Aletra L8 Buktikan Jakarta-Palembang Lebih Murah dengan Mobil Listrik

Rabu, 04 Februari 2026 | 10:35:25 WIB
Aletra L8 Buktikan Jakarta-Palembang Lebih Murah dengan Mobil Listrik

JAKARTA - Melakukan perjalanan jauh atau road trip melintasi pulau kini tidak lagi identik dengan biaya operasional yang membengkak. Sebuah fakta baru terungkap melalui pengujian langsung menggunakan Aletra L8, MPV listrik yang dirancang khusus untuk jarak jauh. Dalam pengujian rute Jakarta menuju Palembang, Sumatera Selatan, terbukti bahwa biaya energi yang dikeluarkan jauh lebih rendah jika dibandingkan dengan kendaraan konvensional bermesin bensin.

Pengujian yang dilakukan oleh tim detikOto ini menempuh jarak ribuan kilometer untuk mengeksplorasi Lampung hingga Palembang. Hasilnya tidak hanya menunjukkan efisiensi finansial yang signifikan, tetapi juga menjadi jawaban atas keraguan masyarakat mengenai kesiapan infrastruktur Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di sepanjang jalur Lintas Sumatera.

Persiapan Matang dan Strategi Pengisian Daya

Melakukan road trip dengan mobil listrik memang memerlukan perencanaan yang sedikit berbeda. Kesiapan mental dan teknis, seperti memetakan lokasi SPKLU serta mengatur jadwal pengisian daya, menjadi kunci kenyamanan perjalanan. Dalam petualangan selama enam hari ini, tim sengaja menerapkan strategi pengisian baterai setiap malam sebelum beristirahat di penginapan. Tujuannya adalah memastikan baterai selalu dalam kondisi prima untuk menempuh jarak jauh keesokan harinya.

Perjalanan dimulai dari kawasan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, dengan modal baterai sebesar 97 persen. Angka tersebut setara dengan daya tempuh sekitar 531 km berdasarkan data pada layar MID mobil. Kapasitas ini terbukti mumpuni untuk membawa Aletra L8 menyeberangi Selat Sunda hingga tiba di Bandar Lampung tanpa perlu melakukan pengisian ulang di tengah jalan.

Eksplorasi Lampung: Pengecasan Tahap Awal

Pengecasan pertama dilakukan setelah tim menjelajahi kuliner di Bandar Lampung dengan total jarak tempuh 220,7 km. Saat tiba di SPKLU PLN UP3 Tanjung Karang, baterai tersisa 31 persen. Pengisian dilakukan hingga penuh (100 persen) dengan daya masuk sebesar 47,7 kWh. Biaya yang dikeluarkan untuk pengisian perdana ini adalah Rp 127.090, sudah termasuk pajak.

Pada hari kedua, Aletra L8 digunakan untuk menyisir destinasi wisata di Lampung, termasuk menuju Dermaga Wisata Ketapang untuk menyeberang ke Pulau Wayang. Setelah digunakan seharian untuk shooting dan mobilitas wisata, baterai menunjukkan angka 78 persen. Tim kembali melakukan pengisian di lokasi yang sama hingga level 95 persen dengan biaya sebesar Rp 35.503 (masuk daya 14 kWh).

Menaklukkan Tol Bakauheni-Kayu Agung Menuju Palembang

Memasuki hari ketiga, mobil listrik ini diuji dalam perjalanan panjang dari Bandar Lampung menuju Way Kambas, lalu berlanjut melintasi Tol Trans Sumatera menuju Palembang. Pengisian daya dilakukan di SPKLU Rest Area 234 A Tol Bakauheni-Kayu Agung saat baterai tersisa 14 persen. Pengecasan hingga 91 persen memakan biaya Rp 151.070 dengan daya masuk 55,6 kWh—kapasitas yang lebih dari cukup untuk mencapai jantung Kota Palembang.

Setibanya di Palembang pada hari keempat, tim kembali melakukan pengisian di SPKLU PLN S2JB Demang untuk persiapan eksplorasi kota. Dari sisa 43 persen, baterai diisi hingga 95 persen dengan biaya Rp 99.584. Bekal daya ini kemudian digunakan untuk berkeliling Palembang selama dua hari penuh guna mengeksplorasi keunikan budaya dan kuliner setempat.

Perjalanan Pulang dan Pengecasan Terakhir di Merak

Malam kelima menjadi momen pengisian daya terakhir di Palembang sebelum bertolak kembali ke Jakarta. Di SPKLU yang sama, pengisian dari sisa 48 persen menuju 99 persen menghabiskan biaya Rp 93.886. Pada hari keenam, perjalanan pulang dilakukan secara penuh melalui jalan tol.

Karena harus mengejar jadwal kapal ferry, tim sempat melakukan pengisian daya kilat di SPKLU Rest Area KM 116 B Lampung Tengah selama beberapa saat dari 8 persen ke 60 persen dengan biaya Rp 95.472. Pengecasan terakhir sebelum tiba di Jakarta dilakukan di SPKLU Pelabuhan Merak dari daya yang tersisa hingga 91 persen dengan biaya Rp 98.808. Menariknya, saat tiba kembali di titik awal (kantor), baterai Aletra L8 masih tersisa cukup banyak, yakni 63 persen.

Analisis Komparasi: Mobil Listrik vs Mobil Bensin

Secara total, jarak tempuh road trip Jakarta-Lampung-Palembang pulang pergi (PP) beserta mobilitas eksplorasi mencapai 1.385 km. Seluruh pengeluaran untuk pengisian daya hanya mencapai Rp 701.413. Angka ini sudah termasuk Pajak Penerangan Jalan (PPJ) yang bervariasi di setiap lokasi SPKLU.

Jika dibandingkan dengan mobil bermesin bensin, perbedaannya sangat mencolok. Sebagai simulasi, sebuah mobil bensin dengan konsumsi rata-rata 10 km/liter membutuhkan sekitar 138,5 liter bahan bakar untuk jarak yang sama. Dengan estimasi harga bensin RON 92 di kisaran Rp 12.000 hingga Rp 13.000 per liter, biaya yang harus dikeluarkan mencapai Rp 1,6 juta hingga Rp 1,8 juta. Artinya, penggunaan mobil listrik Aletra L8 mampu memangkas biaya operasional lebih dari separuhnya.

Rangkuman Biaya Pengisian Daya (Charging) Aletra L8

Berikut adalah rincian pengeluaran energi selama perjalanan:

PLN UP3 Tanjung Karang (1): Rp 127.090 (47,704 kWh)

PLN UP3 Tanjung Karang (2): Rp 35.503 (14,0 kWh)

Rest Area KM 234 A Tol Bakauheni-Kayu Agung: Rp 151.070 (55,6 kWh)

PLN S2JB Demang Palembang (1): Rp 99.584 (36,7 kWh)

PLN S2JB Demang Palembang (2): Rp 93.886 (34,6 kWh)

Rest Area KM 116 B Lampung Tengah: Rp 95.472 (35,8 kWh)

SPKLU Pelabuhan Merak: Rp 98.808 (38,1 kWh)

Total Keseluruhan Biaya: Rp 701.413

Perjalanan ini membuktikan bahwa mobil listrik Aletra L8 tidak hanya menawarkan kabin yang luas dan kenyamanan suspensi, tetapi juga efisiensi luar biasa yang membuat perjalanan jarak jauh melintasi Sumatera bukan lagi hal yang perlu dikhawatirkan bagi para pengguna kendaraan listrik.

Terkini