Mendagri Tekankan Harmonisasi Pusat-Daerah Kawal Program Prioritas Presiden Prabowo

Rabu, 04 Februari 2026 | 09:30:31 WIB
Mendagri Tekankan Harmonisasi Pusat-Daerah Kawal Program Prioritas Presiden Prabowo

JAKARTA - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian memberikan peringatan keras kepada seluruh kepala daerah agar menjaga keselarasan langkah dengan pemerintah pusat. Dalam momentum Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026, Tito menegaskan bahwa keberhasilan visi Indonesia Emas 2045 sangat bergantung pada kerja sama yang solid, terutama dalam mengeksekusi program-program prioritas Presiden Prabowo Subianto.

Pesan ini disampaikan secara langsung di hadapan para pemimpin daerah dalam agenda yang berlangsung di Sentul International Convention Center (SICC), Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Mendagri menggarisbawahi bahwa ego sektoral maupun daerah harus dikesampingkan demi tercapainya target pembangunan nasional yang telah dicanangkan.

Urgensi Sinergi Nasional dalam Rakornas 2026

Mendagri Muhammad Tito Karnavian menjelaskan bahwa penyelenggaraan Rakornas ini bukan sekadar seremoni rutin. Forum ini dirancang sebagai wadah strategis untuk mengoptimalkan berbagai capaian program prioritas Presiden Prabowo Subianto. Pemerintah pusat memandang perlu adanya evaluasi dan penguatan di tingkat daerah agar program yang telah direncanakan di Jakarta dapat terimplementasi dengan baik di seluruh pelosok tanah air.

Langkah ini sangat relevan dengan tema besar yang diangkat tahun ini, yakni “Sinergi Pusat dan Daerah dalam Implementasi Program Prioritas Presiden Menuju Indonesia Emas 2045”. Fokus utama dari sinergi ini adalah memastikan bahwa setiap kebijakan di tingkat provinsi hingga kabupaten/kota sejalan dengan cetak biru pembangunan jangka panjang Indonesia.

Memasuki Tahun Kedua RPJMN dan Visi Asta Cita

Dalam paparannya, Tito mengingatkan bahwa tahun 2026 memiliki posisi yang sangat krusial. Tahun ini merupakan tahun kedua pelaksanaan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029. Sebagaimana diketahui, RPJMN tersebut merupakan penjabaran teknis dari visi besar Asta Cita yang dibawa oleh pasangan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Mendagri menilai, pada tahun pertama pemerintahan, kepemimpinan Prabowo-Gibran telah menunjukkan tren positif dengan berbagai keberhasilan di berbagai sektor. Pencapaian ini diharapkan menjadi fondasi yang kuat untuk mengakselerasi pembangunan di tahun-tahun berikutnya.

“Sebagaimana telah kita saksikan dan dipublikasikan di publik maupun media,” ungkap Tito di SICC, Bogor, Senin. Ia menambahkan bahwa momentum keberhasilan di tahun pertama harus dijaga agar tidak kendor, melainkan justru semakin dioptimalkan pada tahun 2026 ini.

Menyamakan Gerak Langkah Pemerintah di Semua Level

Tito Karnavian kembali menegaskan bahwa kunci utama dari optimalisasi keberhasilan pemerintah adalah kesamaan visi dan gerak. Ia menginstruksikan para kepala daerah agar tidak "berjalan sendiri" atau membuat kebijakan yang kontradiktif dengan arahan pusat. Sinkronisasi kebijakan antara APBN dan APBD menjadi salah satu titik tekan agar efisiensi anggaran dan efektivitas program dapat tercapai.

“Untuk menciptakan kesamaan tersebut, maka diselenggarakan acara Rakornas ini,” jelasnya. Dengan adanya pertemuan tatap muka antara jajaran kabinet dan kepala daerah, diharapkan terjadi pemahaman yang utuh mengenai hambatan di lapangan serta solusi yang dibutuhkan untuk mempercepat implementasi program nasional.

Kehadiran Pimpinan Tertinggi dan Taklimat Presiden

Penyelenggaraan Rakornas 2026 ini menjadi semakin istimewa dengan kehadiran langsung Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Mendagri secara khusus menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kesediaan pimpinan tertinggi negara untuk hadir dan memberikan arahan langsung kepada para peserta.

Dalam rangkaian acara tersebut, Presiden Prabowo tidak hanya membuka Rakornas secara resmi, tetapi juga memberikan poin-poin arahan strategis. Arahan tersebut disampaikan dalam sesi khusus yang bertajuk “Taklimat Presiden Republik Indonesia”. Sesi ini menjadi momen krusial bagi para kepala daerah untuk mendengarkan langsung prioritas kerja, target-target jangka pendek, serta visi besar yang ingin dicapai pemerintah dalam satu tahun ke depan menuju cita-cita Indonesia Emas 2045.

Harapan untuk Implementasi di Daerah

Melalui Rakornas ini, Kemendagri berharap tidak ada lagi kesenjangan informasi atau perbedaan persepsi antara pusat dan daerah dalam menjalankan roda pemerintahan. Konsolidasi politik dan administrasi yang kuat diharapkan mampu menjadi motor penggerak ekonomi dan kesejahteraan masyarakat di daerah.

Penegasan Mendagri ini menjadi pengingat bahwa otonomi daerah bukanlah alasan untuk bekerja tanpa koordinasi. Sebaliknya, otonomi seharusnya menjadi instrumen untuk mempercepat pencapaian target nasional dengan cara-cara yang kreatif namun tetap berada dalam koridor visi Asta Cita.

Terkini