Penumpang Nataru

Lonjakan Penumpang Nataru Jadikan Bandara Soekarno-Hatta Tersibuk Sepanjang Akhir Tahun

Lonjakan Penumpang Nataru Jadikan Bandara Soekarno-Hatta Tersibuk Sepanjang Akhir Tahun
Lonjakan Penumpang Nataru Jadikan Bandara Soekarno-Hatta Tersibuk Sepanjang Akhir Tahun

JAKARTA - Libur Natal dan Tahun Baru selalu menjadi momen penting bagi sektor transportasi udara nasional. 

Lonjakan mobilitas masyarakat untuk berlibur, pulang kampung, hingga perjalanan bisnis membuat bandara-bandara di Indonesia bekerja pada kapasitas maksimal. Pada periode Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) kembali mencatatkan perannya sebagai simpul utama pergerakan penumpang udara nasional.

PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports) mencatat Bandara Soetta, Tangerang, Banten, menjadi bandara tersibuk dengan melayani sebanyak 3,5 juta penumpang pesawat selama periode angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Angka tersebut menegaskan posisi Soetta sebagai gerbang udara utama Indonesia, terutama saat musim puncak perjalanan.

Soekarno-Hatta Catat 3,5 Juta Penumpang

Direktur Utama InJourney Airports Mohammad R. Pahlevi menyampaikan bahwa capaian tersebut menjadikan Bandara Soekarno-Hatta sebagai bandara dengan tingkat pelayanan penumpang tertinggi secara nasional selama periode libur akhir tahun.

"Selama periode masa angkutan Natal-tahun baru, Bandara Soekarno-Hatta Tangerang telah melayani 3,5 juta penumpang dengan 23 ribu penerbangan," katanya.

Jumlah penerbangan yang mencapai puluhan ribu ini menunjukkan tingginya frekuensi pergerakan pesawat, baik untuk penerbangan domestik maupun internasional. Tingginya trafik tersebut menjadi tantangan tersendiri dalam menjaga kelancaran operasional dan kualitas layanan bandara.

Bandara Besar Lain Ikut Alami Kepadatan

Selain Bandara Internasional Soetta, sejumlah bandara besar lainnya di Indonesia juga mencatat volume penumpang yang signifikan selama periode Natal dan Tahun Baru. Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali, berada di posisi berikutnya dengan melayani sekitar 1,4 juta penumpang dan sembilan ribu penerbangan.

Bandara Juanda Surabaya melayani sekitar 863 ribu penumpang dengan enam ribu penerbangan. Sementara itu, Bandara Sultan Hasanuddin Makassar mencatat 603 ribu penumpang dengan empat ribu penerbangan, dan Bandara Kualanamu Deli Serdang melayani sekitar 486 ribu penumpang dengan empat ribu penerbangan.

Data tersebut menunjukkan bahwa lonjakan mobilitas tidak hanya terpusat di satu wilayah, tetapi juga tersebar di berbagai daerah dengan bandara strategis sebagai pintu masuk utama.

Total 10,20 Juta Penumpang di 37 Bandara

Jika diakumulasikan secara nasional, InJourney Airports mencatat sebanyak 10,20 juta penumpang telah dilayani di 37 bandara yang berada di bawah pengelolaannya selama periode Natal dan Tahun Baru 2025/2026. Jumlah tersebut relatif sama dibandingkan dengan periode Nataru 2024/2025 yang mencatat sekitar 10,24 juta penumpang.

Kondisi ini menunjukkan bahwa permintaan perjalanan udara tetap stabil, meskipun dihadapkan pada berbagai tantangan ekonomi dan dinamika global. Konsistensi jumlah penumpang juga menjadi indikator penting bagi pemulihan dan pertumbuhan sektor transportasi udara nasional.

Puncak Arus Keberangkatan dan Kedatangan

InJourney Airports juga mencatat adanya puncak pergerakan penumpang pada waktu-waktu tertentu. Untuk arus keberangkatan, lonjakan tertinggi terjadi menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru.

"Pergerakan penumpang tertinggi pada arus keberangkatan sebelum Natal ada pada 24 Desember 2025 yakni 543 ribu penumpang, kemudian sebelum Tahun Baru 2026 pada 28 Desember 2025 sebanyak 531 ribu penumpang," jelasnya.

Sementara itu, arus balik tertinggi tercatat pada 4 Januari 2026, dengan jumlah penumpang yang hampir menyentuh angka 560 ribu orang. Tingginya arus balik ini menandakan berakhirnya masa libur dan kembalinya masyarakat ke kota asal atau tempat bekerja.

Puluhan Ribu Penerbangan Selama Nataru

Dari sisi pergerakan pesawat, InJourney Airports mencatat sekitar 76 ribu penerbangan berlangsung selama periode Natal dan Tahun Baru 2025/2026. Jumlah tersebut termasuk sekitar dua ribu penerbangan tambahan yang disiapkan untuk mengantisipasi lonjakan permintaan.

"Utilisasi slot time atau ketersediaan waktu keberangkatan penerbangan dan kedatangan penerbangan di seluruh bandara secara kumulatif pada Nataru 2025/2026 hampir menyentuh 90 persen atau lebih tinggi dibandingkan dengan Nataru 2024/2025 sebesar 84 persen," ungkapnya.

Tingginya tingkat utilisasi slot time menunjukkan padatnya jadwal penerbangan dan optimalisasi infrastruktur bandara selama musim puncak.

Fokus pada Pengalaman Penumpang

Wakil Direktur Utama InJourney Airports Achmad Syahir menuturkan bahwa selama periode Nataru 2025/2026, pengelola bandara tidak hanya fokus pada aspek operasional, tetapi juga pada peningkatan pengalaman penumpang.

Berbagai inisiatif terkait customer experience dijalankan untuk memastikan kenyamanan dan kepuasan pengguna jasa bandara, terutama saat menghadapi lonjakan penumpang di akhir tahun.

Inovasi Layanan Selama Musim Sibuk

Beberapa inovasi yang diterapkan selama periode Nataru antara lain desain tematis Natal dan Tahun Baru di area terminal, serta berbagai aktivitas customer experience atau On Ground Activation.

"Inovasi dari On Ground Activation yang diluncurkan pada Nataru 2025/2026 adalah Customer Service Mobile dan Posko Terpadu Melayani Sepenuh Hati. Dua inovasi ini mampu menjaga standar pelayanan di bandara saat periode sibuk," kata dia.

Melalui berbagai langkah tersebut, InJourney Airports berharap dapat menjaga kualitas layanan dan memastikan kelancaran perjalanan udara masyarakat, meskipun berada dalam kondisi puncak aktivitas.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index