Tekuk Prances 2-0, De la Fuente Sebut Spanyol Capai Puncak Performa

Rabu, 15 Juli 2026 | 17:19:02 WIB
Pelatih Timnas Spanyol, Luis de la Fuente. [Foto: sports.yahoo.com]

DALLAS - Juru taktik tim nasional (timnas) Spanyol, Luis de la Fuente, menyatakan bahwa skuad asuhannya berhasil menyentuh puncak penampilan di waktu yang sangat tepat setelah memetik kemenangan 2-0 atas Prancis pada fase semifinal Piala Dunia 2026 pada Selasa (14/7/2026). 

Hasil positif ini sekaligus membawa tim berjuluk La Roja tersebut melangkah ke partai final pertama mereka sejak terakhir kali memenangi trofi pada Piala Dunia 2010.

Mikel Oyarzabal memecah kebuntuan Spanyol lewat eksekusi titik putih pada menit ke-22, disusul oleh Pedro Porro yang memperlebar keunggulan ketika pertandingan hampir berjalan satu jam, dalam laga yang memperlihatkan dominasi Spanyol atas salah satu tim unggulan juara tersebut di Dallas.

Diwawancarai selepas laga usai, De la Fuente membeberkan bahwa Raja Felipe VI sempat menghubungi skuad Spanyol secara langsung di ruang ganti untuk memberikan ucapan selamat atas keberhasilan tim.

"Merupakan suatu kebanggaan bagi kami bahwa Raja menelepon dan terus mendukung kami," kata De la Fuente. 

"Kami bertanggung jawab atas kegembiraan yang dirasakan masyarakat di jalanan. Generasi pemain ini memiliki sikap yang sangat baik, dan mereka menjadi panutan untuk begitu banyak nilai."

Arsitek tim yang kini berumur 65 tahun tersebut memaparkan bahwa performa apik pada hari Selasa tersebut adalah buah dari strategi yang dirancang matang guna membangun momentum positif di sepanjang kejuaraan.

"Kami terus berkembang dari satu pertandingan ke pertandingan berikutnya, dari satu kompetisi ke kompetisi selanjutnya. Semua itu telah direncanakan agar kami dapat mencapai momen-momen penting ini dengan kondisi terbaik, dan saya rasa kami berada dalam kondisi yang sangat baik saat ini," ujarnya.

"Dari segi permainan sepak bola, kami telah mencapai puncak performa pada saat yang tepat setelah menjalani musim yang panjang."

Spanyol sukses meredam daya gedor armada Prancis yang dikomandoi oleh Kylian Mbappe berkat faktor kedisiplinan, kerapian organisasi permainan, serta etos pengorbanan dari segenap pemain, tutur De la Fuente.

"Kami mungkin menghadapi salah satu timnas terbaik di dunia. Namun, mereka juga menghadapi tim terbaik, kumpulan pemain terbaik di dunia," tuturnya. 

"Kami adalah satu tim, dan ketika menghadapi tim seperti kami, kami tidak terkalahkan. Itulah yang kami rasakan saat ini."

De la Fuente menunjuk Rodri yang mengawal sektor gelandang sebagai "tulang punggung" skuad dan memuji Dani Olmo sebagai "seorang jenius di posisinya", namun dirinya juga menggarisbawahi bahwa kekompakan kolektif jauh lebih krusial ketimbang performa individu semata.

"Yang terpenting di sini adalah tim, dan begitulah cara mereka memahaminya. Setiap individu bekerja demi kepentingan tim."

Walau sedang merayakan momentum keberhasilan ini, De la Fuente mengingatkan bahwa misi utama Spanyol masih belum sepenuhnya tuntas.

"Kami tinggal satu langkah lagi, langkah terakhir, langkah tersulit. Kami ingin memenangkan Piala Dunia ini dan mengangkat trofi juara."

Sewaktu dimintai tanggapan mengenai partai puncak pada Minggu (19/7) di New York New Jersey Stadium menghadapi Inggris atau Argentina, De la Fuente menegaskan, “Kami akan menyambut siapa pun dari mereka dengan tangan terbuka.”

Terkini