gula rafinasi, serta produk dengan paparan hormon tambahan dapat membantu menjaga keseimbangan hormon tubuh.

Sebagai langkah pencegahan, disarankan untuk memperbanyak asupan makanan tinggi serat seperti sayuran hijau, buah-buahan, dan biji-bijian utuh. Serat berperan penting dalam membantu tubuh mengikat kelebihan estrogen dan membuangnya melalui sistem pencernaan, sehingga keseimbangan hormon tetap terjaga dan risiko kista dapat ditekan.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index