JAKARTA — Tekanan harga kembali dirasakan konsumen pada awal pekan ini. Sejumlah komoditas pangan strategis tercatat mengalami kenaikan harga pada Selasa, 24 Februari 2026, terutama telur ayam ras, daging ayam ras, dan cabai rawit merah. Sementara itu, harga beras di tingkat konsumen nasional relatif stabil dan masih berada dalam batas harga eceran tertinggi (HET).
Berdasarkan Panel Harga Badan Pangan Nasional (Bapanas) yang dipantau pada pukul 08.46 WIB, pergerakan harga pangan menunjukkan tren yang beragam. Kenaikan paling mencolok terjadi pada komoditas hortikultura dan protein hewani, sedangkan komoditas pokok seperti beras belum menunjukkan lonjakan signifikan.
Harga Beras Stabil di Bawah HET Nasional
Untuk komoditas beras, harga di tingkat konsumen nasional masih terpantau stabil. Rata-rata harga beras stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP) Bulog tercatat sebesar Rp12.365 per kilogram. Angka tersebut masih berada di bawah HET nasional yang ditetapkan di kisaran Rp12.500 hingga Rp13.500 per kilogram.
Sementara itu, beras medium non-SPHP secara nasional dijual dengan harga rata-rata Rp13.794 per kilogram. Adapun beras medium berada di level Rp13.216 per kilogram. Untuk jenis beras khusus lokal, harga rata-rata mencapai Rp16.074 per kilogram, sedangkan beras premium berada di kisaran Rp15.391 per kilogram di tingkat konsumen.
Stabilnya harga beras ini menjadi penyeimbang di tengah naiknya sejumlah komoditas pangan lain yang menjadi kebutuhan harian masyarakat.
Cabai Rawit Merah Masih Melampaui Harga Acuan
Harga cabai rawit merah masih menunjukkan tekanan tinggi. Berdasarkan data Bapanas, harga rata-rata cabai rawit merah mencapai Rp72.566 per kilogram. Angka tersebut jauh melampaui rentang harga acuan penjualan (HAP) nasional yang berada di kisaran Rp40.000 hingga Rp57.000 per kilogram.
Selain cabai rawit, cabai merah keriting juga tercatat berada di level Rp44.710 per kilogram, meski masih dalam rentang HAP nasional Rp37.000–Rp55.000 per kilogram. Adapun cabai merah besar dijual dengan harga rata-rata Rp39.081 per kilogram di tingkat konsumen.
Untuk komoditas bawang, harga bawang merah berada di angka Rp39.724 per kilogram, masih sesuai dengan rentang HAP nasional Rp36.500–Rp41.500 per kilogram. Sementara bawang putih bonggol dipatok Rp37.960 per kilogram, mendekati HAP nasional Rp38.000–Rp40.000 per kilogram.
Telur dan Daging Ayam Terus Merangkak Naik
Kenaikan harga juga terjadi pada komoditas protein hewani. Harga rata-rata telur ayam ras tercatat naik 2,99% dibandingkan HAP nasional Rp30.000 per kilogram. Saat ini, telur ayam ras dibanderol Rp30.896 per kilogram di tingkat konsumen.
Harga daging ayam ras turut mengalami kenaikan meski tipis. Komoditas ini naik 0,67% dari HAP nasional Rp40.000 per kilogram, sehingga berada di level Rp40.266 per kilogram secara nasional.
Berbeda dengan ayam dan telur, harga daging sapi murni justru mengalami penurunan. Rata-rata nasional daging sapi murni tercatat turun 0,87% dari HAP nasional Rp140.000 per kilogram menjadi Rp138.783 per kilogram.
Untuk daging kerbau, harga daging kerbau segar lokal berada di level Rp141.667 per kilogram, sedangkan daging kerbau beku impor tercatat Rp108.409 per kilogram.
Harga Ikan, Minyak Goreng, hingga Gula Konsumsi
Pada sektor perikanan, harga rata-rata ikan kembung mencapai Rp46.312 per kilogram. Sementara ikan tongkol dijual Rp37.823 per kilogram dan ikan bandeng Rp36.073 per kilogram di tingkat konsumen.
Untuk komoditas minyak goreng, harga minyak goreng kemasan tercatat Rp20.801 per liter, sedangkan minyak goreng curah berada di level Rp17.538 per liter. Di sisi lain, harga Minyakita secara nasional tercatat Rp16.858 per liter, masih di atas HET yang ditetapkan sebesar Rp15.700 per liter.
Komoditas pangan lainnya juga menunjukkan variasi harga. Gula konsumsi rata-rata dijual Rp18.130 per kilogram, sementara garam konsumsi berada di level Rp11.263 per kilogram. Tepung terigu kemasan tercatat Rp12.562 per kilogram dan tepung terigu curah Rp9.310 per kilogram.
Jagung Pakan Naik, Kedelai Impor Turun
Untuk komoditas bahan baku pakan, harga jagung pakan peternak tercatat mengalami kenaikan signifikan. Harga jagung naik 12,28% dari HAP nasional Rp5.800 per kilogram menjadi Rp6.512 per kilogram.
Sebaliknya, harga kedelai biji kering impor justru mengalami penurunan. Dari HAP nasional Rp12.000 per kilogram, harga kedelai kini berada di level Rp10.755 per kilogram secara nasional.
Pergerakan harga pangan ini mencerminkan dinamika pasokan dan permintaan yang masih berlangsung, terutama menjelang periode konsumsi tinggi. Pemerintah diharapkan terus melakukan pemantauan dan intervensi agar stabilitas harga pangan tetap terjaga.