BMKG Keluarkan Peringatan Hujan Lebat 27 Februari 2026, Ini 10 Wilayah yang Harus Waspada

Jumat, 27 Februari 2026 | 10:57:05 WIB
BMKG Keluarkan Peringatan Hujan Lebat 27 Februari 2026, Ini 10 Wilayah yang Harus Waspada

JAKARTA - Cuaca ekstrem kembali menjadi perhatian di penghujung Februari 2026. 

Warga di sejumlah daerah diminta meningkatkan kewaspadaan setelah Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika atau Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika mengeluarkan peringatan potensi hujan lebat hingga sangat lebat pada Jumat, 27 Februari 2026. Informasi ini penting diperhatikan, terutama bagi masyarakat yang tinggal di wilayah rawan banjir, longsor, maupun genangan akibat curah hujan tinggi.

Peringatan tersebut tidak muncul tanpa sebab. Dinamika atmosfer yang berkembang dalam beberapa hari terakhir memperlihatkan adanya sistem cuaca signifikan yang memicu pertumbuhan awan hujan di berbagai kawasan Indonesia.

Pemicu Cuaca Ekstrem: Sirkulasi Siklonik dan Konvergensi

Fenomena sirkulasi siklonik yang terpantau di Samudra Hindia Barat Daya Lampung dan Samudra Pasifik Timur Laut Papua Nugini memicu kondisi tersebut.

Sistem ini membentuk daerah konvergensi dan konfluensi. Pertemuan angin ini memanjang di Samudra Hindia Barat Daya Banten serta Samudra Pasifik Timur Laut Papua.

Pusaran angin turut menciptakan daerah konvergensi lain yang membentang dari Samudra Hindia Selatan Jawa Barat hingga pesisir selatan Yogyakarta, pesisir selatan Sumbawa hingga Laut Sawu, serta di Laut Flores dan Laut Arafuru.

Rangkaian sistem ini mempercepat pertumbuhan awan hujan di sepanjang jalurnya.

Prakirawan BMKG, Ranika menyatakan, dinamika atmosfer ini berdampak langsung pada kondisi wilayah Nusantara.

"Kombinasi dinamika atmosfer tersebut menyebabkan potensi cuaca cukup signifikan di beberapa wilayah Indonesia," ujar Ranika dalam siaran BMKG, Kamis (26/2).

Dengan adanya kombinasi sirkulasi siklonik dan konvergensi angin tersebut, curah hujan di sejumlah provinsi diperkirakan meningkat dalam intensitas maupun durasinya.

Daftar 10 Wilayah Waspada Hujan Lebat

BMKG mencatat 10 daerah yang masuk dalam kategori peringatan hujan lebat hingga sangat lebat, meliputi:

Banten
Jawa Barat
Yogyakarta
Jawa Tengah
Jawa Timur
Bali
Nusa Tenggara Barat (NTB)
Nusa Tenggara Timur (NTT)
Sulawesi Selatan
Maluku

Wilayah-wilayah tersebut diminta meningkatkan kesiapsiagaan, terutama terkait potensi dampak turunan seperti banjir, genangan air, tanah longsor, hingga gangguan transportasi.

Masyarakat di daerah pesisir juga perlu memperhatikan perkembangan informasi cuaca, mengingat sistem atmosfer yang aktif dapat memicu perubahan kondisi laut secara cepat.

Potensi Hujan Petir dan Lebat di Sejumlah Kota

BMKG juga merilis rincian kondisi sejumlah kota, mulai dari potensi petir hingga tutupan awan.

Hujan disertai petir berpeluang melanda Bandar Lampung, Surabaya, Tanjung Selor, Denpasar, dan Merauke. Sementara itu, Makassar dan Mamuju berpeluang mengalami hujan lebat, dan Semarang berpotensi turun hujan sedang.

Kondisi hujan disertai petir biasanya terjadi akibat pertumbuhan awan konvektif yang signifikan. Situasi ini berpotensi disertai angin kencang sesaat dan kilat, sehingga masyarakat diimbau menghindari aktivitas luar ruangan saat cuaca memburuk.

Selain itu, pengguna jalan di wilayah perkotaan juga perlu mewaspadai genangan dan jarak pandang yang berkurang saat hujan intensitas tinggi.

Wilayah dengan Potensi Hujan Ringan hingga Berawan

Kondisi hujan ringan berpeluang terjadi di Medan, Padang, Tanjung Pinang, Bengkulu, Palembang, Pangkalpinang, Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Banjarmasin, Palangkaraya, Samarinda, Mataram, Kupang, Kendari, Palu, Gorontalo, Manado, Ternate, Sorong, Manokwari, Nabire, dan Jayawijaya.

Meski tergolong ringan, hujan dengan intensitas rendah tetap perlu diantisipasi, terutama di wilayah dengan sistem drainase kurang optimal.

Adapun wilayah Pontianak, Banda Aceh, Pekanbaru, Jambi, Serang, Jayapura, dan Ambon masuk dalam prakiraan berawan hingga berawan tebal.

Cuaca berawan tebal menandakan adanya potensi pertumbuhan awan hujan lanjutan apabila didukung oleh faktor atmosfer lainnya. Oleh karena itu, masyarakat tetap disarankan memantau pembaruan prakiraan cuaca secara berkala.

Peringatan ini menjadi pengingat bahwa kondisi atmosfer di wilayah Indonesia sangat dinamis. Dengan memahami wilayah terdampak dan potensi cuaca yang mungkin terjadi, masyarakat dapat mengambil langkah antisipatif lebih dini. Mengurangi aktivitas di luar ruangan saat hujan lebat, memastikan saluran air bersih, serta memperbarui informasi cuaca resmi merupakan langkah sederhana yang dapat membantu meminimalkan risiko.

Terkini