Wamendag Dyah Roro Esti Perkuat Kerja Sama Perdagangan Indonesia Singapura Malaysia

Senin, 16 Maret 2026 | 05:04:30 WIB
Wamendag Dyah Roro Esti Perkuat Kerja Sama Perdagangan Indonesia Singapura Malaysia

JAKARTA - Hubungan ekonomi Indonesia dengan negara-negara tetangga di kawasan Asia Tenggara terus diperkuat melalui berbagai pertemuan bilateral. 

Salah satu upaya tersebut dilakukan oleh Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) RI Dyah Roro Esti yang melakukan pembahasan strategis terkait kerja sama perdagangan dan investasi dengan Singapura serta Malaysia.

Pertemuan tersebut menjadi momentum penting untuk memperdalam kolaborasi ekonomi, terutama dalam memperluas akses pasar dan meningkatkan nilai tambah produk ekspor Indonesia. Melalui dialog dengan kedua negara, pemerintah Indonesia menegaskan komitmennya untuk mendorong kerja sama perdagangan yang lebih terbuka serta mendukung pertumbuhan ekonomi kawasan.

"Melalui rangkaian pertemuan bilateral tersebut, Indonesia menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat kerja sama perdagangan yang terbuka, inklusif, dan berorientasi pada pertumbuhan ekonomi kawasan," kata Wamendag Roro dalam keterangannya yang diterima di Jakarta, Minggu.

Pertemuan bilateral Wamendag RI dengan sejumlah mitra strategis tersebut berlangsung di sela pertemuan 32nd ASEAN Economic Ministers (AEM) Retreat di Taguig, Filipina.

Perdagangan Indonesia-Singapura Tunjukkan Tren Positif

Dalam pertemuan dengan Deputy Prime Minister and Minister of Trade and Industry Singapura Gan Kim Yong, Wamendag Roro menyoroti perkembangan positif hubungan perdagangan kedua negara yang terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir.

Nilai perdagangan Indonesia dan Singapura tercatat mengalami peningkatan signifikan dalam lima tahun terakhir. Data menunjukkan total perdagangan kedua negara naik 14,6 persen, dari 16,85 miliar dolar AS pada 2020 menjadi 19,32 miliar dolar AS pada 2025.

Peningkatan ini mencerminkan kuatnya hubungan ekonomi yang telah terjalin lama antara kedua negara. Indonesia menilai kemitraan tersebut masih memiliki potensi besar untuk terus berkembang, terutama dalam upaya memperluas jenis produk ekspor yang memiliki nilai tambah lebih tinggi.

"Hubungan perdagangan Indonesia dan Singapura menunjukkan perkembangan yang sangat positif. Ke depan, kami melihat peluang besar untuk memperluas kerja sama, khususnya dalam mendorong ekspor produk Indonesia yang bernilai tambah lebih tinggi," ujar Wamendag Roro.

Selain memperkuat perdagangan, kedua negara juga membahas berbagai isu strategis yang berkaitan dengan kerja sama ekonomi regional serta integrasi perdagangan di kawasan Indo-Pasifik.

Komitmen Indonesia Melanjutkan Aksesi CPTPP

Dalam pertemuan tersebut, Indonesia juga menegaskan komitmennya untuk melanjutkan proses aksesi terhadap Comprehensive and Progressive Agreement for Trans-Pacific Partnership (CPTPP).

Pemerintah memandang perjanjian perdagangan ini sebagai salah satu kerangka kerja modern yang dapat memperkuat integrasi ekonomi negara-negara di kawasan Indo-Pasifik. Keikutsertaan Indonesia dalam perjanjian tersebut diharapkan dapat membuka peluang perdagangan baru sekaligus meningkatkan daya saing ekonomi nasional.

"Indonesia berkomitmen melanjutkan proses aksesi CPTPP sebagai bagian dari agenda transformasi ekonomi nasional dan untuk memperkuat integrasi Indonesia dalam sistem perdagangan global yang berbasis aturan," katanya menjelaskan.

Selain CPTPP, kedua pihak juga membahas berbagai agenda kerja sama ekonomi regional yang tengah berkembang. Pembahasan tersebut mencakup perkembangan negosiasi ASEAN Digital Economy Framework Agreement (DEFA), implementasi Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP), serta berbagai inisiatif lain yang berkaitan dengan perdagangan dan investasi di kawasan.

"Indonesia mendorong agar berbagai inisiatif kerja sama ekonomi regional, termasuk DEFA dan RCEP, dapat terus diperkuat guna mendukung pertumbuhan ekonomi kawasan yang inklusif dan berkelanjutan," kata Roro Esti.

Penguatan Perdagangan Indonesia dan Malaysia

Selain dengan Singapura, Wamendag Roro juga melakukan pertemuan bilateral dengan Deputy Minister of Investment, Trade, and Industry Malaysia Sim Tze Tzin. Pertemuan ini membahas upaya memperkuat hubungan perdagangan antara Indonesia dan Malaysia yang selama ini menjadi salah satu mitra utama di kawasan.

Data menunjukkan bahwa nilai perdagangan kedua negara pada 2025 mencapai 24,22 miliar dolar AS. Angka tersebut mencerminkan hubungan ekonomi yang cukup kuat dan saling menguntungkan bagi kedua pihak.

Indonesia melihat masih banyak peluang yang dapat dimanfaatkan untuk memperluas akses pasar serta meningkatkan kerja sama di berbagai sektor yang memiliki nilai tambah lebih tinggi.

Pertemuan tersebut juga membahas penguatan berbagai mekanisme kerja sama bilateral yang selama ini telah berjalan. Di antaranya rencana penyelenggaraan Joint Trade and Investment Committee (JTIC) yang diharapkan dapat memperkuat koordinasi dalam kerja sama perdagangan dan investasi.

Selain itu, kedua negara juga berencana meningkatkan kolaborasi melalui Malaysia-Indonesia Investment Committee (MIIC) guna memperluas peluang investasi di berbagai sektor strategis.

Penguatan Perdagangan di Kawasan Perbatasan

Dalam pembahasan antara Indonesia dan Malaysia, perhatian juga diberikan pada pengembangan perdagangan di kawasan perbatasan. Kedua negara menilai konektivitas ekonomi di wilayah perbatasan memiliki peran penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat.

Beberapa isu yang dibahas antara lain implementasi Border Trade Agreement (BTA) 2023 serta upaya percepatan normalisasi perdagangan lintas batas di Entikong-Tebedu. Langkah ini diharapkan dapat memperlancar aktivitas perdagangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah perbatasan kedua negara.

Penguatan perdagangan lintas batas juga dinilai sebagai bagian penting dari strategi untuk meningkatkan konektivitas ekonomi regional. Dengan adanya kerja sama yang lebih erat, aktivitas perdagangan di kawasan tersebut diharapkan dapat tumbuh lebih optimal.

"Indonesia dan Malaysia memiliki hubungan perdagangan yang kuat. Kami melihat banyak peluang untuk memperluas kerja sama, termasuk melalui peningkatan perdagangan bernilai tambah dan penguatan konektivitas ekonomi di kawasan perbatasan," kata Wamendag Roro Esti.

Terkini