Biaya Logistik 14,29 Persen Terhadap PDB ALI Desak Pembaruan Data Berkala

Rabu, 25 Februari 2026 | 10:55:31 WIB
Biaya Logistik 14,29 Persen Terhadap PDB ALI Desak Pembaruan Data Berkala

JAKARTA - Asosiasi Logistik Indonesia mendesak pemerintah untuk melakukan pembaruan data setiap 2 tahun guna menyikapi angka biaya logistik nasional saat ini. Langkah ini dinilai sangat krusial agar pemerintah memiliki basis data yang akurat dalam menentukan arah kebijakan ekonomi makro di masa depan yang dinamis. Pihak ALI menekankan bahwa transparansi data adalah kunci utama untuk meningkatkan daya saing industri distribusi nasional di mata dunia pada Rabu 25 Februari 2026.

Urgensi Pembaruan Data Logistik Nasional Dua Tahunan

Ketua Umum Asosiasi Logistik Indonesia Mahendra Rianto menyampaikan bahwa angka biaya logistik sebesar 14,29 persen terhadap PDB memerlukan evaluasi yang mendalam dan rutin. Menurutnya data yang diperbarui setiap 2 tahun akan membantu pelaku usaha dalam melakukan proyeksi bisnis yang lebih akurat dan terukur dalam jangka panjang ke depan. ALI berpendapat bahwa keterlambatan dalam pembaruan data dapat menyebabkan kebijakan yang diambil oleh pemerintah tidak lagi relevan dengan kondisi lapangan yang terus berubah pesat.

Mahendra menjelaskan bahwa sektor logistik di Indonesia memiliki kompleksitas yang sangat tinggi terutama berkaitan dengan kondisi geografis negara kepulauan yang sangat luas dan beragam. Tanpa adanya data yang segar dan terkini maka sulit bagi pemangku kepentingan untuk mengidentifikasi hambatan-hambatan spesifik yang menyebabkan biaya pengiriman barang menjadi masih cukup tinggi sekali. Oleh karena itu koordinasi yang kuat antara badan pusat statistik dan kementerian terkait menjadi syarat mutlak dalam mewujudkan efisiensi biaya logistik nasional secara menyeluruh saat ini.

Tantangan Menurunkan Biaya Logistik Terhadap Produk Domestik Bruto

Angka 14,29 persen terhadap PDB menunjukkan bahwa beban biaya distribusi di Indonesia masih cukup menantang jika dibandingkan dengan negara-negara tetangga di kawasan Asia Tenggara. Pemerintah perlu memperhatikan aspek infrastruktur digital dan fisik secara bersamaan guna menekan angka tersebut ke level yang lebih kompetitif bagi para pelaku industri global. Asosiasi logistik menilai bahwa perbaikan sistem birokrasi di pelabuhan dan terminal kargo menjadi salah satu kunci penting dalam mengurangi beban pengeluaran operasional perusahaan pengiriman barang.

Dukungan kebijakan fiskal juga diharapkan mampu memberikan insentif bagi perusahaan yang berhasil melakukan efisiensi dalam rantai pasok mereka melalui penggunaan teknologi hijau yang ramah lingkungan. Jika data logistik diperbarui secara berkala maka pemerintah dapat melihat secara objektif sektor mana saja yang masih memerlukan sentuhan bantuan atau relaksasi aturan tertentu dari pusat. Kejelasan data akan memberikan kepercayaan diri bagi para investor untuk menanamkan modal mereka pada proyek-proyek strategis nasional yang berkaitan dengan sistem distribusi barang terpadu nasional.

Peran Teknologi Dalam Mendukung Akurasi Data Distribusi

Asosiasi Logistik Indonesia mendorong pemanfaatan teknologi big data dan kecerdasan buatan dalam proses pengumpulan serta pengolahan informasi mengenai pergerakan barang di seluruh wilayah Indonesia hari ini. Implementasi teknologi ini dipercaya mampu menghasilkan potret data yang lebih presisi mengenai jalur-jalur logistik yang paling efisien serta mengidentifikasi titik-titik kemacetan yang merugikan secara ekonomi. Integrasi sistem pelaporan dari setiap pelaku usaha ke dalam satu pusat data nasional akan mempermudah proses pembaruan data dua tahunan yang sedang diusulkan oleh ALI tersebut.

Dengan sistem yang terintegrasi maka margin kesalahan dalam perhitungan biaya logistik nasional dapat diminimalisir sehingga kebijakan yang dihasilkan lebih tepat sasaran bagi masyarakat luas dan pengusaha. Mahendra menambahkan bahwa transformasi digital di sektor logistik bukan lagi sebuah pilihan melainkan kebutuhan mendesak untuk menjaga stabilitas harga barang kebutuhan pokok di seluruh pelosok negeri. Teknologi juga membantu pemerintah dalam memantau kepatuhan standar keselamatan kerja dan kelayakan armada pengangkut yang beroperasi di jalan raya nasional maupun jalur laut utama kita.

Sinergi Antar Lembaga Untuk Memperkuat Sistem Logistik

Keberhasilan pembaruan data dua tahunan ini sangat bergantung pada keterbukaan informasi dari berbagai instansi terkait seperti kementerian perhubungan, kementerian perdagangan, serta pihak otoritas pelabuhan nasional. Kolaborasi yang harmonis akan menciptakan ekosistem data yang sehat dan dapat dipertanggungjawabkan keakuratannya demi kepentingan pembangunan nasional yang berkelanjutan di masa yang akan datang nanti. Asosiasi Logistik Indonesia siap menjadi mitra strategis pemerintah dalam menyediakan masukan teknis dari sudut pandang praktisi yang setiap hari bergelut dengan tantangan distribusi di lapangan.

Melalui sinergi ini diharapkan Indonesia mampu menciptakan standar logistik yang unggul dan menjadi rujukan bagi negara-negara lain dalam pengelolaan distribusi di wilayah kepulauan yang sangat kompleks. Masyarakat juga akan merasakan dampak positif berupa harga barang yang lebih stabil dan ketersediaan stok yang lebih terjamin karena sistem logistik berjalan dengan sangat efisien. Langkah Ali pada Rabu 25 Februari 2026 ini diharapkan menjadi momentum kebangkitan sistem logistik nasional yang lebih modern, transparan, serta memiliki akurasi data yang sangat tinggi sekali.

Optimisme Peningkatan Daya Saing Logistik Indonesia Di Global

Meskipun angka 14,29 persen masih cukup tinggi namun adanya keinginan kuat untuk melakukan perbaikan data memberikan harapan baru bagi masa depan industri distribusi barang nasional kita. Efisiensi yang tercipta dari akurasi data akan menurunkan biaya produksi secara keseluruhan sehingga produk-produk buatan Indonesia bisa lebih bersaing di pasar internasional yang sangat kompetitif saat ini. ALI yakin bahwa dengan kerja keras dan dukungan penuh dari pemerintah pusat maka target penurunan biaya logistik ke level satu digit dapat tercapai dalam beberapa tahun mendatang.

Pembaruan data yang dilakukan secara rutin akan menjadi bukti nyata komitmen Indonesia dalam menjalankan reformasi ekonomi yang berbasis pada fakta dan realita yang terjadi di lapangan industri. Investor akan melihat Indonesia sebagai negara yang serius dalam memperbaiki sistem infrastruktur dan birokrasi pendukung bisnisnya melalui penyediaan data yang transparan dan selalu diperbarui secara berkala. Semua pihak berharap usulan dari Asosiasi Logistik Indonesia ini dapat segera diakomodasi ke dalam peraturan perundang-undangan guna memperkuat ketahanan ekonomi nasional dalam menghadapi segala dinamika tantangan ekonomi global dunia.

Terkini