Petani

Pemkab Karanganyar Salurkan Drone Pertanian Dorong Petani Milenial

Pemkab Karanganyar Salurkan Drone Pertanian Dorong Petani Milenial
Pemkab Karanganyar Salurkan Drone Pertanian Dorong Petani Milenial

JAKARTA - Upaya modernisasi sektor pertanian terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Karanganyar. Di tengah tantangan keterbatasan tenaga kerja dan kebutuhan peningkatan produktivitas, teknologi menjadi salah satu solusi yang mulai diandalkan. Salah satunya melalui pemanfaatan drone pertanian yang kini mulai diperkenalkan secara masif kepada para petani.

Langkah tersebut diwujudkan dengan penyaluran bantuan lima unit drone sprayer pertanian kepada kelompok tani di Karanganyar. Penyerahan bantuan dilakukan dalam kegiatan penyaluran alat dan mesin pertanian (alsintan) yang digelar di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar, Senin (26/1/2026). Program ini diharapkan mampu meningkatkan efisiensi kerja petani sekaligus mendorong regenerasi petani, khususnya dari kalangan milenial.

Drone Pertanian untuk Efisiensi dan Produktivitas

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Karanganyar, Dr. Feriana Dwi Kurniawati, S.P., M.Si., menjelaskan bahwa bantuan drone sprayer tersebut bersumber dari Kementerian Pertanian. Pemanfaatannya difokuskan untuk mendukung pengendalian organisme pengganggu tanaman (OPT), terutama pada lahan pertanian pangan.

“Drone sprayer sangat efektif untuk penyemprotan hama dalam waktu singkat, terutama untuk hama yang perkembangannya cepat seperti wereng batang cokelat. Ini menjadi solusi di tengah keterbatasan tenaga kerja pertanian,” ujar Feriana.

Ia menambahkan, penggunaan drone memungkinkan penyemprotan dilakukan lebih merata dan cepat dibandingkan metode konvensional. Dengan teknologi ini, petani dapat menghemat waktu, tenaga, sekaligus biaya produksi, terutama pada lahan dengan luasan cukup besar.

Pelatihan Operator Jadi Bagian Penting

Tidak hanya menyerahkan alat, Pemkab Karanganyar juga memastikan kesiapan sumber daya manusia dalam mengoperasikan teknologi tersebut. Menurut Feriana, setiap kelompok tani penerima bantuan drone akan mendapatkan pelatihan operasional dan perawatan secara menyeluruh.

Pelatihan tersebut mencakup pengenalan sistem kerja drone, teknik penyemprotan yang aman dan efektif, hingga pelatihan pilot drone. Hal ini dilakukan agar pemanfaatan alat bisa optimal dan tidak menimbulkan risiko keselamatan bagi pengguna maupun lingkungan sekitar.

Nilai bantuan drone pertanian tersebut terbilang cukup besar, yakni berkisar antara Rp350 juta hingga Rp400 juta per unit. Oleh karena itu, pendampingan dan pelatihan dinilai menjadi kunci agar investasi pemerintah benar-benar memberikan manfaat jangka panjang bagi petani.

Alsintan Lain Ikut Disalurkan

Selain drone sprayer, Pemkab Karanganyar juga menyalurkan berbagai jenis alsintan lain yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Karanganyar. Bantuan tersebut meliputi lima unit kendaraan roda tiga, 10 unit cultivator, enam pompa air, lima perajang tembakau, serta lima hand sprayer elektrik.

Meski demikian, Feriana menegaskan bahwa bantuan drone pertanian menjadi salah satu prioritas utama. Hal ini karena teknologi drone dinilai mampu mendorong modernisasi pertanian secara signifikan, sekaligus meningkatkan efisiensi biaya produksi di tingkat petani.

Menurutnya, ke depan sektor pertanian dituntut untuk semakin adaptif terhadap teknologi agar mampu bersaing dan menjawab tantangan perubahan iklim, serangan hama, serta fluktuasi harga input produksi.

Menarik Minat Petani Milenial

Sementara itu, Bupati Karanganyar H. Rober Christanto, S.E., M.M., menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi modern dalam pembangunan sektor pertanian. Ia menilai, penggunaan drone pertanian bukan hanya soal efisiensi, tetapi juga strategi untuk menarik minat generasi muda agar mau terjun ke dunia pertanian.

Bupati menilai bahwa citra pertanian yang identik dengan pekerjaan berat dan tradisional perlu diubah. Dengan dukungan teknologi, sektor pertanian dapat menjadi bidang yang modern, profesional, dan memiliki prospek ekonomi yang baik bagi generasi muda.

Apresiasi untuk Implementasi Kartu Tani

Dalam kesempatan yang sama, Pemkab Karanganyar juga menyerahkan reward implementasi penebusan pupuk bersubsidi menggunakan Kartu Tani. Penghargaan tingkat nasional diberikan kepada Kelompok Tani Rejo Mulyo Desa Nglebak, Kecamatan Ngargoyoso.

Kelompok tani tersebut menerima bantuan pembelian hand sprayer elektrik senilai Rp10 juta sebagai bentuk apresiasi atas keberhasilan dalam memanfaatkan sistem Kartu Tani. Selain itu, Kecamatan Kerjo ditetapkan sebagai kecamatan terbaik dalam pemanfaatan Kartu Tani dan mendapatkan bantuan sebesar Rp1,5 juta dari BRI.

Program Kartu Tani dinilai menjadi instrumen penting dalam menjaga ketepatan sasaran penyaluran pupuk bersubsidi sekaligus mendorong tata kelola pertanian yang lebih transparan dan akuntabel.

Dialog Langsung dengan Petani

Usai penyerahan bantuan, Bupati Karanganyar bersama jajaran Dinas Pertanian dan Pangan meninjau langsung drone sprayer serta alsintan lain yang disalurkan. Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga berdialog langsung dengan para petani penerima manfaat untuk mendengarkan aspirasi dan masukan di lapangan.

Melalui dialog tersebut, pemerintah daerah berharap dapat memastikan bahwa bantuan yang diberikan benar-benar sesuai dengan kebutuhan petani. Ke depan, Pemkab Karanganyar berkomitmen untuk terus mendorong modernisasi pertanian sebagai bagian dari upaya menjaga ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index