Belanja Online

Kolaborasi E-Commerce Buka Akses Pasar UMKM Terdampak Bencana

Kolaborasi E-Commerce Buka Akses Pasar UMKM Terdampak Bencana
Kolaborasi E-Commerce Buka Akses Pasar UMKM Terdampak Bencana

JAKARTA - Upaya pemulihan ekonomi daerah terdampak bencana di Sumatra kini memasuki fase baru dengan pemanfaatan teknologi digital. Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menggandeng sejumlah platform e-commerce besar untuk menghadirkan kanal belanja khusus bertajuk “UMKM Sumatra Bangkit”, yang dirancang sebagai etalase produk UMKM dari wilayah terdampak.

Program ini menjadi langkah strategis pemerintah dalam memastikan pelaku UMKM tetap memiliki akses pasar di tengah keterbatasan distribusi akibat bencana. Melalui kolaborasi lintas platform, produk-produk UMKM dari Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat kini dapat dijangkau konsumen secara nasional hanya melalui aplikasi belanja online.

Menteri UMKM Maman Abdurrahman mengatakan, kehadiran layanan belanja ini bukan sekadar promosi produk, tetapi juga menjadi bagian dari upaya pemulihan ekonomi daerah yang terdampak bencana secara berkelanjutan.

Produk UMKM Sumatra Tersaji dalam Halaman Khusus

Kolaborasi antara Kementerian UMKM dan platform e-commerce diwujudkan dalam bentuk landing page atau halaman khusus UMKM Sumatra Bangkit. Halaman ini dirancang untuk menampilkan produk-produk unggulan dari pelaku UMKM di wilayah terdampak bencana agar lebih mudah ditemukan oleh konsumen.

Landing page UMKM Sumatra Bangkit telah tersedia di beberapa aplikasi belanja online ternama, yakni Shopee, Tokopedia, TikTok Shop, dan Lazada. Kehadiran halaman khusus ini diharapkan dapat meningkatkan visibilitas produk UMKM sekaligus mempercepat proses pemulihan ekonomi lokal.

“Lewat layanan belanja produk, kita pasarkan produk-produk dari Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatera Barat agar masyarakat bisa beli sehingga menggerakkan ekonomi daerah terdampak bencana,” ujar Maman.

Peluncuran Bertahap di Berbagai Platform

Peluncuran fitur UMKM Sumatra Bangkit dilakukan secara bertahap di masing-masing platform e-commerce. Shopee dan Tokopedia menjadi dua platform pertama yang meluncurkan landing page tersebut pada 26 Januari 2026.

Sementara itu, Lazada dijadwalkan menyusul dengan menghadirkan fitur serupa pada 29 Januari 2026. Dengan kehadiran di berbagai platform, pemerintah berharap jangkauan pasar produk UMKM semakin luas dan tidak bergantung pada satu kanal distribusi saja.

Langkah ini juga dinilai sejalan dengan perubahan perilaku konsumen yang semakin mengandalkan belanja online untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Puluhan Ribu UMKM Terdampak Bencana

Berdasarkan data Kementerian UMKM, hingga 18 Januari 2026, tercatat sebanyak 34.030 UMKM di tiga provinsi terdampak bencana. Dari jumlah tersebut, 3.018 UMKM mengalami kesulitan serius dalam mengakses pasar, sehingga produk mereka menumpuk dan tidak terserap secara optimal.

Kondisi tersebut menjadi tantangan besar bagi pelaku UMKM, terutama di sektor produksi, karena keterbatasan distribusi dapat berdampak langsung pada arus kas dan keberlangsungan usaha.

Melalui program UMKM Sumatra Bangkit, pemerintah berupaya memutus rantai masalah tersebut dengan membuka akses pasar yang lebih luas dan berkelanjutan.

Produk Terkurasi dari Berbagai Sektor Unggulan

Fitur UMKM Sumatra Bangkit tidak hanya menampilkan produk secara acak, melainkan menghadirkan produk-produk terkurasi dari berbagai sektor unggulan. Produk yang ditampilkan mencakup sektor fesyen, makanan dan minuman, gaya hidup, hingga kerajinan tangan.

Total terdapat 3.321 UMKM dari Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat yang produknya masuk dalam etalase UMKM Sumatra Bangkit. Kurasi ini dilakukan untuk memastikan kualitas produk sekaligus meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap produk lokal.

Dengan tampilan yang lebih rapi dan tersegmentasi, konsumen dapat dengan mudah menemukan produk sesuai kebutuhan sekaligus mendukung UMKM terdampak bencana.

Digitalisasi Jadi Kunci Pemulihan Ekonomi Daerah

Program UMKM Sumatra Bangkit menunjukkan bagaimana digitalisasi menjadi instrumen penting dalam pemulihan ekonomi daerah. Pemanfaatan e-commerce memungkinkan UMKM tetap beroperasi meskipun menghadapi keterbatasan fisik dan logistik di lapangan.

Selain membuka akses pasar, kolaborasi ini juga mendorong pelaku UMKM untuk beradaptasi dengan ekosistem digital, mulai dari pengelolaan katalog produk hingga pemanfaatan sistem pembayaran non-tunai.

Ke depan, Kementerian UMKM berharap inisiatif serupa dapat diperluas ke wilayah lain yang mengalami bencana, sehingga UMKM tetap menjadi tulang punggung perekonomian nasional.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index