JAKARTA - Langkah memperkuat posisi Indonesia di industri maritim global terus dilakukan oleh badan usaha milik negara. PT Biro Klasifikasi Indonesia (Persero) atau BKI, yang juga berperan sebagai Holding BUMN Jasa Survei IDSurvey, mulai membuka peluang ekspansi layanan ke luar negeri dengan menjajaki pembukaan unit layanan di China. Inisiatif ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang perusahaan untuk meningkatkan daya saing sekaligus mendekatkan layanan kepada pengguna jasa internasional.
Sebagai tahap awal, BKI melakukan kunjungan resmi ke Maritime Safety Administration of the People’s Republic of China. Kunjungan tersebut difokuskan pada pembahasan kerja sama di bidang survei dan sertifikasi kapal, sekaligus persiapan teknis pembukaan layanan BKI di China. Negara tersebut dipilih karena posisinya sebagai salah satu pusat aktivitas maritim terbesar di dunia.
Penguatan Kerja Sama Keselamatan Maritim
Dalam kunjungan resmi tersebut, BKI membahas berbagai peluang kolaborasi, termasuk penyelenggaraan layanan klasifikasi kapal serta penguatan dukungan terhadap aspek keselamatan maritim. Kehadiran BKI di China diharapkan dapat memberikan manfaat langsung bagi pengguna jasa yang selama ini beroperasi di pasar internasional, khususnya di kawasan Asia.
Pembukaan layanan di China dinilai strategis karena mampu memangkas jarak layanan dan meningkatkan responsivitas dukungan teknis. Dengan adanya perwakilan langsung di salah satu hub maritim global, BKI dapat memberikan layanan yang lebih cepat dan sesuai dengan kebutuhan industri pelayaran internasional.
Strategi Ekspansi dan Dekatkan Layanan ke Pelanggan
Direktur Utama BKI R. Benny Susanto menegaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari strategi ekspansi perusahaan untuk memperluas jangkauan layanan di tingkat global.
“Inisiatif ini menjadi bagian dari strategi BKI untuk memperluas jangkauan layanan serta mendekatkan dukungan teknis kepada pelanggan di kawasan Asia dan pasar global,” kata Direktur Utama BKI, R. Benny Susanto.
Menurutnya, kehadiran langsung di kawasan dengan aktivitas maritim tinggi menjadi faktor penting untuk memastikan layanan yang diberikan tetap relevan, responsif, dan mampu mengikuti dinamika kebutuhan industri. Dengan ekspansi ini, BKI tidak hanya memperluas pasar, tetapi juga memperkuat perannya dalam mendukung keselamatan maritim internasional.
Dukung Peran BKI di Pasar Internasional
Pembukaan layanan di China juga diharapkan mampu meningkatkan kualitas dan kemudahan akses layanan bagi pengguna jasa internasional. Selama ini, BKI terus memperluas jejaring kerja sama dengan berbagai pihak di luar negeri sebagai bagian dari transformasi menjadi badan klasifikasi nasional yang berdaya saing global.
Langkah ini sekaligus menegaskan komitmen BKI untuk hadir di pusat-pusat aktivitas maritim dunia. Kehadiran tersebut dinilai penting agar layanan klasifikasi dan sertifikasi kapal dapat diberikan secara optimal, sejalan dengan standar keselamatan dan regulasi internasional yang berlaku.
Menuju Keanggotaan IACS
Ekspansi ke China juga menjadi bagian dari upaya BKI dalam meningkatkan kredibilitas internasional, termasuk dalam proses menuju keanggotaan International Association of Classification Societies (IACS). Keanggotaan di organisasi tersebut menjadi salah satu target strategis BKI untuk memperkuat posisinya sebagai badan klasifikasi yang diakui secara global.
Upaya peningkatan standar dan tata kelola terus dilakukan, baik dari sisi operasional maupun sistem manajemen mutu. Dengan ekspansi dan kerja sama internasional yang semakin luas, BKI diharapkan mampu berkontribusi lebih besar dalam industri maritim global sekaligus membawa nama Indonesia di kancah internasional.
Pengakuan Standar Mutu Internasional
Sejalan dengan langkah ekspansi tersebut, BKI juga mencatatkan pencapaian penting di bidang kualitas layanan. PT Biro Klasifikasi Indonesia (Persero) memperoleh Statement of Compliance (SoC) atas sistem manajemen mutunya setelah berhasil menyelesaikan audit oleh SGS China pada 26 Desember 2025.
Pengakuan ini menjadi bukti bahwa BKI telah memenuhi standar internasional yang ditetapkan oleh International Association of Classification Societies (IACS) dalam penyelenggaraan jasa klasifikasi dan statutoria. Statement of Compliance merupakan pernyataan resmi atas kepatuhan suatu organisasi terhadap standar operasional yang berlaku secara global.
Audit Menyeluruh Sistem Manajemen Mutu
SoC tersebut diperoleh setelah BKI dinyatakan lulus audit menyeluruh atas sistem manajemen mutu sesuai skema International Association of Classification Societies Quality System Certification Scheme (IACS QSCS). Audit ini mencakup pemeriksaan penerapan sistem manajemen mutu di kantor pusat dan kantor cabang atau Office Audit.
Selain itu, audit juga meliputi penilaian pelaksanaan layanan pada proyek tertentu dari awal hingga akhir melalui Vertical Contract Audit (VCA). Proses ini bertujuan memastikan konsistensi dan keandalan layanan BKI dalam setiap tahapan pekerjaan.
Audit dilakukan oleh SGS China, lembaga sertifikasi yang terakreditasi dan diakui oleh IACS. Hasil audit tersebut memastikan bahwa sistem manajemen mutu BKI telah memenuhi persyaratan internasional yang ditetapkan secara global.
Perkuat Daya Saing BKI di Tingkat Global
Dengan diperolehnya Statement of Compliance dan langkah ekspansi layanan ke China, BKI semakin memperkuat posisinya sebagai badan klasifikasi nasional yang berorientasi global. Kombinasi antara pengakuan standar mutu internasional dan kehadiran langsung di pusat aktivitas maritim dunia diharapkan mampu meningkatkan daya saing perusahaan.
Ke depan, BKI menargetkan tidak hanya memperluas jaringan layanan, tetapi juga meningkatkan kualitas, keandalan, dan kredibilitas di mata pengguna jasa internasional. Langkah ini menjadi bagian penting dari upaya BKI untuk terus berkontribusi dalam menjaga keselamatan maritim dan mendukung pertumbuhan industri pelayaran global.