Wamenlu Pastikan WNI Aman dari Eskalasi Konflik AS-Iran

Kamis, 16 Juli 2026 | 19:11:01 WIB
Eskalasi AS-Iran Memanas, Wamenlu Sebut Kondisi WNI Aman [FOTO: NET].

JAKARTA - Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) RI Arrmanatha Nasir menegaskan bahwa sampai detik ini tidak ada warga negara Indonesia (WNI) yang terkena dampak secara langsung dari memanasnya kembali hubungan antara Amerika Serikat dan Iran di wilayah Selat Hormuz.

“Sampai saat ini belum ada laporan dampak langsung kepada para WNI dalam artian yang cedera atau yang mengalami luka-luka,” kata Arrmanatha usai menghadiri rapat kerja dengan Komisi I DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (16/07/2026).

Kementerian Luar Negeri beserta seluruh pos perwakilan RI di wilayah Timur Tengah terus meningkatkan sinergi dan pemantauan kondisi lapangan demi menjamin keselamatan WNI.

Tiap-tiap perwakilan RI secara berkala memberikan laporan mengenai dinamika keamanan di area tugas masing-masing, termasuk memantau situasi WNI yang bertempat tinggal ataupun tengah berkunjung ke wilayah itu.

“Laporan tersebut langsung disampaikan kepada bapak menteri luar negeri, melalui suatu grup yang bisa membantu mereka melapor setiap saat,” ujarnya.

Di samping itu, pihak pemerintah pun memberikan kepastian bahwa para jamaah umrah dari Indonesia tidak menemui kendala akibat dinamika keamanan yang tengah bergulir di Timur Tengah. 

Arrmanatha Nasir menyampaikan hingga sekarang belum ada laporan terkait adanya jamaah umrah Indonesia yang terkendala oleh penutupan bandar udara ataupun masalah penerbangan di area tersebut.

Pos perwakilan RI pada negara-negara terkait pun telah mengutus para pejabatnya demi mengawasi secara langsung keadaan para jamaah sekaligus menjamin seluruh kegiatan mereka tetap berlangsung dengan normal.

Peningkatan kesiapsiagaan ini dijalankan buntut dari kembali menegang dengan cepatnya relasi antara Washington dan Teheran dalam kurun beberapa minggu terakhir. 

Angkatan bersenjata Amerika Serikat melepaskan rentetan serangan menuju Iran dengan dalih demi memangkas kapabilitas Teheran dalam menggempur kapal-kapal dagang yang berlayar di Selat Hormuz.

Bukan hanya meluncurkan gempuran, Amerika Serikat juga kembali memberlakukan blokade perairan atas Iran melalui pengerahan di atas 20 kapal perang Angkatan Laut AS beserta ratusan armada pesawat tempur di wilayah Timur Tengah.

Gesekan kedua negara tersebut menajam dalam beberapa waktu belakangan, walaupun sebelumnya sempat tercapai nota kesepahaman lewat mediasi Pakistan demi menyudahi konflik sekaligus membuka peluang menuju perdamaian yang lebih langgeng.

Di sudut lain, pada Selasa, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menyatakan telah meluluhlantakkan deretan persenjataan dan pesawat tanpa awak kepunyaan Amerika Serikat dalam gempuran yang berlangsung di Bahrain dan Kuwait.

Sementara itu, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengurungkan program pemberlakuan tarif senilai 20 persen bagi tiap kapal kargo yang berlayar melewati Selat Hormuz sesudah mengantongi komitmen investasi dari deretan negara Arab.

Terkini