JAKARTA - Sebuah langkah besar menuju kemandirian pelayanan kesehatan di Tanah Papua kini tengah dipersiapkan secara matang. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua bersama Universitas Cenderawasih (Uncen) resmi memperkuat sinergi untuk menghadirkan program pendidikan dokter spesialis di Bumi Cenderawasih. Inisiatif strategis ini lahir dari sebuah kebutuhan mendesak akan ketersediaan tenaga medis ahli yang selama ini masih menjadi tantangan besar dalam sistem kesehatan di wilayah paling timur Indonesia tersebut.
Upaya Memutus Ketergantungan Tenaga Medis Luar
Wakil Gubernur (Wagub) Papua, Aryoko Rumaropen, menegaskan bahwa ketersediaan Sumber Daya Manusia (SDM) dokter spesialis di Papua saat ini masih jauh dari kata ideal. Minimnya jumlah tenaga ahli ini sering kali menghambat kecepatan dan kualitas layanan kesehatan bagi masyarakat. Oleh karena itu, kolaborasi dengan Uncen dipandang sebagai solusi jangka panjang yang paling rasional untuk meningkatkan mutu serta keberlanjutan pendidikan profesi dokter, terutama bagi putra-putri asli Papua.
Pertemuan penting yang berlangsung di ruang rapat Sekda Papua, Kota Jayapura, pada Jumat menjadi momentum awal penguatan kolaborasi ini. Wagub Aryoko menyampaikan bahwa pemerintah sangat serius dalam mendorong peningkatan kapasitas SDM lokal.
"Pada Jumat kami melakukan pertemuan dengan Uncen, membahas peningkatan SDM, khususnya terkait kehadiran dokter spesialis di Papua," kata Aryoko Rumaropen saat memberikan keterangan di Jayapura, Selasa. Ia menekankan bahwa kehadiran pendidikan spesialis di bawah naungan universitas lokal adalah simbol martabat dan kemandirian sebuah daerah. "Sudah waktunya Uncen memiliki pendidikan spesialis agar tidak terus bergantung pada tenaga medis dari luar," ujarnya.
Pembagian Peran Strategis Rumah Sakit Pendidikan
Dalam pertemuan tersebut, Pemprov Papua dan Uncen telah menyepakati sebuah skema kerja sama yang sistematis mengenai pemanfaatan fasilitas kesehatan di Jayapura. Agar proses pendidikan berjalan optimal dan terarah, fungsi dua rumah sakit besar di Papua akan dipertajam.
Rumah Sakit Dok II Jayapura disepakati untuk tetap mengemban amanah sebagai rumah sakit pendidikan utama. Fokus pengembangannya akan diarahkan pada program pascasarjana dan pendidikan dokter spesialis. Sementara itu, RS Abepura mendapatkan mandat baru sebagai pusat penyelenggaraan pendidikan profesi dokter yang akan mengimplementasikan kurikulum terbaru.
Pembagian peran ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem pendidikan medis yang komprehensif, di mana praktik lapangan dan teori akademis berjalan selaras. Bagi Wagub Aryoko, tujuan akhirnya sangat jelas, yakni memastikan kedaulatan kesehatan di tangan anak-anak daerah. "Kami juga berpesan agar peran dokter senior dan kalangan akademisi dalam mendampingi dokter muda Papua terus dilakukan, guna mewujudkan kemandirian layanan kesehatan berbasis sumber daya manusia lokal," tutur Wagub Aryoko.
Langkah Konkret Melalui Program Spesialis Anestesi
Gayung pun bersambut, Fakultas Kedokteran Universitas Cenderawasih menyatakan kesiapan penuh untuk menjalankan visi besar tersebut. Dekan Fakultas Kedokteran Uncen, Inneke Viviane Sumolang, menyambut baik dukungan penuh dari Pemprov Papua. Menurutnya, penguatan peran rumah sakit mitra adalah kunci utama dalam menjamin kualitas lulusan dokter spesialis nantinya.
Sebagai bukti nyata dari komitmen tersebut, Uncen dan Pemprov Papua berencana untuk meluncurkan program studi spesialis pertama mereka dalam waktu dekat. Bidang anestesi dipilih sebagai langkah awal pembukaan keran pendidikan spesialis di universitas tersebut.
"Dalam waktu dekat kami bersama Pemprov Papua akan meluncurkan program pendidikan dokter spesialis anestesi sebagai langkah konkret memperluas akses pendidikan kedokteran lanjutan di Papua," ungkap Inneke Viviane Sumolang. Penambahan program spesialis ini diharapkan menjadi pembuka jalan bagi kemunculan spesialisasi medis lainnya di tahun-tahun mendatang.
Membangun Masa Depan Kesehatan Berbasis SDM Lokal
Transformasi pendidikan kedokteran di Papua ini bukan sekadar tentang penambahan program studi, melainkan sebuah misi kemanusiaan untuk menyiapkan anak-anak asli Tanah Papua agar menjadi tenaga medis yang berkualitas global. Wagub Aryoko optimistis bahwa dengan bimbingan dari para dokter senior dan dukungan infrastruktur dari pemerintah, putra-putri Papua akan mampu memberikan layanan kesehatan terbaik bagi saudara-saudara mereka sendiri.
Kemandirian kesehatan di Bumi Cenderawasih hanya bisa dicapai jika fondasi SDM-nya kuat. Melalui kerja sama erat antara otoritas pemerintahan dan lembaga akademis, cita-cita agar rakyat Papua mendapatkan akses layanan spesialis tanpa harus menanti tenaga dari luar daerah kini mulai menampakkan titik terang. Inisiatif ini menjadi tonggak sejarah baru dalam perjalanan panjang pembangunan SDM dan sektor kesehatan di Papua.