Tips Barista Atur Waktu Minum Kopi Saat Puasa Ramadhan 2026

Jumat, 27 Februari 2026 | 12:55:38 WIB
Tips Barista Atur Waktu Minum Kopi Saat Puasa Ramadhan 2026

JAKARTA - Menikmati kopi saat bulan Ramadhan membutuhkan penyesuaian waktu yang tepat agar kondisi kesehatan lambung tetap terjaga dengan baik selama menjalankan ibadah puasa.

Bagi banyak orang, meminum kopi saat bulan puasa sering kali menjadi dilema karena kekhawatiran akan munculnya masalah kesehatan pada bagian pencernaan tubuh.

Salah menentukan waktu minum kopi selama bulan suci bisa berdampak buruk bagi kenyamanan fisik hingga mengganggu kualitas istirahat di malam hari setelah beraktivitas.

Store Manager sekaligus barista profesional dari Common Grounds Menteng Terra Jakarta, Gatot, memberikan panduan mengenai waktu yang paling ideal untuk menikmati asupan kafein tersebut.

Rekomendasi Waktu Terbaik Menikmati Kopi Saat Berpuasa

Menurut penjelasan Gatot, mengonsumsi kopi saat bulan Ramadhan sebenarnya bisa dilakukan pada dua waktu utama, yaitu saat makan sahur maupun ketika berbuka.

Keputusan untuk memilih waktu minum kopi ini sangat bergantung pada selera serta kebiasaan masing-masing individu dalam menjalani rutinitas harian selama menjalankan ibadah puasa.

Namun, Gatot memberikan catatan penting bahwa sebelum meminum kopi, seseorang sangat disarankan untuk mengisi perut dengan makanan terlebih dahulu agar kondisi lambung aman.

"Tentunya sebelum ngopi sebaiknya makan dulu. Intinya jangan perut kosong, diusahakan," jelas Gatot saat ditemui media di Jakarta pada Kamis 26 Februari 2026.

Jika ingin menikmati kopi pada saat sahur, maka pastikan minuman tersebut dikonsumsi setelah selesai menyantap makanan utama sahur sebelum waktu imsak tiba di pagi.

Sementara itu, bagi mereka yang lebih memilih minum kopi saat waktu berbuka, sebaiknya dilakukan setelah perut terisi makanan pembuka atau makanan berat setelah maghrib.

Pilihan Jenis Kopi Aman Untuk Lambung Selama Puasa

Demi menjaga kesehatan dan menghindari risiko kenaikan asam lambung yang mengganggu, sangat penting untuk memilih jenis biji kopi dengan kadar kafein yang lebih rendah.

Gatot mencontohkan bahwa kopi jenis arabika merupakan pilihan yang jauh lebih aman karena memiliki kandungan kafein yang secara alami lebih sedikit dibandingkan dengan robusta.

Selain memilih arabika, masyarakat juga dapat mempertimbangkan untuk mengonsumsi kopi decaf yang telah melewati proses khusus untuk menghilangkan sebagian besar kandungan kafein di dalamnya.

Jenis kopi decaf ini dinilai relatif jauh lebih aman bagi orang-orang yang memiliki riwayat gangguan asam lambung atau sensitivitas tinggi terhadap zat kafein tersebut.

Barista ini juga menambahkan bahwa mengonsumsi kopi murni tanpa tambahan bahan lain akan memberikan perlindungan ekstra bagi dinding lambung saat sedang menjalankan program ibadah puasa.

"Tentunya lebih aman lagi kalau minum kopinya itu pure coffee. Jadi, tanpa ada tambahan susu atau tambahan gula dan krim," jelas Gatot dengan sangat detail.

Alasannya adalah karena kandungan protein dalam susu serta campuran gula memiliki potensi besar untuk memicu reaksi asam lambung yang bisa menyebabkan rasa tidak nyaman.

Dengan meminum kopi hitam murni, kandungan protein dan gulanya cenderung mendekati angka nol sehingga organ usus dan lambung tidak perlu bekerja terlalu berat mencernanya.

Batas Aman Konsumsi Gelas Kopi Per Hari

Pada hari-hari biasa di luar bulan suci Ramadhan, seseorang mungkin sudah terbiasa mengonsumsi sekitar dua hingga tiga gelas kopi setiap harinya tanpa ada keluhan.

Namun, ketika memasuki masa puasa, jumlah konsumsi kafein harian sebaiknya disesuaikan kembali dengan kapasitas serta kondisi kesehatan tubuh yang sedang beradaptasi dengan pola makan baru.

Gatot menyarankan agar jumlah asupan kopi dikurangi dari porsi biasanya untuk menjaga keseimbangan cairan dan kesehatan pencernaan selama menahan lapar dan dahaga di siang hari.

"Supaya lebih aman bisa dikurangi satu sampai dua gelas, tergantung kesiapan perutnya," tutur Gatot dalam acara konferensi pers Indonesia Coffee Expo 2026 tersebut.

Jika setelah berbuka puasa seseorang merasa perutnya tidak nyaman atau begah, maka sangat disarankan untuk menunda atau menghindari konsumsi kopi untuk sementara waktu saja.

Kesehatan fisik harus tetap menjadi prioritas utama agar ibadah tetap lancar, sehingga proses pencernaan makanan berat harus diselesaikan terlebih dahulu sebelum memasukkan asupan kafein tambahan.

Menjaga Kualitas Istirahat Dengan Pola Minum Tepat

Setelah memastikan makanan utama sudah tercerna dengan sempurna, barulah seseorang bisa menikmati kopi dengan batas maksimal sekitar dua gelas saja untuk menjaga kebugaran tubuh.

Pengaturan porsi ini sangat krusial agar sisa kafein dalam darah tidak mengganggu jam tidur, yang mana istirahat cukup sangat dibutuhkan untuk bangun sahur esok harinya.

Dengan mengikuti saran dari pakar kopi ini, para pecinta kopi tetap bisa menikmati hobi mereka tanpa harus mengorbankan kenyamanan fisik selama bulan suci Ramadhan berlangsung.

Kombinasi antara pemilihan waktu yang pas, jenis biji kopi yang tepat, serta porsi yang terkendali akan membuat pengalaman minum kopi menjadi lebih maksimal dan sehat.

Konsistensi dalam menjaga pola makan dan minum ini akan membantu tubuh tetap berenergi sepanjang hari meskipun sedang berada dalam kondisi perut kosong selama belasan jam.

Oleh karena itu, penting bagi setiap individu untuk lebih peka terhadap sinyal yang diberikan oleh tubuh mereka sendiri saat mengonsumsi kafein selama periode puasa tahun ini.

Terkini