BYD Tantang Dominasi GR dan Nismo Lewat Divisi Mobil Kencang

Jumat, 20 Februari 2026 | 17:10:36 WIB
BYD Tantang Dominasi GR dan Nismo Lewat Divisi Mobil Kencang

JAKARTA - Lanskap otomotif global sedang bersiap menghadapi pergeseran besar seiring dengan langkah ambisius raksasa kendaraan listrik asal Tiongkok, BYD, yang kini melirik segmen mobil performa tinggi. Tidak lagi puas hanya mendominasi pasar mobil listrik harian yang fungsional dan ekonomis, BYD dikabarkan tengah membentuk divisi khusus mobil kencang untuk menantang supremasi nama-nama legendaris yang sudah mapan. Langkah ini secara terang-terangan menargetkan persaingan dengan divisi performa ikonik asal Jepang, seperti Gazoo Racing (GR) dari Toyota, divisi N dari Hyundai, hingga Nismo milik Nissan. Sudut pandang ini menandai babak baru bagi BYD untuk membuktikan bahwa teknologi elektrik mereka tidak hanya soal efisiensi baterai, tetapi juga mampu menghadirkan adrenalin dan sensasi berkendara yang setara dengan mobil sport konvensional di lintasan balap.

Ambisi BYD Menembus Segmen High-Performance

Selama beberapa tahun terakhir, BYD telah berhasil mengukuhkan posisinya sebagai raja kendaraan energi baru (NEV) di pasar global. Namun, untuk membangun citra merek yang lebih emosional dan prestisius, perusahaan merasa perlu memiliki lini produk yang fokus pada performa murni. Pembentukan divisi mobil kencang ini merupakan respons strategis terhadap permintaan konsumen yang menginginkan kendaraan listrik dengan karakter berkendara yang lebih tajam, aerodinamika yang agresif, dan tenaga yang eksplosif.

Langkah ini dianggap sebagai "pernyataan perang" terhadap dominasi merek-merek mapan yang telah memiliki sejarah panjang di dunia motorsport. Dengan sumber daya finansial yang kuat dan penguasaan teknologi baterai yang mutakhir, BYD memiliki modal yang cukup untuk mengembangkan sub-merek yang mampu memproduksi mobil-mobil dengan performa luar biasa. Fokus utamanya bukan lagi sekadar jarak tempuh, melainkan bagaimana tenaga listrik dapat dimanipulasi untuk menghasilkan akselerasi dan handling yang mampu membuat para penggila kecepatan berpaling dari mobil bermesin pembakaran internal.

Menantang Hegemoni Gazoo Racing, Hyundai N, dan Nismo

Target yang dibidik oleh BYD bukanlah lawan sembarangan. Gazoo Racing (GR) telah sukses besar dengan model-model seperti GR Yaris dan GR Corolla yang diakui dunia karena keterlibatannya di ajang reli (WRC). Begitu pula dengan divisi N dari Hyundai yang berhasil mencuri perhatian melalui Ioniq 5 N, serta Nismo yang tetap menjadi simbol performa bagi para pencinta kecepatan Jepang. Masuknya BYD ke arena ini menunjukkan kepercayaan diri yang tinggi bahwa mereka bisa menciptakan standar baru dalam kategori electric performance car.

Persaingan ini diprediksi akan sangat menarik, mengingat BYD membawa filosofi yang berbeda. Jika rival-rivalnya berangkat dari tradisi balap mesin bensin yang kemudian bertransisi ke elektrik, BYD berangkat sepenuhnya dari ekosistem digital dan elektrik sejak awal. Pertarungan ini nantinya tidak hanya terjadi di jalan raya, tetapi juga di sirkuit-sirkuit dunia, di mana BYD kemungkinan besar akan mulai menurunkan tim atau teknologi mereka untuk memvalidasi performa divisi baru ini di hadapan para kompetitor legendaris tersebut.

Teknologi e-Platform 3.0 dan Inovasi Baterai sebagai Senjata Utama

Keunggulan teknis yang akan dibawa oleh divisi mobil kencang BYD diyakini akan berbasis pada pengembangan lanjut dari e-Platform 3.0 milik mereka. Platform ini memungkinkan integrasi baterai yang lebih kaku, distribusi bobot yang seimbang, dan pusat gravitasi yang rendah—tiga elemen kunci dalam membangun mobil berperforma tinggi. Selain itu, penggunaan Blade Battery yang sudah teruji keamanannya akan dimodifikasi untuk memberikan aliran daya yang lebih cepat (high-discharge rate) guna mendukung akselerasi instan.

Inovasi lain yang diperkirakan akan muncul adalah sistem penggerak empat roda elektrik yang jauh lebih presisi dibandingkan sistem mekanis konvensional. Melalui kontrol torsi yang sangat cepat pada setiap roda, mobil-mobil dari divisi kencang BYD diharapkan mampu melahap tikungan dengan stabilitas yang belum pernah ada sebelumnya. Integrasi perangkat lunak cerdas juga akan menjadi pembeda, di mana pengemudi dapat mengatur karakteristik performa mobil hanya melalui beberapa sentuhan di layar kemudi.

Strategi Rebranding dan Peningkatan Citra Merek Global

Keputusan membentuk divisi khusus ini juga merupakan bagian dari strategi rebranding besar-besaran. BYD ingin lepas dari stigma sebagai produsen mobil murah dan beralih menjadi merek teknologi tinggi yang prestisius. Dengan memiliki lini mobil berperforma tinggi, BYD dapat menarik minat segmen konsumen yang lebih luas, termasuk para kolektor dan antusias otomotif yang selama ini setia pada merek-merek Eropa atau Jepang.

Produk-produk dari divisi ini nantinya akan menjadi "halo car" atau produk unggulan yang memamerkan kemampuan terbaik dari tim riset dan pengembangan BYD. Keberhasilan di segmen ini akan memberikan efek domino pada model-model standar mereka, meningkatkan kepercayaan konsumen bahwa teknologi yang digunakan pada mobil harian mereka diturunkan dari teknologi mobil balap yang kencang dan tangguh.

Antisipasi Pasar Terhadap Calon Model Performa BYD

Para pengamat otomotif mulai berspekulasi mengenai model apa saja yang akan mendapatkan sentuhan dari divisi baru ini. Beberapa memperkirakan bahwa model populer seperti BYD Seal atau bahkan lini mewah Yangwang akan menjadi basis pertama untuk mendapatkan modifikasi performa tinggi. Peningkatan yang diharapkan mencakup penggunaan suspensi adaptif, sistem pengereman keramik karbon, hingga penggunaan material ringan seperti serat karbon pada bagian bodi.

Antusiasme pasar juga didorong oleh rasa penasaran bagaimana BYD akan meramu suara atau sensasi berkendara yang biasanya hilang pada mobil listrik. Divisi kencang ini kabarnya tengah bereksperimen dengan sistem simulasi suara dan feedback haptik yang dirancang untuk memberikan koneksi yang lebih dalam antara pengemudi dan kendaraan. Pasar menanti apakah BYD mampu menciptakan mobil listrik yang memiliki "jiwa" layaknya mobil-mobil legendaris dari Nismo atau GR.

Dampak Terhadap Persaingan Industri Otomotif Tiongkok

Langkah BYD ini juga akan memicu persaingan di dalam negeri Tiongkok sendiri. Rival seperti Geely dengan sub-merek Zeekr atau Xiaomi yang juga mulai merambah pasar mobil listrik kencang akan dipaksa untuk terus berinovasi. BYD, sebagai pemimpin pasar, harus menetapkan standar yang sangat tinggi agar posisinya tidak tergeser oleh sesama produsen Tiongkok maupun produsen global lainnya yang mulai serius menggarap segmen EV performa tinggi.

Secara tidak langsung, kehadiran divisi ini akan mempercepat perkembangan teknologi komponen pendukung di Tiongkok, mulai dari motor listrik putaran tinggi hingga sistem pendingin baterai yang lebih efisien. Hal ini akan memperkuat posisi Tiongkok sebagai pusat inovasi kendaraan listrik dunia, di mana mobil kencang bukan lagi sekadar hobi mahal, melainkan etalase kemajuan teknologi masa depan.

Terkini