Kemenhaj

Kemenhaj Optimistis Sebagian Tower Kampung Haji Dapat Digunakan 2028

Kemenhaj Optimistis Sebagian Tower Kampung Haji Dapat Digunakan 2028
Kemenhaj Optimistis Sebagian Tower Kampung Haji Dapat Digunakan 2028

JAKARTA - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) menegaskan optimisme terkait progres pembangunan Kampung Haji di Mekkah, Arab Saudi, dengan target sebagian tower sudah bisa digunakan pada penyelenggaraan haji 2028. 

Upaya ini menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk menyediakan akomodasi terintegrasi bagi jamaah Indonesia dan meningkatkan kualitas pelayanan selama musim haji.

Progres Pembangunan dan Target 2028

Menteri Haji dan Umrah Mohammad Irfan Yusuf menyampaikan, pembangunan Kampung Haji sepenuhnya dikelola oleh Daya Anagata Nusantara (Danantara), sementara Kemenhaj berperan sebagai pengguna fasilitas. “Yang jelas tahun ini belum bisa, belum bisa. Tahun depan, karena membangun itu kan nggak cukup setahun. Kita harapkan paling lambat tahun 2028 itu ada sebagian tower yang bisa dipakai,” ujarnya.

Menurut Irfan, pembangunan ini berjalan tanpa kendala berarti dari sisi anggaran karena Danantara memiliki kapasitas finansial sendiri. “Saya kira (anggaran) nggak ada kendala. Danantara punya uang. Kemudian birokrasi Arab Saudi sangat welcome. Kita fokus persiapan jamaah haji kita. Kan, terkait dengan Kampung Haji tentu lebih banyak domainnya Danantara,” tambahnya.

Kawasan Thakher: Fondasi Awal Kampung Haji

Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia) melaporkan bahwa pengembangan Kompleks Haji atau Hajj Complex telah dimulai dengan Kawasan Thakher sebagai fondasi awal. Kawasan ini mencakup Novotel Thakher Makkah dan telah beroperasi di lahan seluas sekitar 4,4 hektare, hanya 2-3 kilometer dari Masjidil Haram. Saat ini terdapat tiga menara dengan 1.461 kamar, serta 14 plot lahan yang direncanakan untuk pengembangan selanjutnya, termasuk area komersial dan pusat ritel.

Chief Investment Officer (CIO) Danantara Indonesia, Pandu Sjahrir, menegaskan bahwa Kawasan Thakher secara bertahap akan berkembang hingga sekitar 6.000 kamar dengan kapasitas menampung kurang lebih 22.000 jamaah. Jumlah ini diproyeksikan sekitar 10 persen dari total jamaah haji Indonesia setiap tahunnya.

Fokus pada Layanan Jamaah Terintegrasi

Pengembangan Kampung Haji tidak hanya menitikberatkan pada pembangunan kamar tidur atau tower semata, tetapi juga mencakup ekosistem layanan yang mendukung kenyamanan dan kebutuhan jamaah. Fasilitas ritel, dukungan logistik, serta layanan penunjang lain akan dibangun secara terintegrasi sehingga jamaah dapat mengakses berbagai kebutuhan dari satu kawasan.

Menurut Pandu, strategi pengembangan ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas pelayanan sekaligus memberikan solusi akomodasi yang modern dan terstandarisasi. Hal ini menjadi penting mengingat jumlah jamaah haji Indonesia mencapai ratusan ribu setiap tahunnya, sementara fasilitas akomodasi di sekitar Masjidil Haram memiliki keterbatasan ruang dan akses.

Sinergi Pemerintah dan Investor

Keberhasilan pembangunan Kampung Haji juga ditunjang oleh kerja sama erat antara pemerintah Indonesia melalui Kemenhaj dan pihak swasta sebagai pengelola utama, yaitu Danantara. Sinergi ini memungkinkan percepatan pembangunan tower, penataan fasilitas pendukung, dan pemanfaatan teknologi dalam pengelolaan kawasan, tanpa membebani anggaran negara secara langsung.

Selain itu, Pemerintah Arab Saudi memberikan dukungan administratif dan birokrasi yang mempermudah proses perizinan dan koordinasi di lapangan. Hal ini dinilai kunci agar target penggunaan sebagian tower pada 2028 bisa tercapai sesuai rencana.

Dampak terhadap Kualitas Layanan Jamaah

Menteri Irfan menekankan bahwa tujuan utama pengembangan Kampung Haji adalah meningkatkan kenyamanan, keamanan, dan efisiensi layanan bagi jamaah. Dengan adanya akomodasi modern di dekat Masjidil Haram, jamaah diharapkan bisa lebih fokus menjalankan ibadah tanpa terganggu masalah logistik atau transportasi jauh dari pusat kegiatan haji.

Sementara itu, fasilitas pendukung seperti ritel, area komersial, dan layanan logistik di dalam kawasan akan mendukung kebutuhan sehari-hari jamaah, mulai dari konsumsi makanan, perlengkapan ibadah, hingga kebutuhan medis. Model layanan ini diharapkan menjadi benchmark bagi pengembangan akomodasi haji di masa depan.

Langkah Strategis Selanjutnya

Pemerintah melalui Kemenhaj akan terus memantau progres pembangunan, memastikan pengelolaan berjalan profesional, serta menjalin koordinasi dengan seluruh pihak terkait, termasuk pihak swasta dan otoritas lokal Arab Saudi. Evaluasi berkala dan perencanaan terukur menjadi langkah strategis untuk memastikan sebagian tower siap digunakan pada 2028 dan operasional kawasan berjalan optimal.

Selain itu, rencana pengembangan jangka panjang mencakup penambahan fasilitas komersial, pusat ritel, dan layanan pendukung lainnya sehingga Kampung Haji dapat menjadi kawasan terpadu yang tidak hanya berfungsi sebagai akomodasi, tetapi juga sebagai ekosistem layanan haji modern.

Dengan manajemen yang jelas, dukungan anggaran dari Danantara, serta kerja sama dengan Pemerintah Arab Saudi, Kemenhaj optimistis sebagian tower Kampung Haji bisa digunakan pada 2028. Proyek ini diharapkan memberi dampak signifikan bagi pelayanan jamaah, mengurangi tekanan akomodasi, dan menciptakan standar baru bagi layanan haji Indonesia.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index