JAKARTA - Kinerja sektor pangan nasional kembali mencatatkan perkembangan positif.
Komoditas jagung, yang selama ini menjadi penopang penting bagi industri pakan ternak dan ketahanan pangan, menunjukkan lonjakan produksi dan konsumsi yang signifikan dalam dua tahun terakhir. Kondisi ini menempatkan Indonesia pada posisi surplus, sekaligus membuka peluang baru bagi pemerintah untuk melangkah ke tahap ekspor.
Pemerintah mengungkapkan bahwa dalam dua tahun terakhir, surplus produksi dan konsumsi jagung nasional mengalami peningkatan sebesar 23,2 persen. Angka surplus tersebut melonjak dari 307,4 ribu ton menjadi 463,9 ribu ton. Dengan capaian ini, pemerintah mulai mempersiapkan Perum Bulog untuk melaksanakan ekspor stok jagung pada tahun ini.
Pemerintah Tegaskan Tanpa Impor Jagung Pakan
Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) yang juga menjabat sebagai Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menegaskan bahwa keberhasilan ini membuat pemerintah tidak lagi melakukan impor jagung pakan untuk mengisi Cadangan Jagung Pemerintah (CJP) di Perum Bulog. Seluruh stok CJP dipastikan berasal dari produksi dalam negeri.
Langkah ini dinilai sebagai bagian dari komitmen pemerintah untuk memperkuat swasembada pangan nasional, sekaligus menjaga keseimbangan antara produksi petani dan kebutuhan industri pakan ternak.
Produksi Jagung Nasional Terus Menguat
Peningkatan produksi jagung nasional ini tercermin dari data produksi jagung pipilan kering dengan kadar air 14 persen. Berdasarkan catatan Badan Pusat Statistik (BPS), produksi jagung sepanjang 2025 mencapai 16,11 juta ton. Angka tersebut meningkat 6,44 persen dibandingkan produksi tahun 2024 yang berada di level 15,14 juta ton.
Peningkatan ini menunjukkan bahwa produktivitas pertanian jagung nasional berada dalam tren positif, seiring dengan berbagai program penguatan sektor hulu yang dijalankan pemerintah.
Neraca Pangan Catat Surplus Tertinggi Dua Tahun Terakhir
Sementara itu, dalam Proyeksi Neraca Pangan Nasional, Bapanas mencatat bahwa kebutuhan konsumsi jagung nasional sepanjang 2025 berada di angka 15,65 juta ton. Dengan produksi yang melampaui kebutuhan tersebut, Indonesia mencatat surplus sebesar 463,9 ribu ton pada 2025. Surplus ini bahkan melampaui capaian pada 2023.
Sebagai perbandingan, pada 2023 produksi jagung nasional tercatat sebesar 14,77 juta ton dengan kebutuhan konsumsi tahunan sebesar 14,47 juta ton. Dari selisih tersebut, surplus yang tercipta hanya sebesar 307,4 ribu ton. Artinya, dalam kurun dua tahun, surplus produksi dan konsumsi jagung nasional meningkat 23,2 persen, dari 307,4 ribu ton menjadi 463,9 ribu ton.
Kontribusi Polri Dorong Produksi Jagung Nasional
Menurut Amran, capaian surplus ini menjadi landasan kuat bagi pemerintah untuk mendorong ekspor jagung. Terlebih, terdapat kontribusi signifikan dari berbagai pihak, termasuk Polri, terhadap peningkatan produksi jagung nasional.
Ia menyebutkan bahwa kontribusi Polri mencapai sekitar 3,5 juta ton atau setara 20 persen dari total produksi jagung nasional pada 2025.
“Capaiannya sampai 20%. Kami hitung, tadi Pak Kapolri, totalnya 700 ribu hektare dikali 5 ton, itu 3,5 juta ton. [Jadi] kita siap-siap ekspor. Bulog, tolong ini bukan pekerjaan kecil,” ujar Amran.
Bulog Siap Jalankan Penugasan Ekspor Jagung
Arahan tersebut disambut positif oleh Perum Bulog. Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menyatakan kesiapan lembaganya untuk menjalankan penugasan ekspor jagung. Ia menegaskan bahwa langkah ini juga sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto saat pengumuman swasembada pangan pada Rabu, 7 Januari 2025.
“Kami juga disini melihat dampak yang luar biasa dari adanya swasembada pangan, khususnya beras dan jagung. Memang ini sesuai dengan kemarin pada saat Bapak Presiden berkunjung di stand kami,” ucap Rizal.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa Bulog menargetkan pelaksanaan ekspor komoditas pangan strategis pada 2026.
“Kami menargetkan di tahun 2026 ini, memang Bulog akan melaksanakan ekspor, baik beras maupun jagung. Ini seiring dengan konsep dari Bapak Kapolri, kami akan bersinergi semaksimal mungkin khususnya untuk kaitannya dengan ekspor jagung,” imbuhnya.
Realisasi dan Rencana Ekspor Jagung
Berdasarkan data Bapanas dalam Proyeksi Neraca Pangan Nasional Tahun 2025 per Desember 2025, realisasi ekspor jagung telah berlangsung hingga November 2025 dengan volume sekitar 21,3 ribu ton. Selain itu, terdapat rencana ekspor tambahan pada Desember 2025 yang diperkirakan mencapai 31,6 ribu ton.
Data tersebut menunjukkan bahwa ekspor jagung Indonesia mulai bergerak secara bertahap seiring dengan ketersediaan stok dalam negeri.
Stabilisasi Pasokan Tetap Jadi Prioritas
Di sisi lain, pemerintah juga tetap memprioritaskan stabilisasi pasokan dan harga jagung di dalam negeri. Sepanjang 2025, serapan jagung produksi dalam negeri tercatat mencapai 101 ribu ton. Daerah dengan serapan tertinggi meliputi Nusa Tenggara Barat, Lampung, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Barat.
Dari stok Cadangan Jagung Pemerintah (CJP) yang sepenuhnya berasal dari produksi domestik, sebanyak 51,2 ribu ton telah disalurkan melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).
Target SPHP Jagung 500 Ribu Ton di 2026
Untuk tahun 2026, Bapanas menargetkan penyaluran SPHP jagung pakan sebesar 500 ribu ton selama satu tahun penuh. Target ini ditetapkan berdasarkan hasil rapat koordinasi terbatas di Kementerian Koordinator Bidang Pangan pada 29 Desember 2025.
Program tersebut akan difokuskan kepada peternak ayam layer skala mikro, kecil, dan menengah, mengingat tingginya ketergantungan sektor ini terhadap jagung pakan.
Stok Awal dan Larangan Impor Jagung
Saat ini, stok CJP di Bulog pada awal Januari tercatat sekitar 45 ribu ton. Pemerintah menegaskan bahwa Bulog harus terus menambah stok dari produksi dalam negeri karena telah diputuskan tidak ada impor jagung, baik untuk pakan, benih, maupun konsumsi rumah tangga sepanjang 2026.
“Dari kemarin sudah disampaikan, tidak ada impor jagung khusus pakan. Ini karena bahkan kita sudah ekspor, ekspor di Kalimantan ke Malaysia, juga kita ekspor ke Filipina. Dari NTB dari Gorontalo. Jadi ada 3 tempat dan Bapak Presiden lepas langsung,” ungkap Amran.