Kemenhub Percepat Jalur Ganda KA Medan-Binjai Sumatra

Rabu, 28 Januari 2026 | 13:02:56 WIB
Kemenhub Percepat Jalur Ganda KA Medan-Binjai Sumatra

JAKARTA - Upaya pemerintah memperkuat konektivitas transportasi di luar Pulau Jawa terus berlanjut. Di tengah dominasi jalur tunggal kereta api di Sumatra, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mulai memfokuskan perhatian pada pembangunan jalur ganda atau double track di sejumlah lintasan strategis, salah satunya pada rute Medan–Binjai, Sumatra Utara.

Pembangunan jalur ganda ini dipandang penting untuk menjawab kebutuhan mobilitas penumpang dan barang yang kian meningkat. Selama ini, jaringan perkeretaapian di Sumatra lebih banyak dimanfaatkan untuk angkutan logistik, dengan keterbatasan kapasitas akibat masih digunakannya jalur single track di sebagian besar lintasan.

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menegaskan bahwa kondisi infrastruktur kereta api di Sumatra memang belum setara dengan Pulau Jawa. Jalur ganda di Jawa telah terhubung di lintasan utama, sementara Sumatra masih dalam tahap pengembangan bertahap.

“Belum kalau Sumatra (semua double track), kalau Jawa kan sudah. Sumatra saat ini sebagian besar masih melayani angkutan barang. Memang ada jalur-jalur yang dipakai untuk angkutan penumpang juga, tapi double track di Sumatra belum (seluruhnya),” ujar Dudy saat ditemui di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa 27 Januari 2026.

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa pembangunan jalur ganda di Sumatra tidak dilakukan secara serentak, melainkan disesuaikan dengan kebutuhan dan prioritas masing-masing wilayah.

Fokus Pengembangan Jalur Kereta di Sumatra

Kemenhub menilai bahwa pengembangan infrastruktur perkeretaapian di Sumatra memiliki tantangan tersendiri. Selain faktor geografis, perbedaan karakteristik kebutuhan angkutan antara Sumatra dan Jawa menjadi pertimbangan utama dalam menentukan skala prioritas pembangunan.

Di Sumatra, jalur kereta api sejak lama berperan sebagai tulang punggung angkutan barang, terutama untuk komoditas hasil bumi. Namun, seiring pertumbuhan wilayah perkotaan dan meningkatnya kebutuhan mobilitas masyarakat, peran angkutan penumpang mulai mendapatkan perhatian lebih besar.

Dalam konteks inilah, pembangunan jalur ganda Medan–Binjai dinilai strategis. Lintasan tersebut berada di kawasan dengan aktivitas ekonomi dan pergerakan penduduk yang cukup tinggi, sehingga peningkatan kapasitas jalur diharapkan dapat memberikan dampak langsung terhadap kelancaran transportasi.

Proyek Double Track Medan-Binjai

Direktur Jenderal Perkeretaapian Kemenhub Allan Tandiono mengungkapkan bahwa pembangunan jalur ganda Medan–Binjai saat ini tengah berlangsung. Proyek tersebut menjadi salah satu prioritas pemerintah untuk meningkatkan layanan perkeretaapian di Sumatra Utara.

“Lagi dibangun double track Medan-Binjai. Prosesnya sedang berjalan,” kata Allan di lokasi yang sama.

Dengan adanya jalur ganda, frekuensi perjalanan kereta api di lintasan tersebut diharapkan dapat meningkat. Jalur ganda memungkinkan kereta melintas dari dua arah secara bersamaan, sehingga mengurangi waktu tunggu dan potensi keterlambatan yang kerap terjadi pada jalur tunggal.

Target Penyelesaian dan Operasional

Allan menambahkan bahwa pemerintah menargetkan proyek jalur ganda Medan–Binjai dapat rampung secepatnya. Penyelesaian proyek ini diharapkan dapat segera memberikan manfaat nyata bagi masyarakat maupun pelaku usaha yang bergantung pada moda transportasi kereta api.

Selain pembangunan jalur, Kemenhub juga tengah menyelesaikan pembangunan dua stasiun baru di lintasan tersebut. Kehadiran stasiun tambahan ini bertujuan untuk memperkuat konektivitas dan memperluas jangkauan layanan kereta api di wilayah sekitar.

“(Target rampung) secepatnya, tahun ini kita berharap jalurnya itu, kan ada dua stasiun juga yang lagi dibangun di sana,” sebut Allan.

Meski demikian, Allan belum memerinci nama dua stasiun yang tengah dibangun maupun progres detail pengerjaan jalur ganda tersebut. Pemerintah masih fokus memastikan seluruh fasilitas pendukung dapat diselesaikan sesuai rencana.

Manfaat bagi Penumpang dan Logistik

Pembangunan jalur ganda Medan–Binjai tidak hanya ditujukan untuk meningkatkan layanan angkutan penumpang, tetapi juga diharapkan memperlancar distribusi logistik. Dengan kapasitas jalur yang lebih besar, potensi hambatan operasional dapat ditekan, sehingga pergerakan barang menjadi lebih efisien.

Dalam jangka panjang, peningkatan infrastruktur ini diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, khususnya di Sumatra Utara. Jalur kereta api yang andal dan berkapasitas besar menjadi salah satu faktor penting dalam menarik investasi dan meningkatkan daya saing wilayah.

Pengembangan Bertahap di Luar Jawa

Menhub Dudy kembali menegaskan bahwa pembangunan jalur ganda di Sumatra dilakukan secara bertahap. Pemerintah mempertimbangkan kebutuhan angkutan, volume lalu lintas, serta kesiapan infrastruktur pendukung sebelum memutuskan pembangunan di lintasan lain.

“Tetapi belum semua Sumatra ya (jalur double track-nya),” pungkas Dudy.

Pernyataan ini menegaskan bahwa proyek Medan–Binjai menjadi salah satu langkah awal dalam pengembangan jalur ganda di Sumatra. Ke depan, pemerintah akan terus mengevaluasi kebutuhan dan potensi lintasan lain untuk dikembangkan sesuai dengan prioritas nasional.

Dengan dimulainya pembangunan jalur ganda Medan–Binjai, Kemenhub berharap ketimpangan infrastruktur perkeretaapian antara Jawa dan luar Jawa dapat dikurangi secara bertahap. Proyek ini menjadi sinyal bahwa pemerintah serius memperkuat konektivitas nasional melalui pengembangan transportasi massal yang efisien dan berkelanjutan.

Terkini